16 Agustus 2019

Viral ART Campur Obat dengan Susu Agar Anak Tenang

Diberikannya obat anti-alergi agar anak tidak rewel dan cepat tidur

Warganet sempat ramai membahas kejadian yang terjadi di mana seorang ART mencampur obat anti-alergi (Cetirizin) dengan susu anak, agar anak tersebut bisa tidur dengan pulas.

Kejadian ini diunggah oleh Vierza Bellina, melalui akun Instagram @febevierza912 yang diunggah pada Rabu (14/8/2019) dan kemudian menjadi viral.

Pada unggahannya, Vierza menjelaskan bahwa ART dengan inisial Ju tersebut baru bekerja selama 3 bulan dengannya. Ia sempat merasa senang karena Ju bisa memiliki bonding yang baik dengan anak-anak.

"Anak pertama saya lengket banget sama dia. Pokoknya perfect di mata saya dan suami," tulis Vierza dalam keterangan di unggahannya tersebut.

Screenshot_3.jpg
Foto: Screenshot_3.jpg

Foto: instagram.com/febevierza912

Vierza dan suami merupakan pasangan yang bekerja, di mana ia berangkat pada jam 5 subuh dan pulang jam 9 malam. Selama 2-3 minggu, mereka merasa sang anak hebat karena sudah tidur saat orang tuanya pulang.

"Dua hingga tiga minggu belakangan anak kami great, selalu sudah tidur. Awalnya saya enggak curiga. Tapi lama-lama saya mikir kok tidak ada bangunnya, seperti minta susu, popoknya juga kering. Karena saya takut dia dehidrasi, saya bangunkan dan dia enggak bangun. Tapi saya pikir tidak ada apa-apa, jadi saya biasa aja," lanjutnya.

Baca Juga: Kenapa Anak Susah Tidur?

Mulai Curiga dengan Pemberian Obat pada Susu Anak

bayi minum susu-1.jpg
Foto: bayi minum susu-1.jpg (parents.com)

Kecurigaan ini pun semakin bertambah ketika Vierza membicarakan hal ini kepada temannya. Sang teman pun mengatakan bahwa dirinya curiga bila susu anak Vierza tersebut dicampur dengan obat tidur.

"Tapi Tuhan baik. Malam itu, suami saya membangunkan anak kami, tapi tidak bangun juga meski sudah diciumin, ditepuk-tepuk, sampai diangkat," jelas Vierza.

Vierza pun kemudian mengecek susu yang dibuat oleh Ju, dan saat itulah tercium aroma anggur merah.

"Saya pengen cium botolnya, pas saya cium ada bau anggur merah. Saya bandingkan dengan susu yang saya buat, baunya ya bau susu. Karena takut salah, saya diamkan kedua susu yang dibuat Ju agak lama. Ternyata, bukan bau susu basi, dan baunya memang beda," ungkapnya lagi.

Vierza pun meminta pendapat tetangga soal perbedaan bau susu tersebut. Tetangga juga mengatakan bahwa ia mencium bau anggur merah. Karena khawatir, Vierza membawa anaknya ke rumah sakit.

Baca Juga: Bolehkah Anak Minum Susu Rendah Lemak?

Diberikan Obat Tidur Agar Anak Tidak Rewel

anak tidur
Foto: anak tidur (todaysparents.com)

"Dokter bilang saat itu, anak saya kebanyakan minum, tapi saya belum bilang kalau ada dua botol susu beda. Eh, pas saya kasih tunjuk, dokternya bilang susu yang dikasih anak saya dicampur obat alergi yang ada kadar alkoholnya," katanya, mengutip dari Kompas.com.

Setelah mengetahui hal tersebut, Vierza langsung melaporkan Ju kepada ketua RT. Saat diminta keterangan, Ju awalnya tidak mengaku. Namun, setelah Vierza mengancam akan melaporkan masalah ini ke polisi, Ju mengaku bahwa ia mencampurkan obat ke anaknya.

Hal ini agar membuat sang anak langsung tidur dan tak rewel.

"Ju mengaku baru tiga hari kasih anaknya campuran obat ke susu supaya dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Makanya, dia kasih anak saya obat supaya dia enggak rewel dan menuntaskan kerjaannya,” katanya.

Baca Juga: 5 Cara Pintar Saat Memilih Asisten Rumah Tangga

Vierza Tidak Melaporkan ke Pihak Polisi

anak minum susu
Foto: anak minum susu (momlovesbest.com)

Bersama dengan ketua RT, Vierza dan sang suami turut mewawancarai Ju dan meminta untuk mengaku serta menceritakan apa yang ia lakukan.

Namun, Vierza dan sang suami memutuskan untuk tidak melaporkan perbuatan Ju kepada pihak berwajib.

"Kenapa saya lepas? Saya cuma kepikiran anak-anaknya masih kecil juga dan perempuan. Saya tidak mau menjadi batu sandungan buat berkat orang ini. Saya cuma memberikan warning biar orang ini sadar," tulis Vierza.

Akibat perlakukannya ini, anak Vierza muntah-muntah setiap minum susu.

Ia melanjutkan, "Anak saya harus muntah terus setiap minum susu. Dokter bilang lambungnya lagi penuh dengan gas, dan dosisnya pun masih bekerja di dalam tubuh anak saya."

"Ini terkuak bukan secara kebetulan, tetapi waktunya Tuhan untuk buka mata orang ini melalui saya. Bagian saya saat ini cuma bergumul untuk bisa mengampuni. God bless teman-teman yang saya kenal maupun baru dikenal. Semoga kejadian ini tidak menimpa kalian," tutup Vierza.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.