11 September 2019

Perlukah Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Sampai Botak?

Menggunduli rambut bayi tidak berpengaruh pada ketebalan rambut atau bagaimana rambutnya tumbuh.

Ada banyak mitos seputar mencukur rambut bayi sampai botak, dan kebanyakan dipengaruhi oleh tradisi.

Beberapa komunitas percaya bahwa rambut bayi harus dicukur gundul oleh orang yang dituakan dalam komunitas tersebut sampai bayi berusia tertentu.

Sementara yang lainnya percaya bahwa mencukur habis rambut pertama bayi membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebih lebat.

Namun, tidak sedikit pula orang yang tidak memercayai berbagai mitos tersebut. Mungkin salah satunya adalah Moms.

Jadi, perlukah Moms mencukur rambut bayi yang baru lahir sampai botak atau membiarkannya? Baca artikel ini hingga selesai untuk menemukan jawabannya.

Tradisi Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Hingga Botak

shutterstock 505908193
Foto: shutterstock 505908193

Tradisi mencukur rambut bayi hingga botak dianggap sebagai sebuah simbol.

Rambut yang ada di kepala bayi merupakan “rambut lahir” yang tumbuh selama di dalam rahim dan itu sesuatu yang penting.

Sehingga mencukurnya dipercaya memungkinkan menghilangkan “rambut lahir” dan menyimpannya untuk keberuntungan dan perlindungan sang bayi.

Moms diharuskan untuk mengambil rambut yang sudah dicukur, membundelnya dengan kain atau tali, kemudian menyimpannya dengan aman sebagai simbol keberuntungan.

Beberapa orang percaya bahwa memasukkan “rambut lahir” ke bantal bayi akan membantunya tidur lebih nyenyak. Sementara yang lainnya mengubah rambut tersebut menjadi pajangan sebagai kenang-kenangan.

Di masa lalu, orang-orang biasanya mencukur semua “rambut lahir” bayi, kecuali di bagian atas kepala.

Tetapi karena dianggap agak ketinggalan zaman, sekarang ini orang-orang lebih memilih untuk mencukur gundul rambut buah hatinya. Meskipun ada juga yang hanya memangkas sedikit saja demi memenuhi ritual tradisi.

Baca Juga : 4 Bahan Alami untuk Merawat Rambut dan Kepala Bayi Sejak Lahir Agar Tumbuh Sehat

Benarkah Mencukur Rambut Bayi Sampai botak Membuat Rambut Tumbuh Lebih Lebat?

shutterstock 418151767
Foto: shutterstock 418151767

Menggunduli rambut bayi tidak berpengaruh pada ketebalan rambut atau bagaimana rambutnya tumbuh.

Alasannya, rambut tumbuh dari folikel yang berada di bawah permukaan kulit kepala. Jadi, apapun yang dilakukan pada rambut dari luar kepala tidak akan berpengaruh pada rambut yang berkembang di dalam folikel.

Tidak jarang bayi mengalami kerontokan sebagian atau seluruh rambutnya selama beberapa bulan pertama kelahiran. Biasanya terjadi ketika bayi berusia sekitar 4 bulan.

Rambut yang tumbuh setelahnya bisa jadi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh, menjadi keriting, lebih lurus, lebih tebal, lebih tipis, ataupun dengan warna yang berbeda.

Tidak peduli apakah sebelumnya Moms mencukur rambut bayi atau tidak. Itu semua tergantung pada gen.

Baca Juga : Kapan Sebaiknya Rambut Bayi Dipotong untuk Pertama Kalinya?

Jadi, Perlukah Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Sampai Botak?

shutterstock 661382890
Foto: shutterstock 661382890

Sebenarnya para ahli kesehatan tidak menyarankan penggunaan pisau cukur untuk mencukur rambut bayi, karena pisau cukur dapat dengan mudah memotong kulit kepala bayi. Bahkan lebih buruknya lagi, mungkin menghilangkan lapisan kulit kepala bayi.

Selain menggunakan alat yang lebih aman untuk bayi, Moms mungkin tidak perlu menggunduli Si Kecil, cukup cukur seperlunya jika itu untuk ritual tradisi atau potong pendek untuk merapikannya.

Alasan mencukur rambut bayi sampai botak memang beragam. Banyak yang melakukannya untuk alasan tradisi, sementara beberapa lainnya hanya untuk mencoba keberuntungan.

Pada akhirnya, keputusan untuk melakukan tergantung pada pilihan pribadi Moms sebagai orang tua.

Satu hal yang pasti, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencukup rambut bayi akan membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebih lebat, karrena seperti yang disebutkan di atas, mencukur tidak memengaruhi apa yang terjadi di dalam folikel.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.