19 November 2022

Mengenal Jenis-jenis Rehabilitasi Medik yang Bisa Dilakukan

Fungsinya untuk mengembalikan atau melatih kemampuan pasien untuk beraktivitas

Moms, pernahkah mendengar seputar rehabilitasi medik?

Apakah Moms atau orang terdekat pernah menjalani operasi, mengalami cedera berat, atau mengidap penyakit yang berdampak permanen?

Jika iya, maka dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan rehabilitasi medik.

Di dunia medis, rehabilitasi medik adalah terapi yang dilakukan untuk memulihkan fungsi tubuh yang bermasalah akibat cedera, operasi, atau karena penyakit tertentu.

Tujuan utama dari program rehabilitasi medik adalah mendukung proses pemulihan dan melatih kemampuan tubuh pasien agar bisa kembali bergerak dan beraktivitas seperti sedia kala.

Salah satu contoh program rehabilitasi medik adalah fisioterapi.

Baca Juga: Mengenal Terapi Oksigen, Manfaat, dan Risikonya Bagi Tubuh

Kondisi yang Perlu Dilakukan Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi Medik
Foto: Rehabilitasi Medik (kevinmcmanuslaw)

Terapi rehabilitasi bisa mencakup setiap kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir, anak dan remaja, orang dewasa muda, hingga lanjut usia.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang paling umum bisa ditangani dengan rehabilitasi, misalnya:

  • Penyakit yang menyerang otak, seperti stroke, multiple sclerosis, atau cerebral palsy.
  • Cedera dan trauma yang mengganggu sistem gerak, termasuk patah tulang, luka bakar, cedera otak, dan cedera tulang belakang.
  • Nyeri kronis, seperti sakit pinggang dan sakit leher bertahun-tahun.
  • Kelelahan kronis usai pemulihan dari penyakit infeksi, gagal jantung, atau penyakit pernapasan.
  • Lansia dengan keterbatasan gerak.
  • Efek samping pengobatan penyakit tertentu, seperti kanker.
  • Operasi pada tulang atau sendi dan amputasi.
  • Nyeri sendi yang berlangsung menahun.

Baca Juga: Mengenal Serba-serbi Tentang Fisioterapi, Sudah Tahu Moms?

Sementara pada anak-anak, rehabilitasi medik umumnya dilakukan akibat beberapa penyebab, seperti:

  • Kelainan genetik atau cacat lahir.
  • Keterbelakangan mental.
  • Penyakit otot dan saraf.
  • Gangguan perkembangan atau kelainan sensorik.
  • Autisme dan kondisi sejenisnya.
  • Terlambat bicara dan gangguan sejenisnya.

Selain kondisi yang bersifat medis, terapi rehabilitasi medik juga bisa dilakukan pada orang sehat yang aktif berolahraga, seperti atlet atau binaragawan.

Namun bagi mereka, terapi dilakukan untuk mencegah dan mengatasi cedera akibat aktivitas fisik berat.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Ikan Nilem, Ikan Dokter yang Kerap Dipakai Terapi

Berbagai Jenis Terapi dalam Rehabilitasi Medik

Berbagai Jenis Terapi dalam Rehabilitasi Medik (Orami Photo Stock)
Foto: Berbagai Jenis Terapi dalam Rehabilitasi Medik (Orami Photo Stock)

Ada berbagai macam program latihan, teknik perawatan fisik, serta pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis untuk memulihkan kondisi kesehatan pasiennya.

Jenis penanganan dan program yang diberikan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Berikut ini beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan oleh seorang dokter rehabilitasi medik:

1. Terapi Okupasi

Mengutip Understood For All, terapi okupasi adalah perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medik dan occupational therapist untuk membantu pasien dengan keterbatasan fisik atau mental.

Dengan terapi okupasi, pasien akan dibimbing dan dilatih supaya mereka mampu beraktivitas serta hidup lebih mandiri dan produktif.

