28 Februari 2018

Tips Agar Anak Bisa Mengerjakan PR Sendiri

“Bisa mengerjakan PR sendiri pasti lebih bangga

Membiasakan anak untuk mengerjakan PR tanpa disuruh atau diingatkan terus-menerus bukanlah hal yang mudah. Pada dasarnya anak memang membutuhkan bantuan Moms untuk menanamkan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Lagipula, mengerjakan PR atau tugas-tugas sekolah itu tak sekadar menghafalkan rumus Matematika, tapi memahami apa yang menjadi kewajibannya. Jadi, supaya Moms tak perlu lagi lelah mengingatkan anak untuk mengerjakan PR, silakan terapkan tips-tips berikut.

Menentukan Waktu Belajar Yang Cocok Untuk Anak

Jika selama ini si buah hati susah disuruh mengerjakan PR, mungkin saja masalahnya adalah timing yang tidak tepat. Misalnya anak merasa lelah sepulang sekolah dan ia keberatan kalau harus langsung belajar lagi.

Moms bisa melakukan eksperimen dengan membiarkan anak memilih sendiri waktu belajar yang paling sesuai baginya, misalnya di malam hari setelah anak makan dan mandi sore.

Setelah menemukan jadwal yang pas untuk mengerjakan PR dan belajar, usahakan agar anak selalu mengikuti jadwal dan rutinitas tersebut. Dengan begitu, anak pun semakin menyadari bahwa menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya adalah bagian yang penting dalam hidupnya.

Menemani Anak, Bukan Memantaunya Mengerjakan PR

Kalau Moms ingin anak belajar mandiri dan bertanggung jawab, Moms sendiri harus sedikit mengurangi peran Moms ketika anak belajar.

Supaya anak lebih rileks dan konsentrasi, Moms tidak perlu terus-terusan memerhatikan gerak-gerik anak atau memelototi bukunya saat mengerjakan PR. Hindari memburu-buru dan memarahi anak kalau ada jawaban yang salah.

Sebaliknya, Moms cukup menemani anak dengan duduk di dekatnya sambil melakukan hal-hal lain seperti membaca majalah atau membuka laptop. Biarkan anak mengerjakan PR-nya dengan tenang, dalam kecepatannya sendiri. Anak pun akan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk mengerjakan PR sendiri.

Membiarkan Anak Belajar Dari Kesalahan

Moms mungkin sangat tergoda untuk mengoreksi jawaban anak. Namun, tahan diri dan sesekali biarkan anak belajar dari kesalahannya.

Dengan begitu, anak akan jadi semakin giat berjuang mencari jawaban yang benar supaya nilai PR-nya bagus, tak hanya bergantung pada Moms yang akan mengoreksinya. Anak juga jadi bisa mengukur kemampuannya sendiri dan melatih kemampuan memecahkan masalah.

Begitu juga halnya dengan masalah anak yang sulit sekali disuruh mengerjakan PR. Kalau anak benar-benar tidak mau diingatkan, jangan dipaksa secara berlebihan.

Hal ini memungkinkan anak untuk merasakan sendiri apa akibatnya tidak mengerjakan PR. Entah itu dihukum oleh guru, tidak bisa mengerjakan ulangan dadakan dari bahan PR, atau nilainya jadi tidak lengkap.

Ingat, mengajari anak soal konsekuensi tindakannya ini lebih penting dari sekadar mendapatkan nilai yang sempurna di kelas. Kadang, cara terbaik untuk menyadarkan anak adalah melalui kegagalan. Anak pun akan menumbuhkan sendiri dalam dirinya kesadaran untuk mengerjakan PR tanpa disuruh.

Itu dia tiga tips unik yang ampuh mendorong anak untuk mengerjakan PR sendiri tanpa dibantu dan disuruh-suruh orangtuanya. Apakah Moms punya cara unik lainnya? Bagikan tipsnya di kolom komentar, ya.

(IA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.