FASHION & BEAUTY
02 Oktober 2022

5 Skincare untuk Beruntusan, Kulit Pasti Mulus Kembali!

Moms, ini pilihan skincare untuk beruntusan yang perlu dipahami.
5 Skincare untuk Beruntusan, Kulit Pasti Mulus Kembali!

Setiap perempuan pasti ingin kulit wajahnya sehat, termasuk bebas beruntusan. Oleh sebab itu, kita harus tahu berbagai skincare untuk beruntusan agar kulit kembali mulus dan bersih.

Kulit beruntusan kerap dialami oleh pemilik kulit wajah berminyak atau kombinasi.

Seringnya, penyebab beruntusan karena penggunaan skincare yang salah atau gonta-ganti produk skincare.

Namun, beruntusan juga bisa disebabkan karena faktor lainnya, seperti iritasi terhadap produk kecantikan tertentu, alergi cuaca atau makanan, kurang memerhatikan kebersihan kulit, hingga faktor stres juga berpengaruh.

Baca Juga: Cara Mengatasi Jerawat Bruntusan yang Tak Kunjung Hilang

Sebenarnya, faktor penyebab wajah beruntusan sangat beragam.

Hal yang perlu dipahami, ketika wajah beruntusan sebaiknya gunakan produk skincare yang berfokus untuk kulit sensitif.

Skincare untuk Beruntusan

Agar kulit kembali mulus dan bersih, simak pilihan skincare untuk beruntusan berikut ini.

1. Pembersih Wajah dengan Asam Salisilat

Pembersih Wajah dengan Asam Salisilat.jpg

Foto: Pembersih Wajah dengan Asam Salisilat.jpg (Freepik)

Saat wajah beruntusan, Moms harus tetap rutin membersihkan wajah dengan sabun berformula lembut, bebas pewangi, dan cocok untuk kulit sensitif.

Skincare untuk beruntusan yang pertama adalah memerhatikan waktu yang tepat mencuci muka.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, cuci muka dua kali sehari dan setelah berkeringat.

Hindari mencuci muka lebih dari dua kali sehari karena dapat mengiritasi kulit dan membuat jerawat semakin parah.

Gunakan pembersih wajah yang hipoalergenik dan non-comedogenic untuk mengurangi risiko terjadinya alergi dan mencegah munculnya komedo yang berpotensi menjadi jerawat.

Selain itu, Moms juga harus memerhatikan dengan kandungan yang terdapat dalam sabun pembersih wajah.

“Sebaiknya gunakan sabun pembersih wajah yang bebas minyak dan mengandung sedikit asam salisilat untuk membantu pengelupasan kulit dan mengatasi jerawat tanpa terjadinya iritasi,” ungkap Dr. Heidi Waldrof, dermatolog dari Nanuet, New York.

Asam salisilat memang sudah dikenal sebagai kandungan skincare yang baik untuk mengatasi jerawat dan beruntusan, serta kerap digunakan untuk pemilik kulit berminyak.

Sebab, senyawa ini memiliki kandungan antibakteri yang mampu menghilangkan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi minyak berlebih di pori-pori kulit.

Terdengar sederhana, tapi pemilihan sabun pembersih wajah yang tepat akan menjadi awal yang baik untuk mengatasi wajah beruntusan, ya, Moms.

2. Gunakan Pelembap yang Ringan

Gunakan Pelembap yang Ringan

Foto: Gunakan Pelembap yang Ringan (Shutter Stock)

Setelah mencuci muka, Moms harus tetap memakai pelembap wajah yang ringan dengan tujuan untuk mencegah kulit dehidrasi.

Ya, meskipun kulit Moms termasuk berminyak dan mudah berjerawat, tetap bisa mengalami dehidrasi.

Kondisi ini yang nantinya akan memperparah beruntusan apabila dibiarkan.

Kuncinya adalah pemilihan pelembap yang tepat agar kulit tidak semakin berminyak.

Pelembap yang tepat mampu menyeimbangkan kulit, mencegah peningkatan minyak, dan menghidrasi wajah dengan cukup.

Moms bisa memilih pelembap yang bebas minyak dan pewangi, serta non-comedogenic.

Selain itu, pilih pelembap yang mengandung asam hialuronat dan ceramide untuk menjaga hidrasi kulit.

Moms juga perlu pilih pelembap yang mengandung niacinamide untuk membantu mengurangi peradangan yang disebabkan oleh jerawat.

Kandungan niacinamide juga berguna untuk mengurangi bekas noda jerawat.

Saat kulit beruntusan, sebaiknya Moms menghindari memakai pelembap wajah dari bahan-bahan alami, seperti lidah buaya.

Sebab, dikhawatirkan hal ini dapat membuat kulit wajah semakin sensitif dan lebih banyak beruntusan yang keluar.

Namun, Moms tetap bisa memilih pelembap mengandung aloe vera dan bebas minyak yang dipakai sebagai skincare untuk beruntusan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pelembap Lokal di Bawah 100 Ribu

3. Pilih Obat Jerawat yang Tepat

Pilih Obat Jerawat yang Tepat

Foto: Pilih Obat Jerawat yang Tepat (Shutter Stock)

Skincare untuk beruntusan berikutnya adalah memilih obat jerawat yang tepat.

Ada 2 obat jerawat, yaitu obat topikal dan obat yang diminum.

Jenis-jenis dari obat jerawat juga beragam, di antaranya gel, krim, acne patch, hingga antibiotik.

Untuk jenis antibiotik, sebaiknya Moms konsumsi ketika sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter, ya.

Nah, sebagai tahapan awal memilih obat jerawat yang dijual di pasaran dan sesuaikan dengan penyebab jerawat masing-masing.

Selain itu, melihat kandungan obat jerawat juga penting agar tidak salah memilih.

Menurut American Academy of Dermatology, kandungan bahan obat jerawat bisa disesuai dengan penyebabnya masing-masing, seperti:

  • Benzoyl peroxide, untuk mengatasi bakteri P. acnes yang menjadi penyebab munculnya jerawat.
  • Retinoid, berguna untuk membuka pori-pori yang tersumbat dan mengontrol minyak berlebih pada kulit yang dapat menjadi penyebab jerawat.
  • Asam salisilat, untuk meredakan peradangan pada wajah dan membuka pori-pori di wajah.

Nah, setelah menemukan jenis obat jerawat yang sesuai, Moms perlu menunggu sampai obatnya benar-benar efektif bekerja.

Seringnya, kita tidak sabar dan akhirnya memiliki kecenderungan untuk bergonta-ganti obat jerawat.

Sayangnya, hal tersebut malahan bisa menyebabkan beruntusan semakin parah. Duh, enggak mau dong, Moms?

Cara memakai obat jerawat sebagai skincare untuk beruntusan juga perlu diperhatikan.

Cukup oleskan tipis-tipis pada kulit yang rentan berjerawat untuk membantu mengatasi jerawat yang ada dan mencegah munculnya jerawat yang baru.

Moms memerlukan waktu sekitar 4-6 minggu untuk melihat hasil dari obat jerawat yang Moms pakai.

Baca Juga: Ini 6 Obat Alami untuk Menghilangkan Jerawat dalam Semalam!

Hindari menggunakan obat jerawat yang berbeda dalam waktu bersamaan karena hanya meningkatkan risiko iritasi kulit dan munculnya jerawat baru.

Jika Moms melihat ada perubahan yang terjadi setelah satu bulan menggunakan obat jerawat tertentu, artinya obat tersebut bekerja efektif.

Namun, apabila tidak hasil yang signifikan setelah memakai sebulan lebih, maka Moms bisa mempertimbangkan untuk memilih obat jerawat yang baru.

Namun, apabila semua skincare untuk beruntusan tidak menunjukkan hasil yang baik, Moms dapat berbicara dengan dokter dan meminta resep untuk menghilangkan beruntusan.

Obat sesuai dosis dokter biasanya lebih cepat untuk menghilangkan beruntusan.

