26 April 2022

Berniat Transplantasi Rambut? Perhatikan Dahulu Hal Penting Ini!

Transplantasi rambut jadi salah satu solusi mengatasi kebotakan

Apakah Dads mengalami rambut rontok yang parah atau kebotakan dini sehingga ingin mencoba transplantasi rambut?

Jika iya, perhatikan dahulu hal-hal berikut.

Menurut National Institute for Health and Care Excellence, sekitar sepertiga pria kulit putih di bawah usia 30 tahun mengalami kebotakan.

Kemudian, meningkat menjadi sekitar 80 persen pada pria di atas 70 tahun (lebih jarang terjadi pada pria kulit hitam dan lebih lambat untuk pria Asia).

Kondisi tersebut memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Mungkin Dads salah satunya.

Saat kebotakan terjadi, Dads tentu jadi tidak percaya diri. Banyak yang pada akhirnya memilih untuk menggunduli kepalanya ketimbang mengalami botak sebagian.

Selain menggunduli habis rambut, Dads bisa mengatasi botak dengan cara lain. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi botak. Salah satunya dengan transplantasi rambut.

Data dari International Society of Hair Restoration Surgery, menunjukkan bahwa prosedur pemulihan rambut atau transplantasi rambut naik 60 persen dari tahun 2014.

Baca Juga: 7 Manfaat Asam Folat untuk Pria, Mampu Meningkatkan Sperma hingga Mencegah Kebotakan

Manfaat Transplantasi Rambut

manfaat transplantasi rambut
Foto: manfaat transplantasi rambut

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Dermatology Association menyebutkan bahwa operasi transplantasi rambut memungkinkan ahli bedah untuk memindahkan rambut sehat di kulit kepala Dads ke area dengan rambut yang menipis.

Menurut The International Society of Hair Restoration Surgery (ISHRS), transplantasi rambut bukan persoalan estetis semata, tapi juga persoalan psikologis.

Hal ini karena transplantasi rambut bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Perbaikan dalam menciptakan garis rambut dan menempatkan rambut di area yang menipis juga membantu menciptakan hasil yang tampak alami sehingga rambut Dads kembali lebat dan sehat secara keseluruhan.

Namun, perlu diingat bahwa hasil transplantasi rambut yang terbaik sangat bergantung pada ahli bedah yang melakukan prosedur.

Jadi, carilah seorang profesional yang sudah teruji dan terbukti keamanannya, ya.

Selain itu, kebanyakan transplantasi rambut dilakukan dengan rambut yang sudah ada.

Sehingga, tidak efektif untuk merawat orang dengan masalah penipisan dan kebotakan yang meluas, rambut rontok karena kemoterapi atau obat lain, serta bekas luka kulit kepala yang tebal karena cedera.

Baca Juga: 28 Cara Merawat Rambut Rontok Dengan Bahan-Bahan Alami

Hal yang Perlu Diketahui tentang Transplantasi Rambut

Jika Dads tengah mempertimbangkan transplantasi rambut, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Simak ulasannya di bawah ini yuk!

1. Usia Tepat untuk Transplantasi Rambut

hair-transplant-royalty-free-image-164653183-1547124473.jpg
Foto: hair-transplant-royalty-free-image-164653183-1547124473.jpg

Foto: Menshealth

Memutuskan untuk menjalani transplantasi rambut adalah keputusan besar.

Dr. Abraham Armani, seorang ahli bedah transplantasi rambut dan pendiri Armani Medical di Dallas, Texas memperingatkan bahwa bagi pria berusia 20-an, menjalani transplantasi rambut bisa menjadi sesuatu yang mereka akan sesali.

“Masalah sering muncul ketika transplantasi rambut dilakukan sebelum seorang pria sepenuhnya selesai kehilangan semua rambutnya, menjadikan prosedur tersebut berisiko bagi pria yang lebih muda yang mungkin terus kehilangan rambut selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Biasanya, masalah kerontokan yang parah atau kebotakan dini ini terjadi pada usia 35 tahun.

Jadi, Dads yang mengalami masalah ini dan berusia cukup bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk transplantasi.

Tidak hanya pria, wanita yang mengalami masalah sama juga bisa menjalani transplantasi. Setidaknya, ada 2 hal yang menjadi pertimbangan, yakni:

  • Memiliki cukup rambut sehat di kulit kepala yang dapat ditransplantasikan ke area yang membutuhkan rambut, dan
  • Kemampuan menumbuhkan rambut di area kulit kepala yang menipis.

Selama konsultasi dengan dokter kulit, Dads atau Moms dapat mengetahui apakah memenuhi 2 standar umum ini.

Seorang dokter kulit biasanya akan mendapatkan jawabannya setelah melakukan pemeriksaan kulit kepala secara menyeluruh, tes darah, hingga biopsi jika diperlukan.

2. Prosedur Transplantasi Rambut

hair transplant - CREDIT CHRIS MCGRATHGETTY - telegraph.co.uk.jpeg
Foto: hair transplant - CREDIT CHRIS MCGRATHGETTY - telegraph.co.uk.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Ahli kerontokan rambut, Spencer Stevenson, yang sudah 12 kali transplantasi rambut menyebutkan ada 3 tipe tranplantasi rambut, yakni FUE (Follicular Unit Extraction), FUT (Follicular Unit Transplantation), dan ATP (Advanced Trico Pigmentation).

FUE adalah yang paling populer dengan menggunakan bilah-bilah halus untuk mengambil folikel rambut dari “area donor” (rambut masih tersisa), biasanya bagian belakang dan samping. Folikel rambut kemudian di transplantasikan ke area yang botak.

“Karena folikel rambut dipindahkan secara individual, ini membutuhkan waktu lebih lama daripada FUT, tetapi tidak meninggalkan bekas luka sehingga cocok dengan gaya rambut yang sangat pendek,” jelasnya.

Pada prosedur FUT, satu helai rambut dihilangkan, dokter bedah kemudian membaginya menjadi kelompok kecil folikel rambut, dan ditransplantasikan ke area yang botak.

“Lebih cepat dan lebih murah daripada FUE, tetapi meninggalkan bekas luka dan membutuhkan proses penyembuhan,” ungkapnya.

“ATP adalah bentuk tato dengan tinta khusus, memberikan hasil ilusi rambut yang bertahan hingga tujuh tahun, dan paling cocok untuk pria dengan gaya rambut pendek atau dicukur,” tambah Spencer.

Baca Juga: Beragam Manfaat Peterseli untuk Kesehatan Tubuh, Kulit, dan Rambut

3. Pemulihan

Hair-Transplant-Procedure.jpg
Foto: Hair-Transplant-Procedure.jpg

Foto: Greatlakesledger

Ahli bedah transplantasi rambut Dr Bessam Farjo dari Farjo Hair Institute menjelaskan, bagi sebagian orang, mereka hanya membutuhkan sedikit waktu untuk masa pemulihan.

“Anda mungkin perlu istirahat selama 1 atau 2 hari setelah menjalakan operasi,” jelasnya. Hal tersebut tergantung pada perawatan yang Dads dilakukan.

Namun biasanya, Dads mungkin akan mengalami sakit di bagian kulit kepala sehingga perlu minum obat setelah operasi transplantasi rambut, seperti obat nyeri, antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi, atau obat anti-inflamasi untuk mengatasi pembengkakan.

Sangat normal jika rambut yang ditransplantasikan mengalami kerontokan selama 2-3 minggu setelah prosedur.

Hal ini justru akan membuka jalan bagi pertumbuhan rambut baru. Kebanyakan orang akan melihat sejumlah pertumbuhan rambut baru 8 sampai 12 bulan setelah operasi.

Banyak dokter juga akan meresepkan minoxidil (Rogaine) atau obat penumbuh rambut finasteride (Propecia) untuk meningkatkan pertumbuhan kembali rambut.

Obat-obatan ini pun dapat bantu memperlambat atau menghentikan kerontokan rambut di masa depan.

4. Apakah Perlu Transplantasi Rambut di Masa Mendatang?

hair-transplant-royalty-free-getty image.jpg
Foto: hair-transplant-royalty-free-getty image.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Rambut di daerah donor cenderung secara genetik berbeda dengan daerah yang botak.

Jika prosedur transplantasi rambut dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan bertahan lama hingga seumur hidup.

