30 Maret 2023

Kenali Pengertian Saham, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Jika dilakukan dengan tepat, saham juga bisa memberikan keuntungan yang lumayan lho, Moms
Kenali Pengertian Saham, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Foto: Orami Photo Stock

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling populer, baik bagi investor pemula hingga profesional.

Kepopuleran saham sebagai salah satu instrumen investasi tak hanya dilakukan para milenial maupun pekerja, tapi juga para ibu dan perempuan Indonesia.

Meskipun Moms disibukkan dengan serangkaian kegiatan, tapi ketekunan berinvestasi saham bisa jadi salah satu cara untuk mencapai tujuan finansial.

Bahkan, jika dilakukan dengan tepat, investasi jenis ini juga bisa memberikan keuntungan yang lumayan lho, Moms.

Terlebih kini berinvestasi saham menjadi lebih mudah karena kecanggihan teknologi yang memungkinkan Moms untuk berinvestasi di mana pun dan kapan pun.

Namun, pastikan uang yang digunakan untuk berinvestasi adalah dana tak terpakai alias uang 'dingin' yang dialokasikan khusus untuk investasi jenis ini.

Hal ini dilakukan agar cashflow rumah tangga tetap sehat dan bisa menggunakan uang belanja semaksimal mungkin tanpa harus merogoh dana yang telah diinvestasikan.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang investasi saham, dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai pengertian, jenis dan contohnya.

Simak juga apa saja kelebihan dan kekurangan dari investasi saham.

Baca Juga: 7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

Pengertian Saham

Saham
Foto: Saham (Orami Photo Stock)

Menurut jurnal Social Security Bulletin, saham adalah sekuritas yang mewakili kepemilikan sebagian kecil dari perusahaan.

Instrumen investasi ini memberikan hak kepada pemilik investasi atas proporsi aset dan keuntungan perusahaan yang sama dengan jumlah investasi yang mereka miliki.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut BEI, investasi saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dalam hal ini, jika Moms berinvestasi saham maka Moms ikut menanamkan modal pada perusahaan tersebut dan punya klaim atas pendapatan perusahaan.

Sederhananya, investasi saham adalah semacam bukti kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan atau badan usaha.

Jika Moms memiliki saham di perusahaan X, maka Moms adalah bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

Kepemilikan ini ditentukan oleh jumlah investasi yang dimiliki seseorang terhadap jumlah investasi yang beredar.

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 1.000 saham beredar dan satu orang memiliki 100, maka orang tersebut berhak memiliki dan mendapatkan 10% dari aset dan pendapatan perusahaan.

Meski demikian, menurut jurnal University of Pennsylvania Carey Law School, pemegangnya tidak berhak atas bangunan fisik perusahaan.

Dalam hal ini Moms hanya berhak atas kepemilikan yang diterbitkan oleh korporasi.

Korporasi ini adalah jenis organisasi yang khusus karena hukum memperlakukan mereka sebagai badan hukum.

Dengan kata lain, korporasi dapat mengajukan pajak, meminjam, memiliki properti, menggugat, dll.

Sedangkan kantor perusahaan beserta properti lainnya seperti meja dan kursi tetap menjadi milik perusahaan, bukan pemegang saham.

Nah, apabila perusahaan yang Moms pilih untuk berinvestasi ternyata bangkrut, hakim dapat memaksa untuk menjual seluruh aset perusahaan.

Tapi saham yang Moms miliki tidak berpengaruh karena pengadilan tidak memiliki wewenang untuk memaksa Moms menjual aset milik pribadi.

Demikian pula, jika pemegang saham ini mengalami bangkrut, dia tidak dapat menjual aset perusahaan untuk melunasi kreditornya.

Baca Juga: Ingin Investasi Emas? Inilah 4 Hal yang Perlu Kita Ketahui

Jenis dan Contoh Saham

Saham
Foto: Saham (Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui pengertian saham dan cara kerjanya, kini saatnya Moms memahami jenis saham agar tidak salah pilih ketika berinvestasi.

Mengerti jenis dan contoh investasi ini juga bisa meminimalisir diri untuk terhindar dari risiko kerugian.

Berikut ini jenis dan contohnya, melansir dari U.S. Securities and Exchange Commission.

