17 Februari 2021

Viral Warga Desa Tuban Borong Mobil, Kaya Mendadak Dapat Miliaran Rupiah dari Perusahaan Minyak

Bahkan ada warga desa yang mendapatkan puluhan miliar Rupiah lho, Moms!
Viral Warga Desa Tuban Borong Mobil, Kaya Mendadak Dapat Miliaran Rupiah dari Perusahaan Minyak

Foto: TikTok @rizkii02

Ada kejadian menarik yang sempat viral di media sosial dan ramai dibicarakan selama beberapa hari ini.

Baru-baru ini, jagat maya dikejutkan dengan video pendek yang mengunggah pemandangan belasan truk towing mengangkut mobil berbagai model ke Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.

Diketahui, warga desa Sumurgeneng ramai-ramai membeli mobil.

Kok bisa ya Moms? Apa yang terjadi? Cari tahu penjelasan mengenai warga desa Tuban borong mobil berikut ini.

1. Berasal dari Video di TikTok

borong mobil 2 okecoy.jpg
Foto: borong mobil 2 okecoy.jpg

Foto: okezone.com

Pemandangan pengiriman mobil-mobil baru yang dikawal pihak kepolisian itu diunggah oleh pemilik akun TikTok @rizkii.02, kemudian viral ke berbagai platform media sosial.

Tak tanggung-tanggung, jumlah mobil yang dibeli mencapai 176 unit dalam waktu yang hampir bersamaan.

Pengiriman mobil-mobil tersebut tentunya tidak untuk satu orang pemilik tetapi masing-masing warga di Desa Sumurgeneng.

Pengiriman juga dilakukan secara bertahap. Menurut keterangan video tersebut, mobil-mobil itu diborong oleh warga satu desa.

"Satu desa borong mobil. mantap!!," tulisnya.

Baca Juga: Resmi Akui Berpisah dengan Niko Al-Hakim, Ini 7 Potret Rachel Vennya yang Tampak Lebih Pede!

2. Beramai-ramai Membeli Mobil

borong mobil kompascom 3.jpg
Foto: borong mobil kompascom 3.jpg

Foto: kompas.com

Mengutip JPNN.com, Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto membenarkan jika warganya membeli mobil beramai-ramai.

Warga desa Tuban borong mobil dilakukan setelah warga mendapatkan uang dari hasil penjualan tanah dari grass root refinery (GRR) kilang minyak yang melibatkan Pertamina-Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Meski begitu, tidak semua mobil yang dibeli adalah mobil baru, ada juga mobil bekas.

Bukan cuma itu, ada satu keluarga yang bisa membeli bukan hanya satu mobil namun membeli sekaligus dua hingga tiga mobil.

Beberapa jenis mobil yang mereka beli seperti Toyota Innova, Honda HRV, Honda Jazz, Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero.

Baca Juga: Foto-foto Nindy Ayunda Alami KDRT dari Askara, Tunjukkan Luka Wajah dan Lebam

3. Ganti Untung Lahan Hingga Miliaran Rupiah

borong mobil kompascom.jpg
Foto: borong mobil kompascom.jpg

Foto: kompas.com

PT Pertamina bersama dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft diketahui membeli lahan mereka dengan harga Rp600.000 hingga Rp800.000 per meter.

Harga tersebut lebih tinggi dari harga jual pasaran saat ini.

Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto mengatakan, dari hasil penjualan tanah itu rata-rata para warga mendapatkan uang sekitar Rp 8 miliar.

Warga yang memiliki lahan empat hektar ada juga yang mendapat uang sebesar Rp 26 miliar.

Bahkan, warga Surabaya yang memiliki lahan di desa tersebut ada yang mendapat uang sebesar Rp 28 miliar.

Tidak mengherankan bila banyak warga desa memutuskan untuk ramai-ramai membeli mobil.

Baca Juga: Sempat Alami Keguguran, Meghan Markle Kini Tengah Hamil Anak Kedua!

4. Berbagai Respons Warganet

borong mobil pikiran rakyat.jpg
Foto: borong mobil pikiran rakyat.jpg

Foto: pikiran-rakyat.com

Unggahan video tentang warga desa Tuban borong mobil tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari warganet.

Mereka rata-rata mengkritik pembelian mobil tersebut, karena dianggap merupakan pemborosan semata.

“Mending investasi saham atau beli tanah dan rumahhh mayan kannn dr pada beli mobil yg harganya tiap tahun jika dijual lagi nurun,” tulis salah seorang warganet.

“Habis beli pusing mikirin pajak,” kata warganet lainnya.

Kalau Moms dapat uang sebanyak itu mau beli apa? Coba tulis di kolom komentar di bawah ini, yuk!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.