Keluarga

22 Agustus 2020

Sekilas Sejarah Bahasa Indonesia yang Bisa Moms Beritahu pada Anak

Bahasa Indonesia merupakan bahasa tersulit ke-3 di Asia setelah Jepang dan Mandarin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bahasa bisa dikatakan hal paling pertama yang diajarkan ibu pada anak-anaknya. Mengajarkan dengan menyebut kata “Mama Papa” juga bagian dari pengajaran bahasa di tahap awal anak belajar berbicara. Dengan bahasa, Moms bisa mencurahkan kasih sayang kepada Si Kecil.

Dikutip dari British Council, komunikasi adalah cara yang dilakukan anak-anak untuk membantu mereka mencapai sesuatu yang diinginkan. Secara tidak sadar, kegiatan komunikasi yang dilakukan sehari-hari dengan satu bahasa tertentu membuat anak makin banyak mengetahui kosa kata.

Penyebutan nama warna, bentuk, ukuran, tekstur, dan lainnya bisa jadi cara terbaik mengajarkan anak berbahasa.

Sebuah fakta dari sumber yang sama pun menyebutkan bahwa otak bayi bisa memahami dua kali lebih cepat dalam memahami bahasa daripada saat sudah mulai bisa berbicara.

Informasi lain juga menyatakan bahwa pada usia tiga tahun, otak anak dua kali lebih aktif daripada orang dewasa. Ini mengapa usia tiga tahun biasanya banyak Moms yang mulai terobsesi mengajarkan bahasa asing sebagai pengantar anak berkomunikasi.

Tidak ada yang salah dengan hal ini, Moms. Hanya saja, Moms perlu mulai menanamkan sikap nasionalis dengan mengenalkan sejarah Indonesia pada anak, dimulai dari pengenalan sejarah bahasa Indonesia.

Agar bahasa apapun yang anak pelajari nanti, Si Kecil tetap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu.

Baca Juga: Pentingnya Anak Belajar Bahasa Indonesia

Info Seputar Sejarah Bahasa Indonesia

Perlu ilustrasi yang jelas dan cara yang ringan untuk mengenalkan sejarah Indonesia pada anak.

Agar tidak terlalu membosankan, Moms bisa beritahukan beberapa poin sejarah bahasa Indonesia ini secara bertahap.

1. Bahasa Indonesia Berasal dari Bahasa Melayu

Mengenalkan sejarah Indonesia pada anak 1

Foto: Pexels.com

Penetapan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia diresmikan pada tahun 1954 di Medan saat digelar sebuah Kongres Bahasa Indonesia II.

Tahukah Moms, ternyata bahasa Melayu sudah dipakai hampir di seluruh Asia Tenggara sejak abad ke-7, lho.

Bahasa melayu dipakai sebagai bahasa penghubung (lingua franca) antar negara Asia Tenggara untuk komunikasi berdagang atau kerjasama antarnegara.

Baca Juga: Tantangan Tinggal di Luar Negeri Sambil Membesarkan Anak yang Fasih Berbahasa Indonesia

2. Bahasa Serapan dari Banyak Bahasa

Mengenalkan sejarah Indonesia pada anak 2.jpg

Foto: Pexels.com

Mengutip dari Wikipedia, ternyata bahasa Indonesia yang dipakai sampai saat ini banyak diserap dari bahasa negara lain, nih.

Kata serapan bahasa Indonesia merupakan kata dari bahasa lain, bisa dari bahasa daerah atau negara lain yang kemudian disesuaikan pengejaan, tulisan, dan ucapan sesuai dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk menambah kosa kata.

Banyaknya kerjasama perdagangan dengan berbagai negara, tentu banyak juga kata serapan yang dipakai dalam bahasa Indonesia.

Berikut jumlah kata serapan dari berbagai negara yang bisa Moms beritahu sekaligus mengenalkan sejarah Indonesia pada anak.

  • Arab: 1.495 kata
  • Belanda: 3.280 kata
  • Tionghoa: 290 kata
  • Hindi: 7 kata
  • Inggris: 1.610 kata
  • Parsi: 63 kata
  • Portugis: 131 kata
  • Sanskerta-Jawa Kuna: 677 kata
  • Tamil: 83 kata

3. Penyempurnaan Ejaan Bahasa Indonesia dari Waktu ke Waktu

Mengenalkan sejarah Indonesia pada anak 3.jpg

Foto: Pexels.com

Pada mulanya, ejaan bahasa Indonesia tidak seperti sekarang, Moms. Banyak penyesuaian serta perombakan dari segi penulisan ataupun pengucapan.

Sejak masa penjajahan Belanda, ejaan bahasa Melayu disesuaikan dengan ejaan bahasa Belanda, tujuannya untuk memudahkan orang Belanda dalam berkomunikasi.