4. Pentingnya Memakai Sunscreen

Pentingnya Memakai Sunscreen .jpg

Foto: Pentingnya Memakai Sunscreen .jpg (Shutter Stock)

Sunscreen atau tabir surya menjadi skincare untuk beruntusan berikutnya yang tidak boleh dilupakan.

Sunscreen memang memiliki fungsi utama, yaitu pelindung kulit dari sinar matahari, tapi fungsinya sebenarnya lebih dari itu.

“Perlindungan kulit dari sinar UV dengan sunscreen mampu menjaga kulit kencang dan awet muda. Paparan sinar matahari mampu mencegah kerutan dan bintik-bintik cokelat,” ungkap Dr. David Lortscher, dokter kulit dari New Mexico.

Sunscreen mampu menjaga kulit dari risiko terkena kanker kulit, menjaga wajah agar tetap terlindungi, mencegah penuaan dini, dan membantu mengatasi beruntusan.

Sunscreen juga mampu menjaga warna kulit tetap merata dan mencegah perubahan warna kulit.

Ada beberapa hal penting yang perlu Moms perhatikan saat memilih sunscreen, yaitu mengandung SPF 30 atau lebih sesuai yang direkomendasikan oleh dokter kulit dan memberikan perlindungan spektrum terhadap sinar UVA dan UVB.

Pilih sunscreen yang non-comedogenic, artinya formulanya sudah terujin tidak menyumbat pori-pori, serta memiliki bahan-bahan seperti titanium dioxide dan zinc oxide untuk menyerap sinar dan memantulkannya dari kulit.

Selain itu, kandungan seperti octocrylene dan octisalate juga penting diperhatikan dalam produk sunscreen yang Moms pakai.

Baca Juga: Bolehkah Menyemprotkan Sunscreen Spray ke Wajah? Ini Penjelasannya

5. Hindari Memencet Jerawat

Hindari Memencet Jerawat

Foto: Hindari Memencet Jerawat (Shutter Stock)

Selain memilih skincare untuk beruntusan, Moms penting untuk memerhatikan kebiasaan sehari-hari.

Wajah beruntusan identik dengan munculnya jerawat yang bersamaan, meradang, dan mungkin akan terasa gatal.

Namun, Moms dilarang untuk menyentuh atau bahkan memencet jerawat.

Meskipun memencet jerawat terlihat sebagai cara tercepat untuk menghilangkan jerawat, namun cara ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan.

Ketika melakukan dengan teknik yang salah, maka bisa membuat bekas jerawat jadi permanen, jerawat semakin meradang, infeksi pada kulit, dan jerawat bisa terasa lebih menyakitkan.

“Sederhananya seperti ini, saat menekan jerawat, maka bakteri dan kotoran dari jari akan pindah ke wajah. Hal tersebut menyebabkan jerawat menjadi lebih merah, meradang, bengkak, dan terinfeksi. Bakteri dan minyak yang tersebar itu juga bahkan bisa menyebabkan lebih banyak jerawat,” ungkap Dr. Sejal Shah, dokter kulit bersertifikat dari New York.

Saat wajah beruntusan, perlu kesabaran untuk merawat dan mengatasinya.

Namun, Moms tidak perlu khawatir karena dengan perawatan yang tepat maka wajah beruntusan dapat diatasi dengan baik.

Selain menghindari kebiasaan memencet jerawat, Moms juga harus rutin mencuci sarung bantal, topi, atau benda lainnya yang menyentuh kulit.

Sebab, sel kulit mati dan bakteri dapat menempel di permukaan ini, sehingga menyebabkan pori-pori wajah menjadi tersumbat.

Hal lainnya yang tidak kalah penting dilakukan adalah mengatur pola makan sehat dan rutin minum air putih setiap harinya.

Baca Juga: 6 Bahan Skincare yang Ampuh Hilangkan Jerawat

Itulah pilihan skincare untuk beruntusan yang perlu Moms pahami.

Ingat, memilih skincare yang tepat dan sesuai dengan jenis kulit menjadi kunci utama mendapatkan kulit wajah sehat dan bebas beruntusan.

  • https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/wont-clear