COVID-19

COVID-19
12 April 2021

Vaksinasi COVID-19 Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan?

Simak penjelasan dari MUI berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Amelia Puteri

Pemerintah terus melakukan vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Namun tidak terasa, bulan Ramadhan akan segera datang dan bagaimanakah hukumnya vaksinasi COVID-19 saat puasa?

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menjelaskan tentang dilakukannya vaksinasi saat bulan puasa.

Agar tidak mendapatkan kabar yang salah atau malah hoax, simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini, Moms.

Baca Juga: Antibodi dari Vaksin COVID-19 Terdeteksi di ASI, Si Kecil Berpotensi Kebal COVID-19!

Vaksinasi COVID-19 saat Puasa Tidak Membatalkan

Mengutip Instagram @muipusat, MUI menetapkan bahwa melakukan vaksinasi COVID-19 saat puasa bagi umat Islam, dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar).

MUI juga menetapkan, vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. Untuk diketahui, injeksi intramuscular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Namun di sisi lain, MUI menyarankan agar pemerintah melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari di bulan Ramadhan terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa dan dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

Selain itu, MUI juga menyarankan agar umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19.

Baca Juga: Aplikasi yang Sediakan Pendaftaran Vaksin COVID-19 untuk Lansia

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Vaksinasi Saat Puasa

vaksinasi COVID-19 saat puasa

Foto: Orami Photo Stock

Karena tidak ada perbedaan pada proses vaksinasi selama puasa, maka tidak ada persiapan khusus. Persiapannya tetap sama seperti vaksinasi di hari biasa, yaitu harus istirahat yang cukup sebelum penyuntikan.

Namun, di bulan Ramadhan, umat Islam yang akan divaksinasi perlu memerhatikan dua hal: istirahat cukup dan sahur dengan makan makanan bergizi seimbang.

Apalagi puasa sendiri memberikan efek detoksifikasi, jadi sebenarnya puasa memberikan begitu banyak manfaat sehingga diharapkan masyarakat tidak khawatir dengan vaksin saat berpuasa.

Selain itu, juga tetap disiplin protokol kesehatan 3M: memakai masker dengan benar menutupi hidung dan mulut; menjaga jarak serta hindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, yang kini menjadi kebiasaan baru yang harus diterapkan oleh semua orang.

Baca Juga: Jangan Bingung, Ini Perbedaan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan Swab PCR

Hukum Tentang Swab Test Saat Puasa

Selain soal vaksinasi COVID-19 saat puasa yang tidak membatalkan, publik mungkin juga bertanya tentang dilakukannya swab test. Mengingat proses pengambilan sampel yang masuk ke rongga hidung dan mulut.

Namun, diketahui bahwa umat muslim yang hendak melakukan swab test juga tidak membatalkan puasa dan umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan swab tes untuk mendeteksi COVID-19.

Berdasarkan fatwa MUI, tes swab merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring.

Selama dilakukan dengan ketentuan umum, maka dipercaya tidak membatalkan puasa.

Jadi, Moms tidak perlu ragu lagi ya untuk vaksin atau melakukan swab test meski tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait