28 Maret 2022

Thiamycin: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan

Sesuaikan dengan dosis yang dibutuhkan

Thiamycin adalah obat yang digunakan dalam perawatan, mencegah, dan mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri.

Thiamycin adalah antibiotik yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga memerlukan resep dokter jika ingin mengonsumsinya.

Untuk lebih jelasnya, simak serba-serbi selengkapnya di bawah ini, ya!

Baca Juga: Mengenal Bisolvon, Obat Batuk Berdahak yang Bisa Diminum Anak dan Dewasa

Fungsi Obat Thiamycin

infeksi saluran kemih
Foto: infeksi saluran kemih (Mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Thiamycin tersedia dalam ukuran 500 miligram dan merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada beberapa bagian tubuh, seperti:

Obat ini mengandung thiamphenicol yang bekerja dengan menghambat sintesis protein dari bakteri, sehingga pertumbuhannya dapat ditekan.

Beberapa jenis bakteri yang pertumbuhannya dapat ditekan oleh thiamphenicol, termasuk:

  • Clostridium
  • Corynebacterium diphtheriae
  • Diplococcus pneumoniae
  • Staphylococcus albus
  • Streptococcus pyogenes
  • Streptococcus viridans
  • Bacteroides
  • Fusobacterium
  • Bordetella
  • Brucella
  • Haemophilus
  • Neisseria
  • Pasteurella
  • Shigella

Baca Juga: Catat Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Obat Phenytoin

Dosis Penggunaan

Sama halnya dengan penggunaan jenis obat lainnya, dosis penggunaan thiamycin tergantung pada usia dan penyakit yang mendasari.

Untuk mengatasi penyakit menular seksual atau infeksi lainnya:

  • Dewasa: sebanyak 1,5 gram per hari. Dapat dikonsumsi hingga 3 gram per hari untuk mengatasi gejala infeksi berat.
  • Anak-anak: sebanyak 30-100 miligram per kilogram berat badan per hari.

Untuk mengatasi gangguan ginjal:

  • Dewasa: sebanyak 500 miligram per hari.
  • Anak-anak: dosis langsung diberikan oleh dokter.

Untuk mengatasi gonorrhea:

  • Dewasa: sebanyak 2,5 gram per hari selama 1-2 hari. Selanjutnya diikuti dengan 2 gram per hari hingga 4 hari.

Untuk mengatasi gangguan ginjal:

  • Dewasa: sebanyak 500 miligram per hari.
  • Anak-anak: dosis langsung diberikan oleh dokter.

Interaksi Thiamycin Terhadap Jenis Obat Lain

Terdapat berbagai jenis obat yang berinteraksi dengan kandungan thiamycin.

Berikut ini beberapa jenis obat tersebut:

  • Aspirin, diminum setiap hari dalam dosis tinggi.
  • Diuretik, yang digunakan untuk membuang kelebihan garam dan natrium dalam bentuk urine.
  • Obat pengencer darah, seperti warfarin.
  • Siklosporin, yang digunakan menurunkan risiko terjadinya penolakan tubuh terhadap proses transplantasi organ.
  • Obat diabetes oral.
  • Ketoconazole, yang digunakan mengatasi infeksi jamur, seperti panau, kurap, kutu air, dan kandidiasis pada vagina.
  • Rifampisin, yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.
  • Obat kejang, seperti fenitoin atau fenobarbital.

Baca Juga: Mengenal Moxifloxacin, Antibiotik untuk Mengatasi Pneumonia

Efek Samping Penggunaan Thiamycin

batuk rejan
Foto: batuk rejan (Mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Efek samping yang paling umum setelah menghirup obat adalah:

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Antibiotik saat Hamil? Ketahui Penjelasannya!

Efek samping lain yang umum dialami, termasuk sakit kepala, pusing, dan mata berair.

Efek samping biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Terkait dengan masalah penglihatan, efek samping yang bisa saja terjadi, meliputi:

  • Pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, merasa sesak napas.
  • Depresi berat, pikiran atau perilaku yang tidak biasa, kejang-kejang.
  • Tinja berdarah atau lembek.
  • Pankreatitis ditandai nyeri hebat di perut bagian atas dan menyebar ke punggung, mual dan muntah, serta peningkatan detak jantung.
  • Rendahnya kadar kalium yang ditandai kebingungan, detak jantung tidak teratur, peningkatan buang air kecil, ketidaknyamanan kaki, dan kelemahan otot atau perasaan lemas.
  • Tekanan darah tinggi, ditandai dengan sakit kepala parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, kecemasan, kebingungan, nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, dan kejang-kejang.
  • Gangguan tidur, seperti insomnia dan perubahan suasana hati.
  • Jerawat, kulit kering, kulit menipis, memar, atau perubahan warna kulit.
  • Sering berkeringat.
  • Sakit kepala, pusing, dan sensasi rasa berputar.

Baca Juga: Obat Clonidine: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Itulah serba-serbi terkait dengan thiamycin.

Jadi, sebaiknya konsumsi sesuai dengan anjuran dokter, ya!

Jangan mengurangi, menambahkan, atau berhenti menggunakan obat tanpa rekomendasi dari dokter.

Jika terjadi hal-hal yang membahayakan setelah penggunaan, periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk melakukan penanganan.

  • https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/thiamphenicol#:~:text=17.3.,-4.1%20Drugs%20Targeting&text=Thiamphenicol%20
  • https://www.ndrugs.com/?s=thiamycin
  • https://www.tabletwise.net/indonesia/thiamycin-capsule

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb