Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
22 November 2022

Tata Cara Salat Ashar, Lengkap dengan Niat, Bacaan, dan Keutamaannya!

Cari tahu juga ketentuan waktu pelaksanaan salat Ashar di sini
Tata Cara Salat Ashar, Lengkap dengan Niat, Bacaan, dan Keutamaannya!

Salah satu salat wajib lima waktu yang mempunyai jumlah 4 rakaat adalah salat Ashar.

Hal ini karena berada di penghujung hari, banyak yang suka mengakhirkannya dengan alasan lelah misalnya.

Padalah termasuk juga salat ashar, menurut hasil studi Asy-Syariah Journal UIN SGD dalam melaksanakannya, umat Islam tidak boleh asal-asalan, karena salat adalah ibadah yang telah ditentukan waktu dan caranya.

Baca Juga: 12 Nama-Nama Bulan dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Sejarahnya!

Waktu Salat Ashar

Anak dan Ibu Salat

Foto: Anak dan Ibu Salat

Untuk waktu salat Ashar umumnya adalah saat panjang bayangan suatu benda sama dengan tinggi benda tersebut, hingga sampai terbenamnya matahari.

Ini berdasarkan keterangan dari jumhur ulama. Selain itu, dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ

Artinya: “Barangsiapa yang mendapati satu raka’at salat Ashar sebelum matahari tenggelam, maka ia telah mendapatkan salat Ashar.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan dari dalil ini oleh para ulama Syafi’iyah bependapat bahwa salat Ashar memiliki empat waktu sebagai berikut:

  • Utama (waktu fadhilah), yaitu sampai panjang bayangan sama dengan dua kali panjang benda
  • Boleh dan tidak makruh (waktu jawaz bi laa karohah), yaitu mulai ketika panjang bayangan telah dua kali panjang benda hingga matahari menguning
  • Makruh (waktu karohah), yaitu mulai saat matahari menguning hingga mendekati tenggelam
  • Haram (waktu tahrim), yaitu mengakhirkan waktu shalat hingga waktu yang tidak diperkenankan

Baca Juga: 12+ Susu BBLR untuk Bayi Prematur yang Bagus, Harganya Terjangkau!

Tata Cara Salat Ashar

Salat

Foto: Salat

Menurut jumhur ulama seperti Imam Ahmad, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah sebenarnya tidak ada lafadz khusus dalam niat salat.

Sebab niat berasal langsung dari hati, dan tanpa mengatakan pun sudah memiliki makna dikhususkan sesuai dengan hendak apa yang akan dilakukannya.

Tidak ada hadis yang mengatakan jika akan melaksanakan salat harus membaca niat.

Namun jika dilakukan untuk lebih mendapatkan kekhuskan salat, beberapa lafaz niat salat Ashar ini bisa dilakukan:

Bacaan Niat Salat Ashar Makmum

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati ada-an ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya:

"Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.” 

Bacaan Niat Salat Ashar Imam

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati ada-an ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya:

“Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.” 

Untuk rakaat 1:

Untuk rakaat 2, lakukan gerakan dan bacaan seperti pada rakaat pertama tetapi dilakukan tanpa doa Iftitah.

Setelah sujud, dianjutkan dengan tasyahud awal, kemudian berdiri tegap dan membaca ‘Allahuakbar’ dan lanjut ke rakaat 3.

Untuk rakaat 3, lakukan seperti gerakan dan bacaan di rakaat pertama, tetapi dilakukan tanpa doa Iftitah dan langsung menuju gerakan ruku’ setelah membaca surat Al Fatihah.

Untuk rakaat 4, lakukan seperti gerakan dan bacaan di rakaat pertama, tetapi dilakukan tanpa doa Iftitah dan langsung menuju gerakan ruku’ setelah membaca surat Al Fatihah.

Dan setelah sujud yang ke dua, kemudian membaca doa tahiyat akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Dan diakhiri dengan salam.

