04 Juni 2019

Waspadai 5 Penyakit yang Menyerang Anak Saat Liburan

Lindungi anak dari serangan penyakit ini saat libur sekolah ya Moms

Memasuki libur sekolah yang panjang, Moms pasti sudah menentukan rencana liburan keluarga yang menyenangkan.

Meski akan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan gembira, penting juga untuk memastikan kesehatan Si Kecil sebelum dan bahkan saat liburan.

Jangan sampai Si Kecil terserang 5 penyakit saat liburan berikut ini, dikutip dari Reader's Digest.

1. Malaria

penyakit anak saat liburan-1.jpg
Foto: penyakit anak saat liburan-1.jpg (.lalpathlabs.com)

Disebarkan oleh nyamuk, malaria menimbulkan masalah yang buruk jika anak terserang penyakit ini, terutama bila Moms berencana bepergian ke luar negeri atau daerah lain yang rentan penyakit malaria.

Menurut Thomas M. Miller, MD, profesor kedokteran dan direktur UNC Internal Medicine Travel Clinic, orang yang pergi ke Afrika, Amerika Tengah atau Selatan, dan sebagian besar India dan Asia Tenggara, harus membawa obat malaria profilaksis.

Cara terbaik untuk menghindari infeksi adalah menghindarinya. Nyamuk anopheles membawa malaria paling aktif di waktu senja dan fajar. Gunakan kelambu dan semprotan serangga, atau kenakan celana panjang dan baju lengan panjang selama jam-jam tersebut.

Baca Juga: Cek! 5 Kondisi Kuku yang Menunjukkan Ada Penyakit di Tubuh

2. Influenza

"Flu bisa terjadi sepanjang tahun, tergantung di mana Anda dan keluarga bepergian," kata Dr. Miller.

Klinik GeoSentinel mengumpulkan data tentang penyakit pada pelancong dan telah menemukan bahwa influenza adalah penyakit yang paling umum, ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

"Di Amerika Serikat, influenza menyerang selama bulan-bulan musim dingin dan sebagian besar tidak ada pada waktu lain tahun itu," jelas Dr. Miller.

"Di daerah tropis, flu dapat menyebar kapan saja sepanjang tahun tetapi biasanya tidak menyebabkan epidemi," katanya.

3. Diare

penyakit anak saat liburan-2.jpg
Foto: penyakit anak saat liburan-2.jpg (inc.com)

Miller memperkirakan bahwa hingga 40% pelancong akan mengalami penyakit diare yang tidak nyaman ini ketika mereka bepergian.

Beberapa penyebabnya juga merupakan hal-hal sepele, seperti persiapan makanan yang tidak dibersihkan dengan benar, daging yang tidak dimasak dengan benar, dan minum air yang terkontaminasi.

Jika Si Kecil terserang, mungkin akan mengalami antara empat hingga lima hari diare dan juga kram perut.

"Kasus-kasus ringan dapat diobati dengan obat bebas. Untuk infeksi yang lebih parah, bisa diberikan antibiotik, biasanya hanya satu dosis yang diminum bersama obat diare yang dapat mempersingkat penyakit menjadi hanya 12 jam,” jelas dokter Miller.

4. Kanker Kulit

Ini adalah kanker yang paling umum terjadi, bahkan lebih umum daripada kanker payudara, prostat, atau paru-paru.

Dermatolog Paul S. Yamauchi MD, PhD, mengatakan "Semakin Anda terpapar matahari, semakin penting untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri."

Ia menambahkan, "Selain tabir surya, berhati-hatilah terhadap obat-obatan yang dapat menyebabkan fotosensitifitas, termasuk obat yang diresepkan secara umum seperti obat tekanan darah dan antibiotik tertentu."

"Kenakan tabir surya dan pakaian pelindung untuk mencegah fotosensitifitas terjadi dan mencari bantuan medis jika terjadi luka bakar yang parah," sarannya.

Baca Juga: Cegah Gemuk Setelah Liburan dengan Tips Ini

5. Infeksi Kaki

penyakit anak saat liburan-3
Foto: penyakit anak saat liburan-3 (videoblocks.com)

Tentu, Moms memperhatikan apa yang dimakan saat liburan, tetapi penting juga untuk memerhatikan di mana Moms dan anak melangkah saat bepergian ke lokasi asing saat berlibur.

Dokter Yamauchi tidak menyarankan para pelancong untuk mengenakan sepatu terbuka karena ada beberapa jenis infeksi yang bisa dialami, seperti kaki atlet dan jamur kuku, kurap, dan bahkan parasit seperti larva migrans dan cacing tambang.

“Seringkali mereka berada di pasir di pantai; cacing itu benar-benar menembus bagian bawah kaki dan merangkak di bawah kulit yang menyebabkan ruam gatal,” jelasnya.

Jaga agar kaki tertutup, dan untuk mengatur suhu tubuh agar tidak berkeringat berlebih dari kehangatan dan kelembapan yang menjadi lokasi ideal untuk pertumbuhan jamur.

"Cobalah mengganti sepatu setiap hari dan taburi bedak kaki agar kaki tetap kering," saran Dr. Yamauchi.

(AP/IRN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.