07 Januari 2020

Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar?

Apakah pemberian susu formula penyebab berat badan naik drastis?

Bayi susah naik berat badan saat hanya diberi ASI konon merupakan salah satu perbedaan antara bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu formula pada tahun pertamanya.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Ini juga diperkuat oleh hasil dari sebuah penelitian yang mengungkapkan perbedaan yang mendasar.

Saat diberi ASI, bayi lah yang mengambil alih peranan kapan harus menyusui dan kapan harus berhenti karena kenyang.

"Jika bayi diberi formula, mereka secara bertahap akan kehilangan pengaturan diri mereka dari asupan energi mereka dan isyarat internal tentang rasa kenyang dan lapar," kata Dr. Ruowei Li, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. di Atlanta.

Baca Juga: Cara Tepat Menyiapkan Susu Formula untuk Si Kecil

Hasil Penelitian

Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 01.jpg
Foto: Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 01.jpg

Foto: flo.health

Tengok Untuk melihat hubungan antara kenaikan berat badan, Dr Ruowei dan rekan-rekan penelitinya di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine melakukan survei pada sekitar 1.900 bayi dari seluruh AS yang lahir pada pertengahan tahun 2000-an.

Para ibu diminta mengisi data dalam survey tersebut. Di antaranya adalah berat bayi pada usia yang berbeda dan seberapa sering menyusui, memompa ASI atau menggunakan formula.

Hasilnya, bayi yang hanya diberi susu formula, memiliki kenaikan berat badan sekitar tiga ons lebih per bulan dibandingkan dengan mereka yang hanya diberi ASI.

Bayi yang diberi ASI rata-rata mengalami pertumbuhan rata-rata dua ons per bulan. Namun, saat ibu melakukan kombinasi dengan memberikan ASI dan susu formula, bayi tidak mengalami kenaikan berat badan.

Tidak sepenuhnya jelas mengapa bayi yang diberi kombinasi ASI dan susu formula mungkin tidak menambah berat badan.

"Pesan utama dari penelitian ini adalah bahwa menyusui ASI adalah pilihan menyusui utama untuk bayi," kata Ruowei.

Baca Juga: Apakah Susu Formula Mahal Tentukan Kecerdasan Anak?

Temuan tentang Obesitas

Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 02.jpg
Foto: Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 02.jpg

Foto: parenting.firtscry.com

Studi baru dengan bukti yang masih dapat berkembang mngatakan bahwa menyusui tampaknya menjadi pilihan terbaik untuk bayi yang baru lahir.

Hal itu juga dapat melindungi bayi agar tidak mengalami obesitas di kemudian hari.

Dalam jurnal yang sama, Tessa Crume dan rekan-rekannya menerbitkan temuan yang menunjukkan bahwa menyusui setidaknya selama enam bulan tidak hanya melindungi anak-anak dari kelebihan berat badan saat kecil, tetapi juga terhadap kekurangan berat badan.

Temuan itu didasarkan pada pengukuran berat badan dan lemak tubuh, serta riwayat menyusui, untuk 442 anak-anak berusia antara enam dan 13 tahun.

"Menyusui memiliki efek pengatur pertumbuhan dan mencegah kenaikan ekstrem," kata Tessa dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Colorado di University of Colorado di Denver.

Bukan Hanya Masalah ASI dan Formula

Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 03.jpg
Foto: Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 03.jpg

Foto: inwildhearth.com

Meskipun ada banyak penelitian yang mendukung pemberian ASI, para penulis dari jurnal tersebut dapat memberi terlalu banyak tekanan pada ibu baru.

Dr. Jeffrey Wright, seorang dokter anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Seattle mengatakan, mungkin ada alasan anatomi atau ekonomi mengapa para ibu tidak dapat menyusui anak-anak mereka.

Misalnya, beberapa ibu yang harus kembali bekerja atau memiliki bentuk puting yang tidak sempurna. “Ini menjadi salah satu alasan yang dapat membuat ibu tidak dapat menyusui bayi,” kata dia.

American Academy of Pediatrics memang merekomendasikan para ibu menyusui secara eksklusif selama enam bulan dan terus menyusui saat makanan diperkenalkan sampai setidaknya 12 bulan.

Nutrisi yang cukup tentu saja, penting untuk bayi dalam tumbuh dan kembangnya.

Ini juga hal yang harus Moms cari tahu jika Moms berpikir bayi susah naik berat badan seperti yang diharapkan.

Sebenarnya, semua bayi tumbuh dengan kecepatannya sendiri, tetapi kenaikan berat badan bayi cenderung mengikuti pola yang cukup konsisten.

Bayi baru lahir yang menyusui ASI dapat kehilangan hingga 10% dari berat lahir selama minggu pertama. Memasuki minggu kedua, bayi harus mendapatkan kembali berat badannya yang hilang.

Setelah itu, selama tiga bulan ke depan, bayi ASI harus memiliki berat badan yang bertambah sekitar satu ons sehari.

Baca Juga: Mengenal 4 Ragam Jenis Susu Formula Bayi, Mana yang Paling Cocok?

Alasan Bayi Susah Naik Berat Badan

Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 04.jpg
Foto: Bayi ASI Susah Naik Berat Badan, Apakah Benar 04.jpg

Foto: gettyimages.com

Tentu saja setiap bayi baru lahir berbeda, dan beberapa anak biasanya tumbuh lebih lambat daripada yang lain.

Jadi, selama bayi Anda menyusui dengan baik, kenaikan berat badan yang lebih lambat mungkin tidak menjadi masalah.

Ada sejumlah alasan mengapa bayi mungkin tidak mendapatkan ASI yang cukup untuk menambah berat badan secara konsisten.

Bisa jadi jika pelekatan mulut bayi ke payudara tidak sempurna saat menyusui, ASI tidak dapat keluar dengan baik.

Bisa jadi Moms yang jarang menyusui membuat bayi susah naik berat badan. Bayi baru lahir harus menyusi setidaknya setiap dua hingga empat jam sepanjang hari dan malam selama enam hingga delapan minggu pertama.

Bayi harus menyusui selama 8 hingga 10 menit di setiap sisi. Selama beberapa minggu pertama, cobalah untuk membuatnya tetap terjaga dan aktif mengisap selama yang Moms bisa.

Alasan lain adalah bayi yang tidak nyaman saat menyusui. Bisa jadi karena cedera kelahiran, infeksi seperti sariawan di mulutnya, bibir sumbing, lidah yang pendek juga akan menyulitkannya menyusui.

Faktor payudara Moms yang keras, membesar atau puting yang besar juga bisa mempersulit proses menyusui.

Ternyata, banyak faktor yang menyebabkan bayi susah naik berat badan. Jika bayi tetap sehat, aktif dan menyusui dengan baik, tandanya Moms tidak perlu terlalu cemas.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.