17 Juni 2019

Yuk Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya!

Menangis tidak selalu bentuk ekspresi emosi bayi kok Moms

Perkembangan kecerdasan emosional dan sosial selama tahun pertama kehidupan bayi bisa sangat menarik dan menyenangkan. Sebagai bayi, ikatan dengan orang tua dan pengasuh mereka terasa menarik dan bersifat personal.

Meskipun setiap bayi dilahirkan unik dan akan menunjukkan kepribadiannya masing-masing, sebagian besar bayi tumbuh secara emosional dalam pola-pola tertentu yang dapat diprediksi.

Adapun perkembangan kecerdasan emosional bayi selama usia 0 hingga 12 bulan adalah sebagai berikut ini:

Baca Juga: 5 Manfaat Bermain di Depan Kaca untuk Bayi dan Emosinya

1. Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi 0-1 Bulan

Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 1.jpg
Foto: Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 1.jpg

Mengutip Bundoo.com, Kristie Rivers, MD, FAAP, Dokter Spesialis Anak Bersertifikat dan Direktur Pendidikan Kedokteran Anak di Fort Lauderdale, Florida, menyebutkan bahwa sejak lahir hingga usia satu bulan, sebagian besar bayi akan menunjukkan perkembangan emosional yang mencakup:

  • Tersenyum sesekali ketika tidur
  • Membuat suara-suara gurgling seperti “ooh” atau “aah” ketika merasa senang
  • Sering menangis sebagai bagian dari refleks, bukan ekspresi kesedihan
  • Menikmati momen menatap wajah orang tua mereka
  • Bersikap responsif terhadap suasana hati orang tuanya, seperti mudah tersinggung ketika Moms mudah marah
  • Tenang ketika Moms menggendongnya dan ketika Moms berbicara dengan suara pelan, berirama, dan lembut
  • Mulai belajar cara menenangkan diri, misalnya dengan mengisap jempolnya sendiri

2. Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi 2-3 Bulan

Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 2.jpg
Foto: Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 2.jpg

Memasuki usia dua bulan kebanyakan bayi akan mulai mengembangkan kecerdasan emosional seperti:

  • Suka bermain dengan orang lain dan mungkin menangis ketika permainan berhenti
  • Mempelajari wajah dan ekspresi orang-orang yang ada di sekitarnya
  • Membuat suara-suara cooing dan gurgling untuk menanggapi suara yang didengarnya
  • Mulai mengungkapkan kemarahannya untuk pertama kali
  • Mulai berkomunikasi dengan tersenyum dan membuat suara-suara untuk mendapatkan perhatian
  • Tersenyum lebar dengan tangan terbuka lebar, lengan terangkat, dan kaki bergerak-gerak seperti menendang atau diangkat
  • Dapat meniru beberapa gerakan dan ekspresi wajah

Baca Juga: Bagaimana Cara Agar Anak Memiliki Kecerdasan Emosional?

3. Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi 4-6 Bulan

Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 3.jpg
Foto: Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 3.jpg

  • Tertarik dengan anak-anak, seperti akan langsung menoleh ketika mendengar suara anak-anak di TV
  • Tertawa saat merasa geli dan saat berinteraksi dengan orang lain
  • Menangis jika diganggu ketika sedang bermain
  • Menjadi semakin asertif

4. Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi 6-9 Bulan

Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 4.jpg
Foto: Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 4.jpg

Pada usia-usia ini perkembangan kecerdasan emosional bayi sudah sampai pada tahap mulai memahami komunikasi dengan orang-orang yang ditemuinya.

Mereka bukan hanya mampu mengekspresikan berbagai emosi dengan lebih baik, tetapi juga memahami emosi yang sama ketika Moms atau orang lain menunjukkannya.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Sembarangan Menghukum Anak Bisa Merusak Otak dan Emosinya!

5. Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi 9-12 Bulan

Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 5.jpg
Foto: Yuk, Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya 5.jpg

Dilansir dari HealthLink British Columbia, sekitar usia 9 hingga 12 bulan, sebagian besar bayi memiliki preferensi yang jelas pada orang-orang tertentu dan akan menunjukkan kasih sayangnya pada mereka.

Ketika ditinggalkan Moms atau pengasuhnya, bayi akan menangis, merajuk, atau bereaksi keras. Perilaku seperti ini disebut gangguan kecemasan akan perpisahan (separation anxiety disorder).

Semakin meningkatnya mobilitas bayi, seperti halnya merangkak dan berjalan, bayi yang memiliki keterikatan kuat dengan orang tua dan/atau pengasuhnya akan merasa lebih aman dan menunjukkannya dengan lebih tertarik untuk menjelajahi lingkungannya.

Bagaimanapun, bayi belajar banyak hal dari orang-orang di sekitar mereka dan Moms akan selalu menjadi panutan utama bagi Si Kecil. Melalui Moms ia akan belajar banyak tentang dunia dan bagaimana orang-orang berperilaku. Jadi, pastikan rumah selalu dalam situasi yang kondusif untuk mendukung perkembangan kecerdasan emosional bayi.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.