28 Maret 2018

Sinetron Indonesia Makin Marak, Bolehkah Ditonton Si Kecil?

Yuk, simak imbauan resmi dari KPAI soal sinetron

 

 

Tayangan sinetron yang menjamur di berbagai stasiun televisi di Indonesia telah lama jadi perdebatan masyarakat. Sebagian orang menganggap sinetron tidak mendidik, terutama bagi anak.

Namun, ada juga percaya sinetron bisa memberikan pesan-pesan moral tertentu. Lalu sebenarnya mana yang benar? Bolehkah anak menonton sinetron? Simak ulasannya berikut ini ya, Moms. 

Dampak Negatif Anak Menonton Sinetron 

Moms sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilah tontonan anak. Pasalnya, sinetron kerap mengandung adegan-adegan yang tidak cocok untuk anak-anak. Mulai dari pertengkaran,  persaingan tidak sehat, kebencian, balas dendam, kekerasan, bahkan dalam beberapa kasus hingga pembunuhan.

Tak seperti film yang hanya ditonton sesekali, sinetron biasanya ditonton secara rutin. Akibatnya, akan tertanam dalam benak anak bahwa hal-hal tadi merupakan bagian yang lumrah dari kehidupan nyata.

Anak berusia 12 tahun yang terbiasa menonton sinetron pun akan membangun pandangan yang sempit soal hidup dan mengira bahwa sinetron merupakan gambaran dari dunia nyata. 

Menurut Wakil Ketua Bidang Program dan Eksternal Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Margaretha Hanita,  tayangan sinetron berdampak negatif pada perkembangan anak.

Anak yang menonton sinetron cenderung merekam adegan-adegan yang dilihat di televisi dan menirunya dalam kehidupan sehari-hari supaya tampak ‘keren’.  

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Ulfah Anshor, juga menyatakan sikap tidak setuju terhadap tayangan sinetron di Indonesia. Maria berpendapat bahwa sinetron tidak mendidik dan tak layak ditonton anak-anak. 

Adakah Manfaat Sinetron Bagi Anak?

Meski para pakar tumbuh dan kembang anak menyuarakan keprihatinan terhadap banyaknya anak-anak Indonesia yang menonton sinetron, ada juga orang-orang yang percaya sinetron justru mendidik.

Tak bisa dipungkiri, sinetron memang kadang menampilkan isu-isu sosial yang relevan atau karakter-karakter yang punya pribadi baik. Akan tetapi, anak di bawah usia 12 tahun belum mampu mencerna hal-hal tersebut. Yang lebih dominan diingat justru hal-hal yang berbau negatif karena lebih menarik.

Maka, sinetron memang lebih cocok ditonton orang dewasa yang sudah bisa mengolah dan mengkritisi segala bentuk tayangan televisi, bukan hanya menelannya mentah-mentah.

Meski kebanyakan sinetron digolongkan sebagai tayangan remaja dan/ atau bimbingan orangtua (R-BO), Moms sebaiknya lebih selektif lagi dalam menyajikan tayangan yang mendidik dan ramah anak. 

Apakah Moms dan si kecil juga suka menonton sinetron? Kira-kira bagaimana pendapat Moms soal anak yang terbiasa menonton sinetron? Bagikan komentarnya ya, Moms!

 

<IA>

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.