08 Juni 2021

Yuk Moms! Ajak Anak Mengenal 10 Tarian Tradisional Papua

Sebagai edukasi Si Kecil mengenal keberagaman di Indonesia
Yuk Moms! Ajak Anak Mengenal 10 Tarian Tradisional Papua

Foto: shutterstock.com

Papua adalah Pulau terbesar kedua di Dunia. Terletak di paling Timur Indonesia, Papua memiliki kekayaan budaya yang memukau, salah satunya tarian tradisional Papua.

Di balik keindahan pulau dan destinasi wisata, Papua menghasilkan berbagai karya seni tari yang menjadi suatu kebudayaan yang dilestarikan.

Beberapa tarian tradisional Papua memiliki kesan yang berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan.

Nah, Orami kali ini akan mengulas tarian tradisional Papua sebagai edukasi anak untuk mengetahui lebih jauh kebudayaan yang ada di Papua.

Kira-kira apa saja ya Moms? Mari kita simak.

Baca Juga: Asli Papua, Ini Manfaat Buah Matoa Untuk Anak

Tarian Tradisional Papua

Tarian tradisional Papua tidak hanya sebagai penghibur bagi yang menyaksikan. Tetapi, setiap tarian memiliki sejarah dan ciri khasnya tersendiri.

1. Tari Selamat Datang

tari selamat datang.jpg
Foto: tari selamat datang.jpg (negerikuindonesia.com)

Foto: negerikuindonesia.com

Tari selamat datang adalah tarian tradisional Papua yang dilakukan untuk menyambut tamu  yang datang berkunjung ke tanah Papua.

Tarian ini menjadi simbol keramahtamahan masyarakat Indonesia khususnya Papua terhadap orang lain.

Dahulu para leluhur akan menarikan tarian tradisional Papuan ini ketika seseorang yang dianggap tamu terhormat, teman, atau tamu yang dianggap memiliki niat baik datang ke Papua.

Saat ini tari selamat datang tidak hanya digunakan untuk menyambut tamu, tetapi juga dipentaskan dalam berbagai festival budaya, pertunjukan seni, dan promosi wisata Papua.

Para penari mengenakan pakaian khas. Pakaian tersebut terbuat dari bahan alami seperti serat atau kulit kayu.

Gerakan dalam tarian tradisional Papua ini tidak rumit, penari hanya menggerakan tubuh mereka menunduk dan mengangkat lutut hingga sejajar dengan pinggang, meliuk senada dengan iringan tifa

Masyarakat Papua mempercayai gerakan tarian ini yang diiringi lirik lagu positif akan memberikan rasa nyaman dan senang untuk para tamu.

2. Tari Yospan

tari yospan.jpg
Foto: tari yospan.jpg (inspired2write.com)

Foto: inspired2write.com

Tari Yospan adalah kepanjangan dari Yosim Pancar yang merupakan tarian pergaulan dan sering dibawakan para pemuda dan pemudi sebagai bentuk persahabatan dan persaudaraan.

Kostum yang digunakan pada tarian tradisional Papua ini terbuat dari daun atau akar. Para penari juga dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris seperti kalung, lukisan tubuh, penutup kepala, dan lainnya.

Ketika menari, posisi penari akan membentuk lingkaran dan berjalan berkeliling sambil menari dengan dinamis, penuh semangat, dan energik.

3. Tari Musyoh

Tari-Musyoh-Papua.jpg
Foto: Tari-Musyoh-Papua.jpg (blogkulo.com)

Foto: blogkulo.com

Tarian tradisional Papua ini mengisahkan tentang arwah yang tidak tenang.

Masyarakat Papua berkeyakinan bahwa arwah dari orang yang sudah meninggal itu masih bergentayangan.

Selain itu, tari Musyoh juga salah satu simbol penghormatan, rasa terima kasih, hingga ungkapan kebahagiaan menyambut datangnya para tamu.

Jika tujuan tarian ini untuk pengusiran arwah maka akan dibawakan oleh para kaum laki-laki. Maka, untuk penyambutan tamu, Tari Musyoh dibawakan oleh laki-laki dan perempuan.

Dalam tarian tradisional Papua ini terdapat musik pengiringnya, yaitu menggunakan alat musik tifa dan juga teriakan dari para penarinya.

Untuk pengusiran roh atau arwah dari orang yang sudah meninggal gerakannya biasanya lebih lincah dan juga energik .

Sedangkan untuk penyambutan tamu gerakannya jauh lebih mudah dan para penari hanya menyesuaikan gerakan dengan instrumen.

Baca Juga: 10 Manfaat Buah Merah Papua, Sudah Pernah Makan Moms?

4. Tari Wutukala

Tarian wutukala.jpg
Foto: Tarian wutukala.jpg (indonesiakaya.com)

Foto: indonesiakaya.com

Tarian Wutukala mengisahkan tentang para pasangan yang sedang berburu mengalami kesulitan menangkap ikan dengan senjata tombaknya.

Karena sulit ditangkap, mereka terancam tidak mendapat bahan makanan.

Pada awal tarian, para pria masuk terlebih dulu sambil membentuk sebuah formasi seperti sedang berburu ikan.

Kemudian, penari wanita masuk setelahnya dengan membawa sebuah tas bernama Noken asli Papua. Tas tersebut dipakai sebagai wadah penampung ikan hasil buruan.

Pakaian para penari bermahkotakan hiasan kepala bulu Cendrawasih dan tubuhnya penuh dengan lukisan etnik berwarna putih dan hitam. Pada bagian bawahnya teruntai daun sagu.

