26 May 2024

4+ Jenis Perundungan pada Anak, Cegah Sedini Mungkin

Jangan sepelekan kasus perundungan pada anak, Moms!

Perundungan atau bullying menjadi kasus yang tengah marak terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Tak hanya terjadi pada orang dewasa, beberapa waktu belakangan, kasus bullying juga tengah marak terjadi pada sekelompok anak-anak di sekolah

Seperti dilansir dari Stopbullying.gov perundungan adalah sebuah perilaku agresif dengan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan yang nyata.

Hal ini dilakukan oleh sekelompok orang atau individu kepada lainnya yang dapat menyebabkan trauma kepada korban perundungan.

Dengan begitu, bullying bagai mimpi buruk bagi sebagian anak-anak. Mimpi ini menghasilkan dampak buruk untuk kesehatan mental, bahkan fisik bagi anak-anak.

Maka dari itu, para orang tua disarankan untuk mengetahui dan mengawasi kehidupan Si Kecil di luar rumah.

Tak ada salahnya untuk bertanya mengenai kegiatan sehari-hari anak di sekolah untuk menghindari atau mencegah hadirnya kasus intimidasi pada Si Kecil.

Nah, untuk menghindari dampak buruk bullying, kenali tanda-tanda Si Kecil menjadi korban bullying pada anak.

Baca Juga: 13 Cara Alami Mengatasi Cacar Air pada Anak yang Bisa Dicoba

Cara Membedakan Bercanda dan Perundungan pada Anak

Anak di Bully (Orami Photo Stock)
Foto: Anak di Bully (Orami Photo Stock)

Anak pasti pernah mengalami saat dimana ia digoda oleh teman-temannya dan umumnya hal ini dilakukan dalam konteks bercanda.

Namun, saat perlakukan tersebut berubah menjadi menyakiti secara perkataan maupun fisik dan berlangsung secara terus menerus, hal tersebut telah masuk ke ranah bullying dan harus segera dihentikan.

Bullying adalah perlakuan menyakiti seseorang dengan melakukan kekerasan fisik, verbal, maupun psikologis secara sengaja.

Tindakan kekerasan sudah dapat dikatakan termasuk bullying apabila:

  • Mendorong, meninju, atau menekan
  • Menyebut nama panggilan atau menyebarkan rumor
  • Menyakiti lewat media sosial, internet, dan ponsel atau disebut cyberbullying

Baca Juga: 9 Tips Memberikan Makanan untuk Anak Diare, Simak di Sini!

Tanda-Tanda Si Kecil Jadi Korban Perundungan

Anak Terkena Bully (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Terkena Bully (Orami Photo Stock)

Setiap orangtua pasti tidak menginginkan anaknya menjadi korban perundungan di sekolah.

Dengan begitu, Moms perlu memerhatikan tanda jika anak menjadi korban perundungan.

Menurut Dr. Joel Haber, pakar bullying dan penulis Bullyproof Your Child for Life, terdapat beberapa tanda Si Kecil menjadi korban bullying, seperti:

  • Enggan atau menolak untuk pergi ke sekolah
  • Menolak untuk mendiskusikan kegiatan di sekolah
  • Tidak mau mengikuti kegiatan sepulang sekolah atau bermain dengan teman lama
  • Tampak lebih lapar dari biasanya sepulang sekolah
  • Menunjukkan tanda-tanda tekanan fisik seperti sakit kepala, sakit perut, atau mual
  • Prestasi di sekolah tiba-tiba menurun
  • Bersikap cemberut, marah, dan sering ingin ditinggal sendiri
  • Tidak seperti biasanya menggunakan bahasa yang buruk
  • Mulai meminta lebih banyak makan siang atau uang transportasi tanpa alasan jelas
  • Memiliki memar atau cedera yang tidak dapat dijelaskan

Baca Juga: Lingkar Kepala Bayi Normal Usia 0-2 Tahun dan Cara Ukurnya

Jenis-Jenis Perundungan

Anak Terkena Bully (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Terkena Bully (Orami Photo Stock)

Perudungan tak hanya terjadi secara fisik saja Moms.

Terdapat pula beberapa jenis perundungan non fisik.

Seperti yang dilansir dari Verywellmind, berikut tanda-tanda perundungan pada anak:

1. Perundungan Fisik

Jenis pertama adalah perundungan fisik, yang paling mudah ditemukan.

Pada jenis ini, biasanya ditandai dengan adanya aktivitas fisik yang mengancam korban, seperti:

  • Pemukulan atau kekerasan
  • Mencuri atau menghancurkan barang-barang korban

2. Perundungan Verbal

Jenis bullying selanjutnya adalah perundungan verbal.

Sesuai dengan namanya, pada jenis bullying ini biasanya menggunakan verbal atau kata-kata, misalnya:

  • Kata-kata yang tidak sopan
  • Kata yang menyakitkan
  • Labelling
  • Ancaman

Dalam jurnal Enviromental Research and Public Health ditemukan, hinaan adalah bentuk intimidasi verbal yang paling umum dialami anak-anak berusia 7-10 tahun

Baca Juga: 15 Program Bank Tabungan Pendidikan Anak, Yuk Persiapkan!

3. Perundungan Siber

Perundungan siber menjadi salah satu jenis bullying yang memiliki dampak berbahaya bagi anak-anak.

Umumnya, bullying siber terjadi melalui perangkat elektronik, seperti:

  • Komputer
  • Ponsel pintar
  • Tablet

Bentuk bullying siber dapat terjadi melalui:

Biasanya, bullying ini terjadi dengan adanya unggahan atau pengiriman konten berbahaya yang menyebabkan penghinaan.

4. Perundungan Relasional

Jenis bullying terakhir yang kerap ditemukan adalah perundungan relasional.

Bullying ini juga kerap disebut agresi relasional atau intimidasi sosial.

Jenis bullying ini umumnya bertujuan merusak reputasi korban dengan cara:

  • Mempermalukan korban di depan umum
  • Menyebarkan kabar tidak benar
  • Mengucilkan mereka

Baca Juga: Apakah Car Seat Bayi Perlu Digunakan? Ini Penjelasannya!

Jenis perundungan pada anak lainnya adalah perundungan seksual.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb