29 Oktober 2019

Sebaiknya Moms Hindari Obat-Obatan Ini Saat Ingin Hamil

Beberapa jenis obat dapat mempersulit peluang Moms untuk memiliki keturunan

Beberapa penyakit telah terbukti dapat mengganggu kesuburan. Termasuk beberapa jenis obat-obatan untuk penyembuhan, baik yang diberikan oleh Dokter dengan resep khusus, maupun obat yang sering Moms beli di apotik.

“Obat dapat memengaruhi kemampuan tubuh wanita untuk berovulasi (melepaskan telur) atau memengaruhi jumlah sperma pria dengan mengganggu produksi hormon perangsang folikel atau hormon pelutein dari kelenjar pituitari,”ungkap Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi di Stanford University School of Medicine, Valerie Baker, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Jika Moms sedang merencanakan program hamil, ada baiknya berkonsultasi dengan Dokter mengenai obat yang biasa dikonsumsi, untuk memastikan bahwa itu bukanlah obat pengganggu kesuburan.

Berikut ini beberapa jenis obat pengganggu kesuburan yang perlu diwaspadai.

1. NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)

NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)
Foto: NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)

Foto: ramanan50.wordpress.com

Jika Moms mendapatkan resep anti peradangan (biasanya untuk penyakit arthritis atau rematik), maka itu merupakan salah satu obat pengganggu kesuburan, meski efeknya mungkin hanya sementara.

“Ini dapat mengganggu ovulasi, terutama kemampuan telur yang akan dilepaskan oleh ovarium,” ungkap Dokter kandungan dan ahli di bidang endokrinologi reproduksi di Houston Fertility Institute, Jason Griffith, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Obat anti peradangan yang dijual bebas di apotik, seperti ibuprofen, memiliki efek (obat pengganggu kesuburan) yang lebih sedikit dari obat yang diresepkan Dokter.

Namun jika Moms mengonsumsi obat ini secara teratur dan dalam jangka waktu yang lama atau dalam dosis tinggi, maka ibuprofen juga termasuk dalam obat pengganggu kesuburan.

Baca Juga: 10 Komentar Paling Menyebalkan yang Kita Dengar saat Program Hamil

2. Steroid

Steroid
Foto: Steroid

Foto: livestrong.com

Obat pengganggu kesuburan ini, termasuk steroid anabolik dan kortikosteroid (kortison, prednisone) biasanya digunakan dalam pengobatan asma dan lupus.

Obat pengganggu kesuburan ini dibuat dari testosteron dan dapat memengaruhi kesuburan secara serius.

Hal ini dikarenakan, steroid dapat mencegah pelepasan hormon yang diperlukan wanita untuk ovulasi dan mendapatkan menstruasi.

Baca Juga: 3 Pilihan Program Hamil yang Dapat Dicoba, Mana yang Terbaik?

3. Obat Psikiatri

Obat Psikiatri
Foto: Obat Psikiatri

Foto: cbsnews.com

Beberapa jenis anti depresan dan anti psikotik juga merupakan obat pengganggu kesuburan.

Obat jenis ini dapat mengganggu regulasi hormonal dari ovulasi dan sekaligus meningkatkan kadar hormon yang berhubungan dengan prolaktin.

“Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil; ini juga dapat mengurangi efektifitas pengobatan infertilitas dan dihubungkan dengan masalah keguguran serta kelahiran prematur,” Direktur Eksekutif Domar Centers untuk Mind/Body Health, Direktur Perawatan Integratif di Boston IVF, sekaligus rekan penulis buku Finding Calm for the Expectant Mom, Alice Domar, Ph.D., seperti dikutip dari parents.com.

4. Antipsikotik (Obat Neuroleptik)

Antipsikotik (obat neuroleptik)
Foto: Antipsikotik (obat neuroleptik)

Foto: ibiweb.org

“Beberapa obat, seperti risperidone dan amisulpride, dapat memengaruhi kelenjar pituitari dan menghentikan atau mengganggu periode (menstruasi),” ungkap spesialis kesuburan dan ginekolog, Thanos Papathanasiou, seperti dikutip dari babycentre.co.uk.

Namun saat menghentikan obat pengganggu kesuburan ini, biasanya penderita akan merasa sangat tidak nyaman.

Untuk itu, ada baiknya berkonsultasi dengan Dokter mengenai kemungkinan mengurangi dosis atau mengganti obat ini dengan alternatif lain yang lebih aman jika Moms ingin menjalani program hamil.

Baca Juga: Ingin Hamil Sehat, Pasien Diabetes Harus Lakukan Persiapan Ini!

5. Obat-obatan Alami atau Herbal

Obat-obatan Alami atau Herbal
Foto: Obat-obatan Alami atau Herbal (Orami Photo Stock)

Foto: fightyourinfertility.com

Meski terbuat dari bahan alami, namun kurangnya atau bahkan tidak adanya data serta penelitian mendetail mengenai obat ini terhadap kesuburan, sehingga direkomendasikan untuk dihindari jika Moms ingin menjalani program hamil.

“Apa yang disebut herbal ‘alami’ kadang mengandung zat yang bertindak seperti hormon (estrogen atau progestin), termasuk produk hewani yang terbuat dari adrenal, testis atau ovarium,” ungkap Presiden American Society for Reproductive Medicine dan Profesor Kedokteran Kandungan di Keck School of Medicine, University of Southern California, Richard Paulson, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Itulah beberapa obat pengganggu kesuburan yang perlu Moms hindari saat ingin merencanakan kehamilan.

Ada baiknya, Moms berkonsultasi terlebih dahulu mengenai obat-obatan yang biasa Moms konsumsi secara rutin atau obat untuk penyembuhan terhadap penyakit tertentu.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.