21 Februari 2020

Tips Mendampingi Balita Menonton TV

Balita boleh nonton TV, tapi lebih baik didampingi

Apakah Moms termasuk orang tua yang selalu mendampingi balita nonton TV? Atau Moms membiarkan anak menonton TV sendirian sementara Moms beraktivitas?

American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan media layar (termasuk TV) untuk anak di bawah usia dua tahun. Untuk balita di atas umur tersebut, AAP membatasinya selama 1-2 jam per hari.

Apa alasannya? Menonton TV memang merupakan kegiatan pasif. Namun, untuk memahami tayangannya memerlukan keterampilan tertentu yang belum dimiliki anak di bawah usia dua tahun.

Sebuah lembaga riset besar menunjukkan bahwa terlalu banyak menonton TV bisa berefek negatif terhadap perilaku, prestasi, dan kesehatan anak. Penelitian lain menemukan bahwa apa yang anak tonton sama pentingnya dengan seberapa banyak yang mereka tonton.

Bagaimanapun, tak dipungkiri bahwa TV sangat membantu membuat Si Kecil duduk tenang dalam waktu lama saat Moms perlu beraktivitas.

Jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine dan beberapa jurnal lain mengungkap fakta berikut:

  • Hampir semua bayi dan balita terekspos TV atau video setiap hari, biasanya sekitar 1-2 jam
  • Sekitar 2/3 Moms dengan anak usia tiga tahun mengatakan bahwa anak mereka menonton selama dua jam atau lebih per hari
  • Jika TV sebagai latar belakang (anak melihat atau mendengar TV tapi tidak aktif menonton) juga dihitung, balita terekspos TV rata-rata selama empat jam setiap hari

Baca Juga: Berapa Lama Durasi Anak Menonton TV?

Acara Edukatif untuk Mendampingi Balita Nonton TV

mendampingi balita nonton tv
Foto: mendampingi balita nonton tv

Foto: i.ytimg.com

Moms mungkin memiliki pembelaan bahwa tayangan TV yang boleh ditonton Si Kecil hanya yang bersifat edukatif.

Memang ada beberapa konsep yang bisa dipelajari dari tontonan tersebut. Namun, Si Kecil paling baik belajar dari pengalaman interaktif dan langsung – misalnya menyentuh, merasakan, dan memecahkan masalah – dengan orang yang mereka sayangi.

Menurut penelitian yang dikutip situs Zero to Three, beberapa acara anak seperti Dora the Explorer dan Blue’s Clues memiliki efek positif terhadap pembelajaran anak. Namun, acara seperti Teletubbies atau Barney & Friends tidak.

Moms tahu perbedaan antara dua kelompok acara anak-anak tersebut? Pada program Dora the Explorer dan Blue’s Clues, perbedaannya ada pada beberapa hal ini:

  • Karakter sesekali berbicara langsung pada anak
  • Karakter meminta anak berpartisipasi di acara tersebut dengan cara tertentu (misalnya mengulang kata atau ikut tepuk tangan)

Acara anak yang memiliki jalan cerita kuat dan struktur seperti buku cerita (ada awal, tengah, dan akhir cerita) juga baik ditonton.

Baca Juga: Benarkah Nonton TV Tidak Baik Bagi Perkembangan Bayi? Ketahui Efek Sampingnya

Mendampingi Balita Nonton TV

mendampingi balita nonton tv
Foto: mendampingi balita nonton tv

Foto: theeverydaysimple.com

Agar TV tidak menjadi tontonan kosong dan bisa membawa manfaat, selain memilih program yang tepat dengan ciri seperti di atas, Moms juga harus mendampingi balita nonton TV. Lakukan hal-hal ini:

  • Ajak Si Kecil mengobrol tentang acara tersebut. Misalnya, program tersebut tentang apa, karakter mana yang mereka suka dan tidak suka.
  • Jawab pertanyaan-pertanyaan anak. Si Kecil masih berusaha memahami ide dan konsep baru. Terkadang mereka membutuhkan bantuan Moms untuk mengerti apa yang mereka lihat di TV.
  • Tunjuk dan sebut nama benda yang mereka lihat di TV.
  • Ajak anak bergerak aktif saat menonton. Misalnya, berjoget saat ada musik, atau melompat-lompat seperti kodok di TV.
  • Hubungkan apa yang anak lihat di TV dengan kehidupan nyata. Misalnya, “Wah, ada mobil pemadam kebakaran lewat… Seperti yang Kakak lihat di kartun kemarin, ya?”
  • Ketika acara sudah habis, matikan TV dan peragakan ceritanya. Misalnya menggunakan boneka atau buat cerita sendiri untuk diperankan bersama.
  • Jangan gunakan TV untuk mengantar anak tidur. Ini menyulitkan mereka belajar tertidur sendiri. Lagipula, anak yang masih sangat kecil memerlukan cinta, kasih sayang, dan rasa aman dari rutinitas tidur lewat dongeng, usapan, atau bernyanyi bersama Moms.

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Menonton TV dan Video Saat Makan Bagi Balita

Jadi, sebaiknya Moms tidak membiarkan Si Kecil yang masih sangat muda menonton TV sendirian.

Mendampingi balita nonton TV bisa membuat anak lebih mudah memahami isi acara edukatif sekaligus mempererat hubungan Moms dengan Si Kecil.

EMA

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.