21 April 2019

Sering Anyang-anyangan? Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Untuk mencegah anyang-anyangan, perempuan harus menjaga area genital tetap bersih dan kering

Anyang-anyangan atau istilah medisnya disuria adalah gejala rasa sakit, ketidaknyamanan, atau perih ketika buang air kecil.

Anyang-anyangan atau disuria ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pada pria.

Bila terjadi pada pria, lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua daripada yang lebih muda.

Berikut ini  adalah beberapa penyebab umum anyang-anyangan:

Penyebab Anyang-Anyangan

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab utama buang air kecil yang menyakitkan. Infeksi dapat terjadi di bagian manapun dari saluran kemih, termasuk:

  • Ginjal
  • Ureter atau saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih
  • Kandung kemih
  • Uretra yaitu tabung dari kandung kemih yang membawa urin keluar dari tubuh

Tak hanya itu, infeksi saluran kemih yang paling sering disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan Moms mengalami masalah anyang-anyangan adalah:

  • Diabetes
  • Usia lanjut
  • Prostat membesar
  • Batu ginjal
  • Kehamilan
  • Memiliki kateter urine

Baca Juga: Mengapa Vagina Bisa Berbau Amis? Atasi dengan 5 Cara Ini!

Namun selain beberapa hal di atas, ada pula beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan anyang-anyangan seperti:

  • Demam
  • Air seni berbau busuk atau berbau lebih kuat
  • Air kencing berdarah
  • Meningkatnya frekuensi kencing atau desakan untuk buang air kecil
  • Nyeri panggul

Terkadang buang air kecil yang menyakitkan bisa berhubungan dengan infeksi vagina, seperti infeksi ragi.

Dengan infeksi vagina, Moms mungkin juga mengharapkan perubahan dalam cairan vagina dan bau.

Selain itu, infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

Pencegahan Anyang-Anyangan

Untuk membantu mencegah disuria yang disebabkan oleh cystitis atau pielonefritis, Moms dapat minum beberapa gelas air setiap hari untuk membersihkan saluran kemih.

Tak hanya itu, perempuan harus menyeka dari depan ke belakang setelah buang air besar.

Buang air kecil segera setelah hubungan seksual untuk membuang bakteri dari uretra. Ini membantu mencegah bakteri pindah ke kandung kemih.

Untuk mencegah disuria yang disebabkan oleh iritasi, perempuan harus menjaga area genital tetap bersih dan kering.

Jangan lupa mengganti tampon dan pembalut wanita secara teratur, dan menghindari penggunaan sabun serta semprotan dan cairan vagina.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Mencerahkan Area Kulit di Sekitar Miss V

Pengobatan Anyang-Anyangan

Pengobatan disuria tergantung pada penyebabnya:

Cystitis dan pielonefritis - Infeksi ini, biasanya disebabkan oleh bakteri, dapat disembuhkan dengan antibiotik yang diminum. Antibiotik dapat diberikan ke pembuluh darah (intravena) untuk pielonefritis berat dengan demam tinggi, menggigil dan muntah.

Uretritis - Uretritis diobati dengan antibiotik. Jenis antibiotik yang digunakan tergantung pada infeksi mana yang menyebabkan uretritis.

Vaginitis - Trikomoniasis dan vaginosis bakterial diobati dengan antibiotik. Infeksi ragi diobati dengan obat antijamur, baik sebagai pil melalui atau sebagai supositoria atau krim yang dimasukkan ke dalam vagina.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.