1. Saham Biasa (Common Stocks)

Investasi jenis ini adalah jenis yang paling umum dan populer di kalangan investor.

Investasi jenis ini biasanya mewakili kepemilikan di perusahaan dan klaim (dividen) atas sebagian dari keuntungan.

Meski begitu, pemilik atau pemegang dari investasi saham biasa punya keterbatasan.

Namun, keuntungan yang diperoleh ialah apabila terjadi risiko terburuk, seperti perusahaan bangkrut, maka kerugian maksimum akan ditanggung pemegang dari sejumlah investasi pada saham tersebut.

Selain itu, investasi jenis ini sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

Karena melewati pertumbuhan modal dan menghasilkan keuntungan atau return yang lebih tinggi dibandingkan jenis investasi saham lainnya.

Tapi, perlu diingat bahwa return yang tinggi ini diiringi dengan risiko dan biaya yang besar.

Baca Juga: 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

2. Saham Preferen (Preferred Stocks)

Saham yang satu ini merupakan gabungan dari obligasi dan saham biasa. Hal ini karena banyaknya investor yang lebih memilih dengan penghasilan tetap seperti obligasi.

Namun, secara umum, investasi jenis ini memiliki karakteristik mirip dengan saham biasa.

Moms mewakili beberapa tingkat kepemilikan di perusahaan tetapi biasanya tidak memiliki hak suara yang sama.

Tapi pada saham preferen, investor biasanya dijamin mendapatkan dividen tetap selamanya. Ini berbeda dengan jenis biasa yang memiliki dividen variabel yang tidak pernah dijamin.

Keuntungan lainnya adalah dalam hal likuidasi pemegang investasi jenis ini dilunasi sebelum pemegang saham biasa (tetapi masih setelah pemegang utang).

Investasi saham jenis ini juga dapat melakukan klaim atas laba atau aktiva sebelumnya.

Artinya, perusahaan memiliki opsi untuk membelinya dari pemegang saham kapan saja dengan alasan apa pun (biasanya dengan harga premium).

3. Perbedaan Kelas pada Saham

Saham biasa dan saham preferen adalah 2 jenis dan contoh utama dari investasi jenis ini.

Tapi, perusahaan juga bisa menyesuaikan kelas dan klasifikasi investasinya sesuai dengan keinginan investor.

Biasanya hal ini terjadi ketika perusahaan menginginkan hak suara tetap pada kelompok tertentu.

Oleh karena itu, perbedaan kelas dan klasifikasi investasi saham hanya diberikan untuk kalangan tertentu atau situasi mendesak saja.

Misalnya, satu kelas saham akan dipegang oleh kelompok terpilih yang diberi 10 suara per saham.

Sementara kelas kedua akan dikeluarkan untuk mayoritas investor yang diberi satu suara per saham.

Baca Juga: Bolehkah Investasi Pendidikan Digabung dengan Investasi Lainnya?

Keuntungan Investasi Saham

Saham
Foto: Saham (Freepik.com/drobotdean)

Jika Moms masih ragu apakah investasi saham mendatangkan keuntungan, maka sebaiknya Moms mengetahui 5 keuntungan dari investasi jenis ini. Yuk, simak!

1. Mengambil Keuntungan dari Pertumbuhan Ekonomi

Seiring pertumbuhan ekonomi semakin meroket, maka pendapatan perusahaan semakin meningkat.

Hal ini karena pertumbuhan ekonomi menciptakan lapangan pekerjaan, pendapatan, dan penjualan.

Semakin besar pendapatan maka semakin tinggi permintaan konsumen yang akan memberikan keuntungan tinggi bagi perusahaan.

Hal ini masuk dalam siklus bisnis yakni ekspansi, puncak, kontraksi, dan palung.

2. Cara Terbaik untuk Terhindar dari Inflasi

Melansir dari Federal Reserve Bank of St. Louis, saham memiliki return atau keuntungan sebesar 10%.

Keuntungan ini lebih besar daripada tingkat inflasi rata-rata tahunan.

Baca Juga: 5 Fakta Investasi Logam Mulia yang Sedang Naik Daun

3. Mudah Dibeli

Pasar saham memudahkan untuk membeli saham perusahaan. Moms dapat membelinya melalui broker, perencana keuangan, atau online.

