Kesehatan

14 September 2021

Serba-serbi Tes Alergi: Manfaat, Prosedur, hingga Biayanya

Simak semua hal yang ingin Moms tahu seputar tes alergi di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Seperti namanya, tes alergi adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh memiliki reaksi alergi terhadap zat tertentu.

Prosedur yang dilakukan biasanya berupa tes darah, tes kulit, dan diet eliminasi.

Untuk diketahui, alergi adalah kondisi saat kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap sesuatu.

Bisa berupa zat asing, yang biasanya tidak berbahaya bagi banyak orang, tetapi memunculkan gejala pada tubuh.

Misalnya, muncul gejala bersin, mata gatal, dan sinus tersumbat.

Zat asing yang dapat menyebabkan alergi itu disebut dengan istilah alergen.

Ada alergen yang memengaruhi tubuh ketika bersentuhan dengan paru-paru atau selaput hidung, ada yang ketika tertelan, dan ada juga yang hanya bersentuhan dengan kulit bisa menimbulkan gejala.

Baca juga: 9 Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya

Manfaat Melakukan Tes Alergi

tes alergi

Foto: Orami Photo Stock

Data American College of Allergy, Asthma, and Immunology, menunjukkan bahwa alergi memengaruhi lebih dari 50 juta orang di Amerika Serikat.

Alergen yang memengaruhi tubuh saat dihirup menjadi jenis yang paling umum terjadi.

Sementara itu, alergi musiman, yang merupakan respons alergi terhadap serbuk sari, mempengaruhi lebih dari 40 juta orang Amerika.

Senada dengan hal itu, World Allergy Organization memperkirakan bahwa asma bertanggung jawab untuk 250.000 kematian setiap tahunnya.

Risiko kematian akibat alergi ini sebenarnya dapat dihindari lho, Moms.

Caranya adalah dengan menjalani perawatan alergi yang tepat, karena asma dianggap sebagai proses penyakit alergi.

Nah, untuk menjalani perawatan yang tepat, diperlukan tes alergi untuk memastikan diagnosis.

Tes alergi dapat menentukan alergen apa yang bisa menimbulkan respons alergi.

Apakah itu serbuk sari, jamur, atau zat lain. Dengan menjalani tes alergi, Moms bisa mencoba menghindari pemicu alergi, dan mendapatkan obat-obatan yang tepat untuk meredakan gejala.

Baca juga: Medical Check Up: Manfaat, Jenis Tes, Hingga Kisaran Harganya

Prosedur Tes Alergi

Melansir laman Healthline, sebelum tes alergi dilakukan, dokter biasanya akan menanyakan tentang riwayat keluarga, gaya hidup yang dimiliki, dan banyak lagi.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang obat yang sedang atau akan diminum.

Sebab, ada beberapa obat yang harus dihentikan konsumsinya sebelum menjalani tes alergi. Misalnya, obat antihistamin, obat asma antibodi monoklonal, dan antidepresan trisiklik.

Setelah memastikan semuanya aman, prosedur tes alergi akan dilakukan.

Prosedur biasanya mencakup tes darah atau tes kulit, serta diet eliminasi bila dokter mencurigai Moms memiliki alergi makanan.

Lebih rincinya, berikut ini dijelaskan satu-persatu:

1. Tes Kulit

tes kulit alergi kucing.jpg

Foto: Stok Foto Orami

Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan alergen, termasuk alergen terkait udara, makanan, dan kontak.

Tes ini terdiri dari 3 jenis, yaitu tes gores, intradermal, dan tempel.

Sebagai permulaan, dokter biasanya akan mencoba tes gores terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menempatkan alergen dalam cairan khusus.

Lalu, cairan tersebut ditempatkan pada bagian kulit dengan alat khusus yang menggores sedikit permukaan kulit lalu mamasukkannya.

Setelah itu, dokter akan mengawasi secara ketat, untuk melihat bagaimana reaksi kulit yang terjadi terhadap zat asing yang dimasukkan.

Bila muncul ruam merah, pembengkakan, atau gatal di kulit yang sedang diuji, itu berarti ada alergi terhadap alergen tertentu.

Jika tes awal tidak dirasa meyakinkan, dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani tes kulit intradermal.

Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil alergen ke lapisan dermis kulit, dan memantau reaksi alergi yang muncul.

Selain dua metode tadi, tes kulit juga bisa dilakukan dengan uji tempel. Prosedur dilakukan dengan menggunakan sejenis plester perekat yang mengandung alergen yang dicurigai pada kulit.

Kemudian, plester tersebut akan dibiarkan dan dipantau hingga 72-96 jam.

Baca juga: 5+ Lokasi Swab Test Medan Lengkap dengan Biayanya, Turun Harga Mulai 495 Ribu!

2. Tes Darah

Perlukah Tes Darah Sebelum Jalani Promil? 5

Foto: Stok Foto Orami

Prosedur tes darah biasanya dilakukan jika ada kemungkinan mengalami reaksi alergi parah terhadap tes kulit.

Sampel darah yang diambil akan diuji di laboratorium, untuk mengecek keberadaan antibodi yang melawan alergen tertentu dalam tubuh.

Tes yang disebut ImmunoCAP ini biasanya sangat efektif dalam mendeteksi antibodi IgE terhadap alergen utama.

3. Diet Eliminasi

seafood.jpg

Foto: Stok Foto Orami

Bila Moms mencurigai adanya alergi makanan, jenis tes alergi yang bisa dijalani adalah diet eliminasi.

Tes ini dapat membantu dokter menentukan makanan apa yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi.

Seperti namanya, diet eliminasi dilakukan dengan menghilangkan makanan tertentu dari pola makan sehari-hari, lalu menambahkannya lagi.

Reaksi yang muncul dapat membantu menentukan makanan apa yang menyebabkan masalah.

Itulah beberapa prosedur yang biasa dijalani dalam tes alergi.

Setelah dokter menentukan alergen mana yang menyebabkan gejala, Moms bisa berkonsultasi lebih lanjut untuk membuat rencana perawatan.

Selain meresepkan obat-obatan, dokter juga akan menyarankan untuk menghindari alergen yang memicu gejala.

Baca juga: Bantu Jaga Sistem Kekebalan Tubuh, Cari Tahu Fungsi Sel Darah Putih Berikut Ini!

Kemungkinan Risiko dari Prosedur Tes

Mengutip laman Health Grades, tes alergi yang dilakukan pada kulit memiliki risiko dan potensi komplikasi, yaitu:

Reaksi alergi ringan

Seperti gatal-gatal, pembengkakan di kulit. Pada kasus yang jarang terjadi, bisa juga timbul reaksi anafilaksis atau serangan asma.

Namun, Moms tak perlu khawatir karena dokter dan petugas medis pasti siap untuk segera menangani reaksi alergi yang terjadi.

Kesalahan pembacaan hasil tes

Hal ini dapat berimbas pada pengobatan alergi yang tidak tepat.

Namun, risiko ini juga jarang terjadi bila dilakukan oleh dokter ahli alergi yang sudah terlatih dan berpengalaman.

Untuk mengurangi risiko berbagai komplikasi dari tes alergi tersebut, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti:

  • Mengikuti saran aktivitas, pembatasan, serta rekomendasi pola makan dan gaya hidup dari dokter.
  • Memberi tahu dokter jika sedang menyusui atau ada kemungkinan kehamilan.
  • Menepati semua janji temu yang dijadwalkan.
  • Memberi tahu dokter segera tentang masalah apa pun setelah tes alergi kulit, seperti gatal dan bengkak.
  • Bila mengalami gejala reaksi parah, seperti sesak napas, pembengkakan wajah, atau kesulitan bicara dan menelan, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat.
  • Minum obat sesuai dosis dan instruksi dari dokter.

Estimasi Biaya

Setelah mengetahui banyak seputar tes alergi dalam pembahasan tadi, pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak adalah, berapa biayanya?

Ada banyak tepat yang menyediakan layanan tes alergi, sehingga Moms punya banyak pilihan. Moms bisa menjalani tes ini di klinik, rumah sakit, atau laboratorium.

Estimasi biaya yang harus dikeluarkan bervariasi tergantung jenis tes yang dijalani.

Baca juga: 9 Jenis Vaksin Dewasa untuk Meningkatkan Imun Tubuh Menurut Ahlinya, Catat!

Tes awal, berupa konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, hingga ahli alergi biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp120.000-Rp300.000.

Bila Moms ini menjalani tes alergi di Laboratorium Klinik Prodia Kramat, biaya yang perlu dipersiapkan mulai dari Rp400.000, tergantung jenis tes yang diambil.

Namun, harga ini hanya kisaran dan bisa berubah-ubah sewaktu-waktu.

Sementara itu, untuk menjalani tes alergi di Mayapada Hospital Jakarta, biaya yang perlu dilakukan adalah sekitar Rp2.100.000.

Harga tersebut belum termasuk jasa konsultasi dokter reumatologi dan obat-obatan.

Sekian pembahasan seputar tes alergi, mulai dari manfaat, prosedur, risiko, hingga estimasi biaya. Semoga informasi tersebut berguna ya, Moms.

Lebih lanjut mengenai tes dna prosedurnya, Moms bisa tanyakan pada dokter saat sesi konsultasi.

https://acaai.org/allergies/testing-diagnosis/

https://www.worldallergy.org/UserFiles/file/WAO-White-Book-on-Allergy_web.pdf

https://www.healthline.com/health/allergy-testing

https://www.healthgrades.com/right-care/allergies/allergy-skin-testing

https://lifepal.co.id/media/biaya-tes-alergi/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait