26 Oktober 2017

Yang Harus Dilakukan Ketika Nilai Anak Jelek

Jangan memberi hukuman ya, Ma.

Para peneliti dari University of Michigan melakukan studi terhadap 500 orangtua di Amerika Serikat mengenai bagaimana respons mereka ketika anaknya mendapat nilai jelek di sekolah. Respons para orangtua tersebut dibagi dua, yakni yang menerapkan sistem hukuman dan yang proaktif.

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Family Psychology tersebut, diketahui bahwa anak-anak yang mendapat ceramah, hukuman atau larangan bermain karena nilainya jelek, memiliki tingkat literasi yang lebih rendah saat lulus SMA nanti. Mereka juga cenderung gagal pada pelajaran matematika.

Alasan utama ‘strategi hukuman’ tidak berhasil adalah karena tidak mengatasi masalahnya secara langsung. Hal itu justru meningkatkan frustasi pada anak dan mereka jadi malas menyelesaikan tugas sekolah. Dr. Bobbi Viegas-Miller, psikolog klinis dari Advocate Medical Group, menyatakan hal yang sama. “Saya rasa, respons yang ekstrem sama sekali tidak membantu anak,” katanya.

Jadi, apa yang harus Mama lakukan ketika nilai si kecil tidak sesuai yang diharapkan?

Tetap Tenang

poin 1
Foto: poin 1

“Berteriak, membentak dan menceramahi sangat tidak membantu,” tambah dr. Viegas-Miller. Melakukan hal-hal tersebut hanya akan menciptakan keengganan anak untuk berbicara dengan Mama. Jika Mama merasa mengobrol dengannya justru menyulut emosi, sebaiknya ambil waktu jeda dan menjauh sementara dari anak hingga tenang. Reaksi yang berlebihan juga bisa mempengaruhi tingkat percaya diri anak.

Hindari Kata-Kata Negatif

poin 2
Foto: poin 2

Wajar jika Mama merasa kecewa, tapi jangan sampai menyebutnya sebagai sebuah kegagalan. Apalagi mengomentari ‘kebodohannya’. Hal itu bisa menyakiti hati anak. Biarkan anak tahu bahwa mendapat nilai jelek, bukan berarti mereka anak yang nakal. Semangati si kecil agar bisa lebih baik ke depannya.

Baca juga: Jangan Melulu Pentingkan Ranking Anak di Sekolah

Cari Tahu Apa Penyebabnya

poin 3
Foto: poin 3

Ajak anak duduk bersama untuk mengetahui apa penyebabnya. Apakah ada masalah di sekolah yang perlu Mama ketahui? Atau karena buruknya manajemen waktu? “Bisa saja anak membutuhkan guru les atau mungkin dia mengalami gangguan kecemasan. Berbicara dengan si kecil membantu Anda memahaminya dan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata dr. Viegas-Miller.

Berdiskusi dengan Guru

poin 4
Foto: poin 4

Atur waktu untuk berbicara dengan guru dan diskusikan kebutuhan anak di sekolah. Peran guru sangat penting karena mereka bisa melihat apa saja yang terjadi di kelas. Bekerja sama dengan guru anak bisa membantu menemukan solusi untuk mengatasi nilai si kecil yang jelek.

Tawarkan Bantuan, Bukan Hukuman

poin 5
Foto: poin 5

Melarang anak mengikuti kegiatan di sekolah karena nilainya buruk tidak langsung menyampaikan gagasan kepada mereka untuk bertanggung jawab. Temukan cara yang bisa membantu anak menjadi lebih baik ke depannya. Misalnya, dengan les tambahan atau belajar kelompok. Ekstrakurikuler di sekolah bisa menjadi penyemangat anak, jadi tidak perlu dilarang. Namun, pastikan mereka boleh berpartisipasi setelah menyelesaikan tugas-tugasnya.

Membuat Rencana Belajar

poin 6
Foto: poin 6

Dr. Viegas-Miller merekomendasikan untuk membuat rencana belajar setiap tahun ajaran. Ini menyiapkan anak sebelum mereka ‘terjun’ ke tugas-tugas sekolah. “Gunakan kalender dan penyusun jadwal untuk membantu mengatur kerangka belajar,” ujarnya.

Jangan lupa untuk selalu terlibat pada proses belajar anak, ya, Ma!

GLW

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.