Di atas 5 tahun

DI ATAS 5 TAHUN
2 Januari 2020

Tinggal di Lokasi Rawan Banjir, Ketahui 5 Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Tenggelam

Harus tetap waspada ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap memasuki musim hujan, keluarga yang bermukim di lokasi rawan banjir pasti akan khawatir. Betapa tidak, hujan rintik-rintik saja sudah bisa menimbulkan genangan air tinggi di depan rumah. Apalagi jika hujannya deras.

Paman Billie dan Kang Mozza dari Komunitas SafeKids Indonesia (SKI) mengatakan bahwa tinggal di kawasan rawan banjir punya risiko tersendiri, seperti terseret arus, tersetrum, hingga terkena berbagai penyakit.

“Penyakit kulit misalnya. Ada juga penyakit saluran pencernaan karena sumber air bersih terkontaminasi air kotor,” tutur Paman Billie kepada Orami saat dihubungi, Kamis (7/2).

Baca Juga : Musim Hujan, Ini Persiapan Sebelum Banjir

Bagi orang dewasa, hal tersebut mungkin tidak terlalu berat. Tapi, bagi anak, risiko-risiko tersebut sangat berbahaya. Anak belum punya refleks dan upaya mempertahankan/menyelamatkan diri seperti orang dewasa.

Jadi, penting bagi orang tua untuk bisa membantu anak menyelamatkan diri dalam kondisi banjir. Salah satu kondisi yang bisa terjadi pada anak ketika banjir adalah tenggelam.

Pertolongan Pertama saat Anak Tenggelam

Kang Mozza dari SKI menjelaskan bahwa ketika anak tenggelam, orang tua harus langsung memberikan pertolongan pertama. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Keluarkan dari Air

Orang tua harus segera mengeluarkan anak dari air. Ini untuk menjaga agar anak tidak terlalu banyak menelan air banjir.

2. Cek Nafas dan Nadi

Setelah anak dikeluarkan dari air, segera cek nafas dan nadi. Cek juga jalan nafasnya apakah ada sumbatan atau tidak.

Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

3. Lakukan CPR Bila Diperlukan

Jika tidak ada tanda-tanda nafas, CPR perlu dilakukan. Lakukan CPR sesuai dengan prosedur sambil mempersiapkan transportasi untuk evakuasi.

4. Evakuasi ke Fasilitas Kesehatan Terdekat

Sebagai tindak lanjut, segera evakuasi Si Kecil ke faskes terdekat untuk mendapatkan perawatan.

5. Metode ANAK

Kang Mozza menambahkan, SKI juga punya metode yang disebut ANAK, yakni amati bahayanya, nilai risikonya, ambil tindakan, dan komunikasikan.

Bahaya dari banjir adalah arus air yang deras, air kotor, sisa-sisa sampah yang terbawa arus, dan sumber listrik.

Risiko dari banjir adalah terbawa arus, penyakit, dan tersetrum. Tindakan yang perlu dilakukan adalah menyiapkan pelampung/yang berfungsi sama saat banjir, bersihkan saluran air secara berkala, menjaga kebersihan diri dan lingkungan ( pasca banjir ), siapkan cadangan air bersih, dan matikan sumber listrik saat banjir mulai terjadi.

“Komunikasikan dengan cara menyepakati alarm/penanda banjir seperti kentongan, pengeras suara musholla/masjid, tim penanggulangan lokal untuk evakuasi, dan yang lainnya,” papar Kang Mozza.

Nah, itulah hal-hal yang harus Moms lakukan untuk melindungi Si Kecil dari bahaya banjir. Selamat mencoba!

(AND)

Artikel Terkait