Saat terapi okupasi dilakukan, maka dokter akan memperhatikan dan menilai kesulitan yang dihadapi pasien dalam melakukan kegiatan.

Dari sana dokter akan memberikan pelatihan yang sesuai guna mempermudah pasien dalam melakukan aktivitas tersebut.

Misalnya, pasien stroke akan diajarkan keseimbangan tubuh, mengajarkan kembali cara makan, minum, mandi, berpakaian, atau berjalan, serta mengajarkan cara menggunakan alat bantu, seperti kursi roda.

Baca Juga: Dwi Sasono Direhab, Ini 4 Artis yang Pernah Menjalani Rehabilitasi

2. Fisioterapi

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi serta kekuatan sendi dan otot.

Terapi ini umumnya akan dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis dengan bantuan para fisioterapis.

Dengan menjalani fisioterapi, maka keterbatasan gerak bisa teratasi, sehingga kemampuan mereka untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, berjalan, dan menaiki tangga akan menjadi lebih baik.

Umumnya terapi ini sangat dianjurkan bagi pasien yang mengalami cedera, gangguan fisik, dan pergerakan yang terbatas.

Misalnya, pada pasien stroke, saraf terjepit, yang baru menjalani operasi tulang atau saraf, serta yang menjalani amputasi.

3. Terapi Bicara

Latihan yang diberikan ini dimaksudkan untuk memperkuat otot-otot di wajah dan tenggorokan.

Melalui terapi bicara, dokter dan terapis bisa membantu pasien yang mengalami gangguan bicara, sulit untuk merangkai kata, dan gangguan menelan agar bisa berbicara serta makan dan minum lebih lancar.

Tak hanya dilakukan untuk anak yang telat bicara, terapi ini bisa dilakukan pada pasien dengan beberapa kondisi.

Di antaranya, seperti gagap, stroke, apraksia, disartria, kerusakan saraf tenggorokan dan pita suara, disfagia, demensia, atau gangguan mental tertentu, seperti ADHD dan autisme.

Baca Juga: Ini 4 Metode Terapi Berbicara Terbaik untuk Balita

4. Terapi Lainnya

Rehabilitasi Medik (Orami Photo Stock)
Foto: Rehabilitasi Medik (Orami Photo Stock)

Tak hanya terapi fisik, okupasi, dan wicara, ada juga beberapa jenis terapi lain yang termasuk dalam rehabilitasi medik menurut U.S. National Institute of Child Health and Human Development:

  • Terapi kognitif dilakukan untuk mengatasi gangguan ingatan, pemusatan perhatian, serta aspek sejenisnya yang berkaitan dengan kemampuan berpikir.
  • Terapi farmako rehabilitasi dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan guna memulihkan fungsi fisik atau psikis.
  • Terapi rekreasional dilakukan untuk meningkatkan kesehatan sosial dan emosional melalui seni, permainan, latihan relaksasi, dan terapi dengan hewan.
  • Terapi vokasional dilakukan untuk membangun kemampuan yang dibutuhkan pasien ketika bersekolah atau bekerja.
  • Terapi seni atau musik dilakukan untuk membantu pasien mengungkapkan emosi, meningkatkan kemampuan belajar, dan bersosialisasi.

Rehabilitasi medik adalah serangkaian proses untuk memulihkan fungsi fisik, psikologis, maupun sosial seseorang.

Jadi, selama rehabilitasi, pasien akan mengikuti rangkaian terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan masalah yang dialami.

Selain itu, masa rehabilitasi tentu memakan waktu yang bisa cukup lama.

Meski demikian, seluruh prosesnya akan sangat membantu pasien dalam menjalani kehidupannya seoptimal mungkin.

  • https://www.nichd.nih.gov/health/topics/rehabilitation-medicine/conditioninfo/activities
  • https://www.understood.org/articles/en/occupational-therapy-what-you-need-to-know
  • https://medlineplus.gov/rehabilitation.html
  • https://blog.rehabselect.net/7-types-of-rehabilitation-therapy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.