28 Desember 2019

5 Mitos Kesehatan Bayi yang Tidak Perlu Dihiraukan Orang Tua

Tidak semua nasehat khususnya yang menyangkut kesehatan bayi, benar dan akurat

Yuk, simak mitos kesehatan bayi berikut ini.

Ketika si kecil hadir dalam hidup kita, maka kakek nenek, teman-teman dan masyarakat sekitar biasanya membanjiri nasehat bagi kita yang baru saja menyandang status orang tua baru.

Namun, perlu diketahui Moms atau Dads, tidak semua nasehat khususnya yang menyangkut kesehatan bayi, benar dan akurat. Nah, berikut beberapa mitos kesehatan bayi yang perlu diketahui para orang tua seperti dikutip dari buku berjudul Baby Facts karya Dr. Andrew Adesman.

Mitos Kesehatan Bayi

1. Obat-obatan yang Dijual Bebas

Mitos Kesehatan Bayi 1.jpg
Foto: Mitos Kesehatan Bayi 1.jpg

Foto: bustle.com

Mitos kesehatan bayi yang pertama adalah terkait obat batuk atau pilek untuk anak yang dijual bebas.

Mitos ini menyebutkan bahwa obat-obatan ini menawarkan pemulihan yang aman dan cepat, serta mencapai penyembuhan yang lebih cepat daripada membiarkan pilek berjalan seperti biasa.

Fakta : Obat pilek dan batuk tidak dianjurkan untuk anak di bawah 4 tahun.

“Pada kenyataannya, obat-obatan tidak bekerja dengan baik dan tidak perlu. Bahkan jika si kecil dapat mengalami overdosis yang bisa menjadi risiko kesehatan yang serius", kata Adesman.

Baca Juga: 8 Obat Alami untuk Atasi Batuk Berdahak pada Anak

2. Obat Herbal

Mitos Kesehatan Bayi 2.jpg
Foto: Mitos Kesehatan Bayi 2.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: shutterstock.com

Obat flu herbal seperti echinacea adalah perawatan yang aman dan efektif untuk bayi yang sakit.

Fakta: Meskipun echinacea biasanya aman, selalu berhati-hati saat menawarkan obat herbal atau alami kepada anak-anak, khususnya bayi.

"Di sisi lain, beberapa obat alami sangat membantu. Misalnya, meskipun madu tidak aman untuk anak-anak di bawah satu tahun, madu sebenarnya cukup baik untuk mengobati batuk," jelas Adesman

3. Mengganti Obat Demam

Mitos Kesehatan Bayi 3.jpg
Foto: Mitos Kesehatan Bayi 3.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Mitos kesehatan bayi yang berikutnya adalah terkait demam. Yakni, tidak masalah untuk mengganti ibuprofen dengan acetaminophen saat mengobati demam.

Fakta : Pengobatan yang berganti-ganti tidak perlu dan dapat menimbulkan risiko bagi anak-anak.

"Demam adalah cara tubuh untuk menghilangkan infeksi. Orang tua kadang-kadang khawatir bahwa demam tinggi akan menyebabkan kejang. Meskipun orang tua ingin menurunkan demam, obat demam yang berganti-ganti bisa beda dosisnya. Namun, jika seorang anak memiliki riwayat kejang, maka pengendalian demam yang lebih agresif mungkin direkomendasikan. " kata Adesman.

Baca Juga: Mengonsumsi Parasetamol dapat Memengaruhi Kesuburan? Ini Penjelasannya

4. Infeksi Telinga

5 Cara Alami Mengatasi Infeksi Telinga Bayi
Foto: 5 Cara Alami Mengatasi Infeksi Telinga Bayi

Foto: everymum.ie

Hampir semua anak mendapat infeksi telinga, yang perlu diobati dengan antibiotik.

Fakta : Infeksi telinga sering terjadi, tetapi dapat dikelola dan tidak selalu dengan antibiotik.

"Ini adalah perubahan besar di Amerika karena selama beberapa dekade, dokter anak sangat agresif dalam mengobati infeksi telinga. Di Skandinavia, di sisi lain, infeksi telinga pada masa kanak-kanak, selama bertahun-tahun, pada umumnya dibiarkan tanpa perawatan,” kata Adesman.

Rekomendasi perawatan dari American Academy of Pediatrics didasarkan pada fakta bahwa 80 persen dari semua anak-anak dengan infeksi telinga (otitis media akut atau AOM) menjadi lebih baik dengan sendirinya, tanpa antibiotik.

5. Vaksin dan Autisme

Mitos Kesehatan Bayi 5.jpg
Foto: Mitos Kesehatan Bayi 5.jpg

Foto: healthline.com

Vaksin menyebabkan autisme. Ini juga merupakan mitos kesehatan bayi yang sering kita dengar.

Fakta: Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme.

"Pada kenyataannya, mungkin ada beberapa peningkatan dalam jumlah anak-anak dengan gangguan spektrum autisme, tetapi para ahli tidak menemukan adanya hubungan peningkatan vaksinasi dengan autisme. Manfaat imunisasi untuk anak Anda dan masyarakat keseluruhan jauh lebih besar daripada risiko apa pun,” kata Adesman.

Nah, itulah 5 mitos kesehatan bayi yang tidak perlu dipercaya, Moms. Jadi, jangan salah kaprah, ya.

Baca Juga: Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

(SERA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.