Baca Juga: 7 Respons Orang Tua yang Membuat Anak Lebih Lancar Belajar Bicara

Dilansir dari Romadecade, ejaan bahasa Melayu yang disesuaikan dengan bahasa Belanda bernama Ejaan Van Ophuijen yang diresmikan tahun 1901.

Menggunakan huruf j untuk menggantikan huruf y seperti penulisan jang (yang), oe (doeloe) sebagai pengganti u, atau menggunakan koma ‘ sebagai pengganti huruf k seperti ma’mur yang saat ini ditulis makmur.

Ada pula ejaan yang bernama Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi pada tahun 1947, kemudian disempurnakan kembali menjadi Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan atau dikenal sebagai EYD pada tahun 1972, lalu berlanjut yang paling terbaru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 50 tahun 2015 didalamnya mengandung beberapa pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

Ditengah hebatnya persaingan anak yang menguasai bahasa asing, memang ada baiknya Moms menumbuhkan kecintaan serta kebiasaan sejak dini untuk menggunakan bahasa Indonesia juga sebagai bahasa utama di rumah, salah satunya mulai dari memberitahunya tentang sejarah bahasa Indonesia.

Sebab, jika dipelajari dengan baik, bahasa Indonesia sangat menyenangkan dan menantang karena merupakan bahasa tersulit ke-3 di Asia setelah Jepang dan Mandarin.

Baca Juga: Apa Manfaat Balita Belajar Bahasa Isyarat Sejak Dini?

Mengapa Anak Harus Fasih Berbahasa Indonesia?

Menurut pakar bahasa dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Benny Hoedoro Hoed, bahasa Indonesia diperlukan sebagai alat komunikasi pada tataran nasional.

Pasalnya, masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar yang resmi. Bahasa inilah yang membentuk identitas bangsa.

Dalam kehidupannya, anak tidak mungkin hanya akan berinteraksi dengan orang-orang yang berbahasa asing saja. Si kecil juga pasti harus berkomunikasi dengan masyarakat pada umumnya.

Selain itu, kebanyakan anak yang sudah disiapkan untuk sekolah ke luar negeri akhirnya akan kembali juga ke tanah air untuk meniti karier atau membangun keluarga. Kalau tidak dibiasakan sejak kecil untuk memakai bahasa ibu, anak akan kewalahan di masa dewasanya.

1. Menguasai Bahasa Ibu dan Bahasa Asing Sekaligus, Kenapa Tidak?

bahasa indonesia

Foto: Orami Stock Photos

Moms bisa kok, mengasah kemampuan berbahasa asing dan berbahasa ibu sekaligus. Pasalnya, mempelajari bahasa asing bukan berarti Si Kecil harus mengorbankan bahasa ibunya.

Sejumlah penelitian justru membuktikan bahwa semakin dini anak diperkenalkan dengan bahasa ibu, anak akan semakin cepat menguasai bahasa-bahasa lainnya. Anak yang bisa bicara banyak bahasa juga cenderung menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata.

Baca Juga: Anak Lebih Lancar Berbahasa Asing? Ini 4 Cara Agar Anak Fasih Berbicara Bahasa Ibu

2. Membiasakan Anak untuk Bicara Bahasa Indonesia

mengenalkan sejarah Indonesia pada anak

Foto: Orami Stock Photos

Untuk itu, biasakan anak berbahasa Indonesia di rumah. Perluas pergaulan anak supaya ia tidak hanya berinteraksi dengan anak-anak yang berbahasa asing.

Ajak Si Kecil untuk berbaur dengan tetangga sebayanya yang tidak satu sekolah. Ketika sedang di luar rumah seperti di restoran, ajari anak untuk bertanya atau bicara dengan pramusaji dalam bahasa Indonesia yang benar.

3. Membaca Buku dalam Bahasa Ibu

mengenalkan sejarah Indonesia pada anak

Foto: Orami Stock Photos

Belikan buku-buku bacaan dalam bahasa Indonesia. Semakin sering anak membaca buku dalam bahasa Indonesia, otaknya akan semakin terbiasa dan akrab dengan bahasa ibu. Moms juga bisa minta anak untuk menceritakan kembali kisah yang ia baca dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Anak agar Senang Membaca Buku

4. Berlibur di Dalam Negeri

mengenalkan sejarah Indonesia pada anak

Foto: Orami Stock Photos

Untuk memperlancar komunikasi, ajak anak untuk berlibur di dalam negeri. Saat berlibur, dorong anak untuk berinteraksi dengan warga kota yang dikunjungi dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, anak akan semakin mengapresiasi nilai budaya dan bahasa Indonesia.

Keren kan, Moms? Yuk coba mulai mengenalkan sejarah bahasa Indonesia dan ajari ia dengan baik ya, Moms!

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait