20 Mei 2019

Tasya Kamila Alami Puting Luka dan Lecet Saat Menyusui, Ini 4 Cara Mudah untuk Meredakannya

Cara menyembuhkan lukanya ternyata mudah!

Tasya Kamila baru saja melahirkan anaknya yang pertama pada 13 Mei 2019. Ia dan Randi pun tengah menikmati kebahagiaannya dengan sang buah hati yang diberi nama Arrasya Wardhana Bachtiar.

Untuk mengucapkan rasa syukur, Tasya Kamila dan Randi Bachtiar pun menggelar acara akikah anak pertamanya di kediamannya, kawasan Cinere, pada hari Minggu (19/5).

Dikutip dari Suara.com, dalam acara tersebut, Tasya Kamila menceritakan pengalaman pertamanya ketika menyusui. Meskipun mengalami luka di bagian puting, Tasya senang menjalani perannya sebagai ibu.

"Cuma ya kita jalanin dengan ikhlas, tetap semangat mau memberikan nutrisi yang terbaik buat anak. Senang juga kan lihat anak kenyang ASI. Jadi kan tetap semangat meskipun luka-luka, lecet-lecet, perih-perih," ujar Tasya Kamila dikutip dari Suara.com.

Bila Moms juga seorang ibu menyusui, pasti pernah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan seperti puting susu yang sakit dan pecah-pecah. Hal ini memang banyak dialami ibu menyusui.

Ada beberapa cara untuk mengobati puting yang sakit dan pecah-pecah karena menyusui, cukup dengan cara yang mudah dan menggunakan bahan alami. Berikut ini tipsnya, dikutip dari Healthline.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

1. Oleskan ASI

luka puting-1.jpg
Foto: luka puting-1.jpg (medicalnewstoday.com)

Mengoleskan ASI yang baru dikeluarkan ke puting yang kering dan pecah-pecah dapat membantu proses penyembuhan dengan menawarkan perlindungan antibakteri.

Pastikan untuk mencuci tangan sebelum mengoleskan beberapa tetes ASI ke puting ya, Moms. Biarkan susu mengering.

Namun bila ada sariawan pada puting, cara ini harus dihindari. Setiap ASI harus dibilas dengan bersih setelah menyusui Si Kecil karena ragi tumbuh dengan cepat dalam ASI.

2. Kompres Hangat

Ini adalah perawatan lain yang mudah dan murah. Meskipun tidak ada manfaat antibakteri, dengan menggunakan kompres hangat dan lembap setelah menyusui bisa menenangkan puting yang sakit dan pecah-pecah.

Untuk melakukannya, cukup celupkan kain waslap ke dalam air hangat. Peras air yang berlebih, lalu letakkan waslap di atas puting dan payudara selama beberapa menit. Setelah itu, keringkan dengan lembut.

3. Bilas Air Garam

Larutan buatan rumah ini akan membantu melembabkan kulit dan meningkatkan penyembuhan pada puting yang kering dan pecah-pecah. Cara membuatnya:

  • Campurkan 1/2 sendok teh garam dalam air hangat
  • Rendam puting susu dalam mangkuk kecil larutan garam hangat ini sekitar satu menit setelah menyusui
  • Moms juga dapat menggunakan botol semprot untuk mengaplikasikan larutan garam ke semua area puting
  • Tepuk sampai kering

Pastikan untuk membuat pasokan larutan garam segar setiap hari untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi bakteri. Jika Si Kecil tampaknya tidak menyukai rasa larutan gara, tersebut, bilas puting sebelum menyusui.

Baca Juga: 4 Tips Lancar Menyusui

4. Sering Ganti Bantalan

luka puting-2.jpg
Foto: luka puting-2.jpg (medelabreastfeedingtips.ca)

Ganti bantalan menyusui (nursing pads) segera agar menghindari puting menjadi lembap. Membiarkan kelembapan pada puting dapat menunda penyembuhan.

Hindari pula bantalan menyusui yang dibuat dengan lapisan plastik, karena hal ini dapat menghambat aliran udara. Cari bantalan yang terbuat dari katun 100 persen.

Pengobatan Alami yang Perlu Dihindari

Moms mungkin juga mendengar solusi lain untuk mengatasi puting yang sakit dan pecah-pecah. Tetapi beberapa di antaranya dapat menjadi cara yang sebenarnya harus dihindari.

Menggunakan kantong teh basah adalah cara populer yang banyak digunakan. Meskipun tidak mahal, asam tannic dari teh dapat memiliki efek astringen pada puting.

Dampaknya, dapat mengeringkan puting atau bahkan menyebabkan retak. Lebih baik, tetap menggunakan kompres air hangat biasa.

Nah, itulah beberaoa cara mudah yang bisa Moms lakukan untuk meredakan puting lecet karena menyusui. Selamat mencoba!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.