Baca Juga: Serba-serbi Vignette yang Kerap Digunakan sebagai Filter Foto, Bisa Mempercantik Potret!

Aturan dalam Membaca Niat Salat

Ilustrasi Salat

Foto: Ilustrasi Salat (Freepik.com)

Menurut madzhab Syafi’i, terdapat satu hal yang paling mendasar yang harus diperhatikan dalam membaca niat salat di hati sembari mengangkat tangan dan mengucap takbiratul ihram.

Meski mengucapkan niat sholat dengan mulut sebelum takbiratul ihram juga bukan kewajiban.

Tapi suatu kesunnahan untuk dapat membantu hati, serta mengucapkannya di saat mulut mengucapkan takbiratul ihram.

Sebagai contoh, jika seseorang membaca niat salat Ashar sendiri sebelum takbiratul ihram.

Maka dia mengucapkan niat dengan mulutnya.

Namun di saat takbiratul ihram, hatinya tak mengucapkan niat sama sekali, maka tidak sah niatnya serta tidak sah juga sholatnya.

Dari gambaran tersebut, seandainya terjadi kesalahan pengucapan niat di mulut, tapi benar pengucapan niat salat Ashar di dalam hati.

Maka sebenarnya niat tersebut dianggap sah sehingga dengan kata lain, niat bisa dibaca sebelum maupun bersamaan dengan takbiratul ihram.

Keutamaan Salat Ashar

Salat

Foto: Salat (Orami Photo Stock)

Karena alasan masing-masing, sebagian kaum muslimin seringkali menunda-nunda melaksanakan salat Ashar hingga waktunya hampir habis, atau bahkan tidak mengerjakannya sama sekali.

Tentu saja hal ini bertentangan dengan perintah syariat untuk menjaga pelaksanaan semua salat wajib, termasuk salat Ashar. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya:

“Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyu’.” (QS Al Baqarah: 238)

Menurut pendapat yang par ulama, yang dimaksud dengan ‘salat wustha’ dalam ayat ini adalah salat Ashar.

Hal ini berdasarkan hadits dari Rasulullah SAW ketika terjadi perang Ahzab:

شَغَلُونَا عَنِ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى، صَلَاةِ الْعَصْرِ

Artinya:

“Mereka (kaum kafir Quraisy) telah menyibukkan kita dari salat wustha, (yaitu) salat Ashar.”

Terdapat hadis khusus yang menyebutkan pahala bagi orang yang menjaga salat Ashar, yaitu mendapatkan pahala dua kali lipat dan tidak akan masuk ke neraka.

Abu Bashrah al-Ghifari RA menceritakan: “Rasulullah SAW salat Ashar bersama kami di daerah Makhmash. Kemudian beliau bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ، وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ» وَالشَّاهِدُ النَّجْمُ

Artinya:

“Sesungguhnya salat ini (salat Ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya.

Barangsiapa yang menjaga salat ini, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan tidak ada salat setelahnya sampai terbitnya syahid (yaitu bintang).”

Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Artinya:

“Tidak akan masuk neraka seorang pun yang mengerjakan salat sebelum matahari terbit (yakni salat subuh) dan sebelum matahari terbenam (yakni salat ashar).”

Manfaat Salat Ashar

Salat

Foto: Salat

Allah dan Rasul-Nya telah memberikan perhatian khusus terhadap saalat Ashar supaya tidak terlalaikan.

Karena bagi siapa saja yang sengaja meninggalkan shalat Ashar maka akan dihapuskan segala amalannya dan menjadi sia-sia pahala tersebut, supaya kita lebih termotivasi lagi untuk menjaga salat Ashar.

Yuk, simak dulu keutamaan dari salat Ashar!