Bahkan kini telah banyak e-commerce dan aplikasi investasi yang memfasilitasi penggunanya untuk berinvestasi jenis ini secara online bahkan tanpa komisi.

4. Mudah Dijual

Pasar saham memungkinkan Moms untuk menjual kapan pun dan di mana pun.

Para ekonom menggunakan istilah "likuid" yang berarti Moms dapat mengubah investasi jenis ini menjadi uang tunai dengan cepat dan dengan biaya transaksi yang rendah.

Hal ini penting terlebih ketika Moms membutuhkan dana berupa uang tunai untuk kebutuhan mendesak.

5. Menghasilkan Uang dengan Dua Cara

Cara pertama ialah berinvestasi saham ketika harganya sedang rendah lalu menjualnya dengan harga tinggi.

Umumnya, mereka berinvestasi pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan cepat dan menghargai value perusahaan.

Kemudian, cara kedua ialah mengambil keuntungan dari pendapatan pendapatan perusahaan dan harga saham yang tumbuh dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Untuk Pemula, Ini Dia 3 Cara Investasi Emas yang Aman!

Kekurangan Investasi Saham

Saham
Foto: Saham (Orami Photo Stock)

Setelah memahami keuntungan dari investasi jenis ini, kini saatnya mempertimbangkan kerugian saham.

Memang saham mendatangkan keuntungan paling tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Namun, bukan berarti saham tidak memiliki kekurangan.

Mengetahui kekurangan investasi jenis ini dapat meminimalisir kerugian dan mencocokkan dengan portofolio risiko yang Moms miliki. Berikut penjelasannya.

1. Risiko

Moms dapat kehilangan seluruh dana investasi apabila kinerja perusahaan tersebut menurun atau memburuk.

Jika hal ini terjadi, biasanya investor akan menjual harga sama dengan lebih rendah ketika harga beli.

Dengan demikian, Moms akan kehilangan dana investasi awal. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya Moms membeli obligasi.

2. Butuh Waktu untuk Belajar Saham

Dalam jurnal IRS, jika membeli saham sendiri tanpa menggunakan manajer investasi atau robot investasi, maka Moms harus meneliti setiap perusahaan.

Hal ini penting dilakukan untuk menentukan seberapa menguntungkan perusahaan tersebut sebelum mulai berinvestasi.

Selain itu, Moms juga harus belajar bagaimana membaca laporan keuangan dan laporan tahunan serta mengikuti perkembangan perusahaan di berita.

Moms juga harus memantau pasar-pasarnya.

Baca Juga: Hati-hati, Emosi yang Tak Stabil Dapat Pengaruhi Kehamilan

3. Emosi yang Tak Stabil

Harga saham naik dan turun detik demi detik membuat emosi seseorang tidak stabil.

Hal ini mengakibatkan kecenderungan membelinya dengan harga tinggi, atau membeli karena serakah hingga menjual saham terlalu cepat karena takut ketika harga saham anjlok.

Hal terbaik untuk mengatasi hal ini ialah dengan tidak melihat fluktuasi harga investasi jenis ini terus menerus, namun pastikan untuk selalu mengecek secara rutin.

4. Persaingan Profesional

Investor institusi dan trader profesional memiliki lebih banyak waktu dan pengetahuan untuk meraup keuntungan berlimpah dari investasi.

Mereka juga memiliki alat perdagangan yang canggih, model keuangan, dan sistem komputer yang dapat digunakan untuk mencari keuntungan.

Sehingga timbul persaingan antara investor pemula dan investor profesional. Tak perlu panik, Moms bisa mencari tahu cara mendapatkan keuntungan sebagai investor individu.

Itulah pengertian, keuntungan, kerugian, hingga jenis dan contoh saham.

Setelah mengetahui penjelasan di atas, apakah Moms berminat untuk melakukan investasi jenis saham?

  • https://www.irs.gov/taxtopics/tc409
  • https://www.finra.org/investors/learn-to-invest/key-investing-concepts/reality-investment-risk
  • https://www.investor.gov/introduction-investing/investing-basics/investment-products/stocks
  • https://scholarship.law.upenn.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=5970&context=penn_law_review
  • https://www.idx.co.id/produk/saham/
  • https://www.ssa.gov/policy/docs/ssb/v63n2/v63n2p38.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.