“Jika prosedur ini dilakukan dengan benar, maka hasilnya bisa seumur hidup,” ujar Dr Bessam Farjo.

Namun, seiring bertambahnya usia bisa terjadi penipisan rambut di daerah donor, jika ini terjadi, rambut yang ditransplantasikan akan mengikuti pola yang sama.

“Secara teori, rambut yang dicangkokkan akan terus tumbuh dengan cara yang mirip dengan rambut donor. Namun, ini juga mungkin rontok sehingga kamu mungkin perlu transplantasi rambut lagi di masa depan,” tambah Spencer.

Untuk hasil terbaik, Dads harus mengikuti instruksi pascaprosedur dari ahli bedah mereka. Melakukan hal ini akan meningkatkan peluang mereka untuk transplantasi rambut yang sukses.

Selain itu, Dads mungkin perlu menghindari aktivitas berat dan olahraga selama beberapa minggu. Mereka mungkin juga perlu menunggu beberapa hari sebelum mencuci rambut untuk mendapatkan hasil transplantasi yang terbaik.

Baca Juga: 21 Arti Mimpi Potong Rambut, Berkaitan dengan Perubahan dan Kehilangan

Efek Samping Transplantasi Rambut

efek samping transplantasi rambut
Foto: efek samping transplantasi rambut (medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stock

American Society of Plastic Surgeons mengatakan bahwa transplantasi rambut umumnya aman jika dilakukan oleh ahli bedah yang berkualifikasi dan berpengalaman.

Namun, meski transplantasi rambut yang Dads lakukan berhasil, beberapa efek samping di bawah ini dapat terjadi.

1. Infeksi atau Perdarahan

Transplantasi rambut melibatkan pemotongan atau sayatan di kulit.

Seorang ahli bedah biasanya akan membuat sayatan untuk mengangkat folikel donor, dan mereka membuat sayatan kecil di bagian kulit kepala lain untuk menempatkan folikel tersebut.

Meski dengan sayatan sekecil apapun, risiko infeksi atau pendarahan yang berlebihan akan tetap ada.

2. Bekas Luka

Ada juga risiko jaringan parut sehingga meninggalkan bekas luka pada area donor dan area transplantasi. Oleh karena itu, Dads harus berbicara dengan ahli bedah tentang risiko ini sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur.

Transplantasi dengan metode FUT (Follicular Unit Transplantation) biasanya meninggalkan bekas luka linier yang panjang karena ahli bedah mengangkat potongan kulit kepala.

Bekas luka ini mungkin tersamarkan saat rambut baru tumbuh di sekitarnya. Namun, mungkin terlihat melebar selama penyembuhan dan rambut di sekitarnya menjadi tipis.

Metode FUE (Follicular Unit Extraction) dalam prosedur transplantasi juga dapat meninggalkan beberapa bekas luka di area di mana ahli bedah mengangkat folikel dengan alat pelubang, tetapi bekas luka ini mungkin tidak sebesar bekas luka dari FUT.

Baca Juga: Tanpa Disadari, Penyebab Rambut Rontok Bisa Jadi 10 Tanda Penyakit Ini!

3. Nyeri dan Bengkak

Beberapa orang juga mungkin mengalami rasa sakit saat kulit mereka sembuh setelah prosedur. Dokter bedah biasanya akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi hal ini.

Selain nyeri, Dads mungkin juga akan mengalami pembengkakan di kepala dan wajah saat kulit sembuh.

Jadi, sebelum memutuskan untuk transplantasi rambut, ada baiknya mencari banyak informasi dahulu. Termasuk memilih dokter yang paling tepat untuk menangani masalah kebotakan yang Dads alami.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

  • https://www.menshealth.com/uk/style/grooming/a25734373/hair-transplants/
  • https://ishrs.org/2018/08/08/ishrs-2017-practice-census-infographic/
  • https://ishrs.org/patients/treatments-for-hair-loss/surgical-treatments/
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/hair-transplants
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/327229
  • https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/hair-transplantation-and-restoration/safety
  • https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/treatment/transplant
  • https://www.healthline.com/health/hair-transplant
  • https://www.healthline.com/health/does-hair-transplant-work

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.