07 September 2018

Sedang Banyak Film Horor Diputar, Jangan Ajak Anak Menonton! Ini 7 Pengaruh Buruknya

Dampaknya bisa terbawa hingga dewasa lho Moms


Film “The Nun” mulai tayang di Indonesia pada 5 September lalu. Masyarakat begitu antusias menyambut sekuel dari film prekuel dari The Conjuring 2 yang terkenal dengan sosok hantu Valak yang menyeramkan.

Buka hanya orang dewasa yang tertarik untuk menonton film bergenre horor itu. Anak-anak pun ada yang ikut penasaran untuk menyaksikan film tersebut. Sebagai orang tua, Moms tentu bimbang untuk mengizinkan Si Kecil menonton atau tidak.

Dikutip dari Romper.com, meskipun bersifat fiksi, film horor ternyata bisa memberikan efek buruk pada anak. Efeknya bukan hanya akan dirasakan sekarang, bahkan sampai mereka dewasa nanti pun efek tersebut masih akan terasa.

Sebelum Moms mengizinkan Si Kecil nonton film horor, sebaiknya cari tahu dulu yuk apa saja efek buruk menonton film horor pada anak. Berikut daftarnya!

Mereka Belum Bisa Membedakan Fiksi dan Realita

Orang dewasa bisa dengan mudah membedakan mana yang merupakan fiksi dan mana yang merupakan realita, tetapi tidak dengan anak-anak. Anak-anak bisa jadi menganggap film horor yang hanya fiksi adalah sebuah realita.

Hasilnya, mereka akan menganggap sosok-sosok menyeramkan dalam film tersebut ada. Ini akan membuatnya jadi punya bayangan dan fantasi sendiri. Mereka juga bisa jadi sangat takut karena bayangan itu.

Untuk menghindari kondisi tersebut semakin parah, Moms sebaiknya memberikan penjelasan bahwa yang ada dalam film hanyalah fiksi dan tidak ada di dunia nyata.

Gangguan Kesehatan Mental

shutterstock 552543907
Foto: shutterstock 552543907

Siapa bilang gangguan kesehatan mental hanya bisa diderita oleh orang dewasa? Anak-anak juga bisa mengalaminya lho Moms.

Psikiater Anak dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry Daniel S Schechter mengatakan bahwa anak-anak yang menonton film horor sangat mungkin mengalami gangguan kesehatan mental.

“Anak bisa mengalami kegelisahan, gangguan tidur, dan tingkah laku yang membahayakan diri sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga : 5 Boneka Menyeramkan yang Ada di Film Horor, Berani Punya?

Anak jadi Agresif

Anak punya kecenderungan untuk meniru, termasuk meniru aksi dalam film. Psikolog Keluarga RY Langham mengatakan bahwa anak yang menonton film horor sangat mungkin meniru adegan agresif dan kekerasan yang ada dalam film tersebut.

Jadi Penakut

shutterstock 211253020
Foto: shutterstock 211253020

Anak lebih mudah terpengaruh oleh film horor ketimbang orang dewasa. Orang dewasa mungkin bisa menyembunyikan rasa takut, tapi tidak dengan anak-anak.

Mereka bisa menangis ketakutan tanpa alasan yang jelas hanya karena membayangkan film horor yang baru mereka tonton.

Kemampuan Mereka Menyelesaikan Masalah jadi Bergeser

Kemampuan mereka menyelesaikan masalah juga bisa bergeser karena menonton film horor. Pada film horor, para tokohnya akan melakukan segala cara untuk bisa bertahan hidup.

Menonton film horor bisa membuat anak berpikir bahwa mereka boleh menyelesaikan masalah dengan segala cara, termasuk cara kekerasan.

Anak akan Mati Rasa

shutterstock 588564779
Foto: shutterstock 588564779

Menonton film horor bisa membuat anak antipati dengan lingkungan. Perasaan mereka akan mati dan tidak peduli dengan orang lain. Mereka akan jadi anak yang pendiam dan penyendiri.

Mereka Rentan terhadap Sesuatu yang Absolut

Anak-anak yang menonton film horor akan kesulitan menegaskan mana yang baik dan mana yang buruk.

Banyaknya adegan kekerasan untuk bertahan hidup dalam film horor membuat konsep baik dan buruk jadi bercampur-aduk.

Itulah dampak buruk yang bisa ditimbulkan jika anak-anak menonton film horor. Jadi, sebaiknya Moms pertimbangkan matang-matang sebelum mengizinkan anak nonton film horor ya!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.