22 Oktober 2022

Cedera Bahu: Gejala, Penyebab, dan Langkah Pengobatan serta Pemulihan yang Dapat Dilakukan

Serba-serbi cedera bahu dan langkah penanganannya

Dalam kasus yang umum terjadi, cedera bahu dapat dipicu oleh aktivitas harian sederhana, seperti mengangkat tas atau melakukan pekerjaan rumah tangga.

Bahu sendiri adalah sendi yang mudah digerakkan, tetapi tidak stabil. Otot, ligamen, dan tendon pada bahu harus bekerja bersama agar sendi tetap stabil.

Kelemahan pada salah satunya akan memicu ketidakstabilan yang berujung pada cedera bahu. Berikut ini serba serbi cedera bahu lebih lanjut!

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Engkel, Catat Moms!

Gejala yang Muncul pada Penderita Cedera Bahu

Sakit Bahu
Foto: Sakit Bahu (Freepik.com/master1305)

Cedera bahu dapat terjadi pada siapa saja. Dilansir dari Cleveland Clinic, gejalanya ditandai dengan beberapa kondisi berikut ini:

  • Perubahan bentuk bahu, yang terlihat lebih kotak.
  • Muncul benjolan di dekat bahu.
  • Lengan terlihat tidak terletak pada posisi yang seharusnya.
  • Mengalami pembengkakan dan memar di sekitar bahu.

Selain dari tampilan fisiknya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah nyeri bahu dan sulit untuk digerakkan.

Bukan itu saja, otot di sekitar area yang terkena juga terasa tegang, bahkan bisa saja mengalami mati rasa dari leher hingga jari tangan.

Bahu adalah sendi yang memberikan jangkauan gerak terluas di dalam tubuh. Sendi pada bahu memungkinkan lengan berputar ke segala arah.

Sejumlah gejala tersebut rentan terjadi saat melakukan aktivitas olahraga dalam intensitas berat atau melakukan gerakan berulang.

Rasa sakit dan intensitas keparahannya sendiri biasanya berkembang secara bertahap, dan memicu komplikasi serius jika tidak segera diatasi.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami sejumlah gejala yang disebutkan. Apalagi, jika gejala tidak membaik dalam waktu berhari-hari.

Baca juga: Cedera Otot: Gejala, Penyebab, dan Langkah Mengatasinya

Penyebab Cedera Bahu

Bahu Sakit
Foto: Bahu Sakit (Freepik.com/master1305)

Dilansir dari University of Michigan Health, cedera adalah penyebab paling umum dari nyeri bahu. Jenis yang pertama adalah cedera mendadak.

Cedera ini disebabkan karena terjatuh pada lengan dalam posisi terlentang, tekanan langsung ke bahu, dan bahu menekuk tidak normal.

Jika terkena saraf dan pembuluh darah, kondisi tersebut memicu mati rasa, kesemutan, kelemahan, terasa dingin, atau memar.

Kondisi Penyebab Cedera Bahu Mendadak

Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab cedera mendadak:

  • Memar akibat robekan pembuluh darah kecil karena terpelintir, terbentur, atau jatuh.
  • Cedera pada ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang ke tulang dan membantu menstabilkan sendi bahu.
  • Cedera pada saraf, seperti neuropati pleksus brakialis.
  • Kerusakan pada salah satu tendon atau lebih akibat pukulan langsung atau peregangan berlebihan.
  • Patah tulang akibat terpelintir, pukulan langsung, atau menahan beban tubuh saat terjatuh.

Penyebab Cedera Bahu Akibat Penggunaan Bahu Berlebihan

Jenis selanjutnya adalah cedera akibat penggunaan bahu berlebihan. Gejalanya terjadi secara bertahap akibat penggunaan bahu secara berlebihan.

Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab cedera:

  • Peradangan kantung cairan yang melapisi dan melumasi area sendi.
  • Peradangan pada serat keras yang menghubungkan otot ke tulang (tendinitis).
  • Ketegangan otot.
  • Kekakuan bahu yang berujung pada terbatasnya ruang gerak bahu.
  • Gerakan lengan di atas kepala, yang memicu gesekan atau goresan pada tendon. Hal tersebut memicu peradangan pada tendon.

Penyebab Lainnya

Cedera bahu juga dipicu oleh penyebab lain, seperti:

  • Ketegangan otot atau postur tubuh yang buruk.
  • Kerusakan tulang rawan yang melindungi bantalan sendi bahu (osteoarthritis).
  • Penumpukan kalsium pada tendon bahu.
  • Iritasi atau saraf terjepit.
  • Kanker invasif yang telah menyebar ke tulang bahu.

Jika setelah mengalami beberapa kondisi tersebut bahu terasa sakit, atau muncul gejala lainnya, bisa jadi bahu mengalami cedera.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan guna memastikan kondisi yang Moms alami, agar langkah penanganan dapat dengan tepat dilakukan.

Baca juga: Moms, Ketahui 12 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga

Cara Mengatasi Cedera Bahu

Istirahat
Foto: Istirahat (Freepik.com/gpointstudio)

Pada intensitas ringan, cedera bahu dapat diatasi secara mandiri di rumah.

Langkah tersebut bertujuan untuk meredakan rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan cedera.

Dilansir dari NYU Langone Health, berikut ini sejumlah langkah perawatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah

1. Kompres Bahu

Langkah pertama dilakukan dengan mengompres dingin. Caranya dapat dilakukan dengan membungkus es menggunakan handuk.

Tempelkan selama 15-20 menit di bagian yang terkena, sebanyak 3-4 kali sehari.

Setelah nyeri dan bengkaknya mereda, selanjutnya kompres menggunakan handuk yang sudah direndam air hangat.

Kompres kedua dilakukan selama 20 menit. Tujuannya adalah mengendurkan otot-otot yang tegang di area bahu.

2. Mengistirahatkan Bahu

Setelah melakukan kompres, istirahatkan bahu dalam beberapa saat.

Jangan mengangkat beban berat atau melakukan gerakan berulang hingga bahu benar-benar membaik.

Jika dirasa terlalu nyeri untuk digerakkan, sebaiknya istirahatkan seharian. Jangan terlalu lama mengistirahatkan, karena justru dapat melemahkan otot yang cedera.

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit seketika, Moms dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotik, seperti paracetamol.

Segera hentikan pemakaian obat setelah rasa sakitnya mereda.

Jika cedera bahu dirasa sangat parah, segera periksakan diri ke dokter untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.

Langkah pengobatan cedera bahu dalam intensitas parah dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Pemasangan alat penyangga khusus agar bahu tidak dapat digerakkan. Lama pemakaian penyangga tergantung pada intensitas cedera.
  • Reposisi bahu dengan mengembalikan tulang lengan yang bergeser kembali ke posisi semula. Prosedur dilakukan dengan pembiusan.
  • Prosedur operasi yang dilakukan jika cedera sudah terjadi berulang kali. Tujuannya untuk memperbaiki posisi dan mengencangkan jaringan yang lemah atau robek.

Setelah prosedur operasi dilakukan, fisioterapi diperlukan untuk mengembalikan jangkauan gerak penderita.

Selain itu, fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas sendi, sehingga penderita dapat beraktivitas seperti biasanya.

  • https://nyulangone.org/conditions/shoulder-sprains-strains-tears/types#:~:text=A%20shoulder%20tear%20is%20an,muscle%2C%20or%20the%20labrum%20completely.
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/common-shoulder-injuries/
  • https://www.uofmhealth.org/health-library/shoul
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8291-rotator-cuff-tears-overview

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.