5. Tari Sajojo

tarian sajojo.jpg
Foto: tarian sajojo.jpg (nesiatimes.com)

Foto: nesiatimes.com

Tari Sajojo merupakan salah satu tarian tradisional Papua yang cukup terkenal. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara, baik adat, hiburan, maupun acara budaya.

Para penari akan diiringi lagu berjudul "Sajojo". Lagu tersebut merupakan lagu daerah Papua yang menceritakan tentang seorang gadis yang diidolakan dan dicintai di kampungnya .

Gerakan dalam tarian ini sangat khas dan enerjik sehingga menggambarkan keceriaan para penari.

Gerakan tersebut biasanya didominasi oleh gerakan kaki dan tangan yang dimainkan sesuai dengan ritme dan irama lagu.

Tarian ini biasanya dimulai dari kaki kiri dengan iringan musik berirama khas, menghentak dan bernuansa gembira

6. Tarian Kafuk

tarian kafuk.jpg
Foto: tarian kafuk.jpg (brilio.net)

Foto: brilio.net

Tari Kafuk merupakan tari penyambutan penuh rasa suka cita dari masyarakat Papua. Tari ini berasal dari Papua Barat.

Dalam tarian ini, para penari perempuan membentuk formasi dua barisan. Tangannya mengayun-ayun seperti mengajak bermain.

Para tetua berada paling depan, sedangkan anak muda berada di belakangnya, dilanjutkan anak-anak kecil yang biasanya berada di barisan belakang.

Baca Juga: 8 Makanan Khas Papua, Penasaran Ingin Coba Moms?

7. Tari Perang Papua

tarian perang papua.jpg
Foto: tarian perang papua.jpg (dictio.id)

Foto: dictio.id

Tarian Perang Papua dibawakan oleh para penari pria dengan menggunakan pakaian adat Papua dan panah.

Panah tersebut melambangkan senjata untuk menggambarkan jiwa kepahlawanan serta kegagahan masyarakat Papua.

Sebagai tarian tradisional Papua, tari perang dimaknai sebagai sebuah penghormatan kepada para leluhur yang telah memperjuangkan tanah air mereka.

Tarian tradisional Papua ini dahulunya difungsikan untuk membangkitkan semangat perang.

Namun, seiring berjalan waktu tarian ini juga difungsikan untuk pertunjukan, penyambutan atau hiburan.

Alunan musik tarian ini berasal dari tabuhan tifa atau alat musik yang ditiup seperti kerang.

Musik-musik yang dimainkan dengan irama yang penuh semangat dan diiringi dengan sorakan ramai para penari.

Hal ini menimbulkan suasana yang hidup seakan-akan mengobarkan kemenangan dalam perang.

Tarian Perang Papua memiliki skenario tiga peran, ada kelompok yang berperan sebagai musuh, ada kelompok yang berperan sebagai pasukan sendiri, dan ada pula ketua suku.

8. Tarian Suanggi

tari suanggi papua barat.jpg
Foto: tari suanggi papua barat.jpg (macam-macam-tarian-daerah.blogspot.com)

Foto: macam-macam-tarian-daerah.blogspot.com

Tarian tradisional Papua ini mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).

Menurut kepercayaan masyarakat Papua Barat, suanggi merupakan roh jahat yang belum mendapatkan kenyamanan di alam baka.

Fungsi tari Suanggi adalah untuk mengusir roh jahat.

Bedanya dengan tarian mengusir roh jahat yang lain, tarian ini untuk mengusir arwah yang masih memiliki janji, tetapi belum dipenuhi.

Setiap gerakan yang dilakukan pada tari Suanggi lebih menyerupai aktivitas dukun atau orang dengan kekuatan magis yang akan menyembuhkan suatu penyakit.

9. Tari Magasa

tari magasa.jpg
Foto: tari magasa.jpg (indonesiakaya.com)

Foto: indonesiakaya.com

Tari Magasa merupakan tarian tradisional masyarakat Suku Arfak di Papua Barat.

Dulu, tarian ini dipentaskan untuk merayakan suatu kemenangan maupun keberhasilan dalam melakukan sesuatu hal.

Seiring berjalannya waktu, tarian tradisional Papua ini masih terus dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Suku Arfak hingga sekarang.

Tarian ini juga dimaknai sebagai simbol persatuan dan rasa kebersamaan masyarakat Suku Arfak.

Hal ini bisa dilihat dari para penari melakukannya bersama-sama tanpa memandang umur, gender, dan status sosial yang membedakan mereka.

Para penari menari saling bergandengan dan membentuk formasi memanjang.

Walaupun tanpa menggunakan musik pengiring, gerakan dalam tarian ini tetap seirama dengan syair lagu yang dibawakan oleh para penari.

Baca Juga: Intip Keunikan 7 Tradisi Cukur Rambut Pertama Anak Dari Berbagai Budaya

10. Tari Seka

tari seka.jpg
Foto: tari seka.jpg (johananita.com)

Foto: johananita.com

Tari Seka merupakan salah satu tarian adat masyarakat di Selatan Papua, yang meliputi wilayah Timika, Kaimana dan Fakfak.

Tarian tradisional Papua ini memiliki makna, yaitu ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta telah hadir mewarnai kehidupan masyarakat pesisir.

Tarian Seka masih tetap lestari dalam denyut aktivitas sehari-hari. Suku Kamoro mementaskan tarian ini untuk melambangkan semangat ketika akan berperang.

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai tarian tradisional Indonesia yang membantu Si Kecil mengenal lebih dalam budaya Indonesia.

  • https://blogkulo.com/daftar-10-tarian-daerah-papua/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.