06 Juli 2019

Perlukah Bayi Tidur Dengan Menggunakan Selimut?

Ketahui waktu tepat untuk memberikan bayi selimut ketika bayi tidur.

Jika Moms merupakan orang tua baru, mungkin akan banyak muncul pertanyaan mengenai kebiasaan bayi tidur.

Apakah bayi tidur cukup? Jam berapa sebaiknya bayi tidur malam? Suara apakah yang keluar saat bayi tidur? Dan pertanyaan lainnya yang mungkin masih belum Moms ketahui jawaban pastinya.

Namun, jika salah satu pertanyaan Moms adalah apakah bayi boleh tidur menggunakan selimut, cek penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Bayi Mendengkur Saat Tidur

Bahaya Bayi Tidur Dengan Selimut

1 Bahaya Bayi Tidur Dengan Selimut.jpg
Foto: 1 Bahaya Bayi Tidur Dengan Selimut.jpg

Foto: snoremagazine.com

Beberapa kasus kematian bayi pernah terjadi karena bayi mati lemas di bawah boneka, selimut, dan bantal saat bayi tidur.

“Bayi masih belum memiliki kekuatan otot dan koordinasi yang baik untuk menangani atau menggeser barang-barang yang mengganggunya, layaknya anak yang lebih besar atau orang dewasa,” ungkap Dr. Diane Arnaout dari Cook Children’s Willow Park, seperti dikutip dari checkupnewsroom.com.

Selain kekuatan otot, otak bayi juga masih belum cukup berkembang untuk membangunkan dirinya sendiri saat berada dalam situasi yang berbahaya.

Misalnya seperti saat wajah bayi terbentur di kasur empuk atau selimut yang melilit leher saat bayi tidur. Hal-hal ini sangat rentan terjadi jika lingkungan bayi tidur kurang aman.

Waktu Tepat Menggunakan Selimut

2 Waktu Tepat Menggunakan Selimut.jpg
Foto: 2 Waktu Tepat Menggunakan Selimut.jpg

Foto: youandmie.com

American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk tidak meletakkan benda apapun di sekitar tempat bayi tidur setidaknya hingga Si Kecil berusia satu tahun. Termasuk meletakkan bantal, selimut, dan boneka.

Hal ini dilakukan untuk mencegah bayi mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yang membahayakan nyawa bayi.

Setelah satu tahun, bayi baru dapat menggunakan selimut saat bayi tidur, namun tetap dengan cara yang aman.

“Pastikan itu adalah selimut yang kecil dan bukan sesuatu yang dapat melilit area leher bayi tidur,” ungkap Dokter spesialis pernapasan anak sekaligus Direktur Medis dari Laboratorium di Rumah Sakit Anak Stollery, Edmonton, seperti dikutip dari Joanna MacLean, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Baca Juga : Tips Memilih Baju Tidur Bayi

Bayi Kedinginan

3 Bayi Kedinginan.jpg
Foto: 3 Bayi Kedinginan.jpg

Foto: kveller.com

Merupakan hal yang normal jika Moms khawatir bayi kedinginan karena tidak menggunakan selimut saat bayi tidur.

Namun sebenarnya, bayi dapat memiliki tingkat kehangatan yang cukup hanya dari pakaian yang Moms pilihkan untuk bayi tidur.

Kenakan pakaian tidak lebih dari satu lapisan tambahan saat bayi tidur. Pilih bahan pakaian bayi tidur yang lembut dan nyaman, seperti katun yang akan menghangatkan tubuh bayi tidur.

Pertahankan juga suhu nyaman di kamar bayi tidur, sekitar 21-22 derajat celsius.

Jika tetap ingin menggunakan selimut saat bayi tidur, pilih kantong tidur khusus bayi yang khusus dirancang untuk bayi tidur.

Secara berkala, cek juga apakah Si Kecil merasa kedinginan, kepanasan atau cukup saat bayi tidur.

Jika Si Kecil kepanasan, biasanya bagian dada bayi akan terasa hangat, wajahnya merah, bernapas dengan cepat, serta bayi mengeluarkan keringat.

Sebaliknya, jika bayi merasa kedinginan, maka bagian dada bayi juga akan terasa dingin.

Sekarang Moms sudah tahu kan kapan bayi perlu menggunakan selimut saat tidur atau tidak?

(GS/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.