1. Malaikat Berkumpul pada Waktu Salat Ashar

Mengenai keutamaan salat Ashar juga terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Di tengah-tengah kalian ada malaikat malam dan malaikat siang yang saling bergantian, mereka berkumpul ketika shalat shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang bermalam di tengah-tengah kalian naik dan Rabb mereka bertanya kepada mereka dan Dialah yang paling tahu terhadap mereka, "Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan shalat." (HR. Bukhari).

2. Menjadi Sebab Dimasukan ke Dalam Surga

Siapa saja yang melaksanakan salat Ashar akan dijamin masuk surga.

Hal ini diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy'ari, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka ia akan masuk surga." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Kenalan dengan Warna Olive, Berbagai Variasi dan Kombinasinya untuk Desain Interior

3. Dihapuskan Amalannya

Siapa saja yang sengaja meninggalkan salat ashar, maka akan dihapus segala amal dan sia-sialah pahalanya dihari itu. Diriwayatkan oleh Budairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa meninggalkan shalat Ashar, maka telah hapuslah amalanya." (HR. Bukhari).

4. Termasuk Salat Wustha

Salat ashar ialah shalat wustha, Allah telah memberikan penegasan agar shalat ini benar-benar dijaga dan dilaksanakan secara khusyuk karena Allah SWT. 

Allah SWT berfirman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Peliharalah semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah (shalat) karena Allah dengan khusyuk. (Al-Baqarah: 238).

5. Termasuk Wasiat dari Rasulullah SAW untuk Tidak Meninggalkan Salat Ashar

Rasulullah SAW telah menerangkan kepada umatnya agar tidak keberatan dalam melakukan salat sebelum matahari terbit yaitu salat Ashar. 

Jarir bin Abdullah berkata:

"Suatu hari, kami duduk-duduk di sisi Nabi SAW. Tiba-tiba beliau melihat bulan purnama, lalu bersabda, "Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian seperti kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan samar melihat-Nya. Karena itu, jika kalian bisa, jangan sampai kalian keberatan dalam melakukan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, yakni shalat Ashar dan shalat Shubuh." Kemudian Jarir membaca, "Dan bertasbihlah dengan menuju Rabbmu, sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam." (Thaha: 130)." (HR. Bukhari).

6. Menjadi Pembeda Diri dari Orang Munafik

Keutamaan salat Ashar lainnya yaitu menjadi sebuah pembeda diri dari orang-orang yang munafik.

Sebagai umat Islam kita sangat dianjurkan untuk mengerjakan sholat tepat waktu.

Sebab selain banyak keutamaan yang akan diperoleh, mengerjakan salat di awal waktu merupakan salah satu cara untuk membedakan diri dari orang munafik.

Sebagaimana disebutkan bahwa Rasulullah, bersabda orang yang munafik akan mengerjakan salat Ashar ketika matahari telah hampir tenggelam.

Sehingga ia mengerjakan sholatnya secara cepat seperti patukan ayam.

“Itulah shalatnya orang munafik, yaitu duduk mengamati matahari. Sehingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan atau ketika hampir tenggelam, maka dia pun berdiri untuk mengerjakan shalat ashar empat raka’at secara cepat seperti patukan ayam. Dan dia juga tidak berdzikir untuk mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja,” (HR. Muslim no. 622).

Baca Juga: 15+ Obat Batuk Alami untuk Anak, serta Minuman Pereda Batuk yang Ampuh dan Mudah Didapatkan!

Itu dia penjelasan mengenai salat Ashar yang perlu Moms ketahui.

Semoga panduan tata cara salat Ashar ini dapat membantu umat Islam untuk lebih memperbaiki lagi salatnya dan menambah rasa khusyuk saat mengerjakannya.

  • https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/asy-syariah/article/view/640
  • https://perjalanandoa.blogspot.com/2019/10/tata-cara-bacaan-niat-sholat-ashar-gambar.html
  • https://muslim.or.id/19792-jangan-remehkan-shalat-ashar.html
  • https://rumaysho.com/2936-waktu-shalat-2-shalat-ashar.html