16 Agustus 2020

6 Tantangan yang Dirasakan Jika Punya Pasangan Beda Negara

Pasangan beda negara punya lebih banyak rintangan dalam masalah percintaan

Berbeda dengan pasangan dengan identitas yang sama, pasangan beda negara memiliki keunikan dan tantangan yang lebih rumit.

Perbedaan budaya yang sangat mencolok dapat menyebabkan ketimpangan yang pada akhirnya menyebabkan kesalahpahaman antar masing-masing pasangan.

Lalu, seperti apa tantangan memiliki pasangan yang berbeda kewarganegaraan? Yuk, cari tahu penjelasannya berikut ini.

Tantangan Memiliki Pasangan Beda Negara

Dalam jurnal Society for Applied Anthropology, disebutkan bahwa pasangan beda negara memiliki pengalaman yang tidak dimiliki sebagian besar mereka yang menjalin hubungan dengan budaya yang selaras.

Sebenarnya, jika semua perbedaan tersebut dipandang positif, Moms dan pasangan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Nah, pertanyaannya, mengapa perbedaan negara menjadi salah satu topik yang cukup sensitif ketika berbicara tentang cinta? Berikut beberapa uraian hal-hal yang umumnya dirasakan oleh beberapa pasangan beda negara.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Mengancam Pernikahan

1. Perbedaan Bahasa

pasangan beda negara 1.jpg
Foto: pasangan beda negara 1.jpg

Foto: freepik.com

Bagaimanapun, komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam menjalin hubungan.

Mengutip I Am Expat, pasangan beda negara biasanya memiliki 'tembok' seperti bahasa yang kerap kali menimbulkan masalah.

Beruntung bagi Moms yang memang mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan oleh pasangan, karena bagi banyak pasangan di luar sana masalah bahasa kerap kali menjadi problematika yang cukup menguras emosi.

2. Perbedaan Cara Berkomunikasi

pasangan beda negara 2.jpeg
Foto: pasangan beda negara 2.jpeg

Foto: unsplash.com

Selain bahasa, perbedaan cara berkomunikasi umumnya menjadi kendala awal yang dihadapi pasangan beda negara. Hal ini kerap berkaitan dengan budaya yang dianut masing-masing pasangan.

Mungkin bagi Moms, berkomunikasi dengan mengedepankan sopan santun menjadi multak dan harus dilakukan.

Tetapi, bagi pasangan yang berasal dari negara Barat, mungkin saja gaya komunikasi yang straight-forward karena hal ini membuatnya merasa lebih nyaman.

Solusi dari masalah ini adalah mendiskusikan lebih lanjut dan menemukan titik tengah untuk menentukan pola komunikasi apa yang Moms dan Dads idamkan.

Baca Juga: 7 Cara Mempererat Keintiman Hubungan Pernikahan, Bukan Hanya Seks!

3. Meragukan Komitmen

pasangan beda negara 3.jpg
Foto: pasangan beda negara 3.jpg

Foto: freepik.com

Untuk beberapa kasus, banyak pasangan beda negara yang meragukan komitmen masing-masing dalam suatu hubungan.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, pernikahan dianggap sebagai ritual yang sakral dan hanya terjadi sekali seumur hidup. Berbeda dengan budaya Barat yang kebanyakan tidak berpikir demikian.

Namun, sebenarnya hal ini bisa dicarikan solusinya. Bagi Moms yang memang meragukan komitmen pasangan, belajarlah lebih dulu untuk mengenalnya lebih lama agar bisa mengetahui tingkat keseriusannya.

4. Perbedaan Perlakuan

pasangan beda negara 4.jpeg
Foto: pasangan beda negara 4.jpeg

Foto: unsplash.com

Melansir Today.com, pasangan beda negara biasanya mendapatkan perlakuan yang umumnya berbeda dari keluarga dan orang sekitar. Hal ini sebabkan oleh pengalaman dan budaya yang juga tidak sama yang dianut oleh keluarga pasangan masing-masing.

Khawatir akan budaya yang sangat jauh berbeda dan potensi kegagalan pernikahan, membuat banyak orang punya persepsi negatif terhadap pernikahan yang dilakoni oleh pasangan beda negara.

Namun, hal ini belum tentu juga terjadi, apabila sedari awal Moms bisa meyakinkan keluarga dan orang sekitar mengenai komitmen yang dijalani.

Percayalah, pernikahan dengan pasangan dengan kewarganegaraan yang berbeda bisa menjadi sangat menyenangkan karena cara pandang yang lebih berwarna.

Baca Juga: Pasangan Beda Negara Wajib Baca 9 Tips Ini!

5. Kesulitan Menjalani Legalitas

pasangan beda negara 5.jpg
Foto: pasangan beda negara 5.jpg

Foto: freepik.com

Bagi pasangan beda negara, masalah lain yang umumnya dihadapi adalah legalitas. Bagi mereka, prosedur birokrasi dan legalitas demi melangsungkan pernikahan akan lebih panjang dibandingkan pasangan dari satu negara.

Mengutip sumber Layanan Kependudukan Indonesia, warga negara Indonesia yang menikah dengan penduduk negara lain harus mengurus dokumen pemerintahan mulai dari tingkat RT/RW, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga izin dari Kedutaan atau Konsulat perwakilan negara, dan peraturan hukum yakni surat tanda melapor diri (STMD) dari pihak kepolisian.

Prosedur yang panjang dan cukup memakan waktu ini umumnya membuat proses pernikahan terasa sulit. Namun, jika pasangan dapat bekerja sama dengan baik, tentu proses ini akan terasa lebih mudah.

6. Sulit Beradaptasi

pasangan beda negara 6.jpeg
Foto: pasangan beda negara 6.jpeg

Foto: unsplash.com

Hal lain yang biasanya juga akan dihadapi pasangan beda negara adalah memilih tempat tinggal.

Beruntung jika memang masing-masing pasangan sepakat untuk memilih tinggal di tempat yang sama, namun beberapa pasangan sampai saat ini masih merasa sulit untuk meninggalkan negara asalnya karena merasa kurang bisa beradaptasi.

Kenyamanan dengan negara asal sebenarnya berkaitan erat dengan budaya sosial yang dianut masing-masing pasangan sehingga beradaptasi dengan lingkungan sekitar menjadi sulit.

Nah, Moms, di atas adalah hal-hal yang biasanya dihadapi pasangan beda negara. Penting untuk berdiskusi mengenai rencana di masa depan guna meminimalisir konflik.

Namun, memang alangkah lebih baiknya jika perbedaan budaya tidak memudarkan perasaan cinta yang Moms dan pasangan miliki.

Pernikahan dengan pasangan beda negara bukannya tidak menyenangkan, namun memang butuh usaha ekstra untuk saling memahami dan mengerti, juga menjalaninya secara legal.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.