3-5 tahun

3-5 TAHUN
27 Januari 2020

3 Cara Menenangkan Anak dengan Autisme Saat Sedang Tantrum

Apakah ada hal khusus yang perlu diketahui orang tua tentang cara menenangkan anak autisme yang tantrum?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Tengok cara menenangkan anak autisme saat sedang tantrum ini yuk, Moms. Tantrum adalah keadaan saat anak menjerit, menangis, marah, menendang, atau kadang membanting barang. Menurut para ahli, biasanya anak tantrum karena keinginannya tidak dituruti.

Pada anak dengan autisme, ciri-ciri tantrum terkadang mirip dengan sensory meltdown, yaitu saat Si Kecil kewalahan atau tertekan akibat terlalu banyak rangsangan sensorik.

Dikutip dari situs web Harkla, tantrum bisa terjadi pada anak usia 12 bulan hingga 4 tahun, termasuk pada anak dengan autisme.

Cara menenangkan anak autisme yang tantrum sebenarnya serupa dengan menenangkan balita tantrum pada umumnya. Hanya, Moms yang mempunyai anak dengan autisme memang perlu memahami perbedaan ciri antara anak tantrum dengan anak yang mengalami sensory meltdown.

Pada anak yang tantrum, perilakunya akan berhenti begitu keinginannya dituruti. Sementara, pada anak dengan autisme yang sedang mengalami meltdown, orang tua hanya perlu menjauhkannya dari keadaan yang membuatnya tertekan. Setelah keadaan lebih tenang, gejala meltdown pada Si Kecil akan berhenti.

Baca Juga: Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme?

Tips Menenangkan Anak Autisme yang Tantrum

1. Kenali Alasan Anak Tantrum

How-to-deal-with-2-year-old-tantrums.jpg

Foto: parentingforbrain.com

Seperti sudah dijelaskan sebelumya, biasanya anak tantrum karena keinginannya tidak dituruti. Oleh karena itu, saat anak tantrum, orang tua perlu membaca dengan cepat alasan Si Kecil berulah seperti itu; apakah sekadar mencari perhatian, meminta sesuatu, menolak melakukan sesuatu, atau yang lain.

Dikutip dari situs web Autism Parenting Magazine, mengenali alasan Si Kecil tantrum dapat membantu Moms menyikapi perilakunya itu dengan lebih tepat.

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme

2. Abaikan Anak Saat Sedang Tantrum

abd7d8_d1a3c26fa91b4d388046fa3119949e82-mv2.jpg

Foto: slumberandbloom.com

Setelah Moms mengetahui alasan anak tantrum, bukan berarti Moms perlu menuruti keinginan Si Kecil. Salah satu cara menenangkan anak autisme yang tantrum adalah dengan mengabaikan Si Kecil sampai ia kelelahan dan berhenti “mengamuk”. Bila Moms menuruti kemauan anak saat ia tantrum, maka di lain waktu ia akan mengulangi perilaku itu untuk mendapatkan kemauannya.

Baca Juga: 3 Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita

3. Tanamkan Perilaku Positif

Mother-and-son-laying-together-in-hammock_.jpg

Foto: goodtherapy.com

Salah satu cara menanamkan perilaku positif pada anak adalah dengan memberikan pujian saat ia bersikap baik. Langkah ini efektif dalam menenangkan anak autisme yang tantrum karena Si Kecil akan merasa orang tuanya memberikan perhatian yang cukup terhadap dirinya, terutama saat ia berperilaku positif.

Menurut Dr. Tali Shenfield, pakar di bidang psikologi sekolah dan psikologi klinis anak, dalam laman Advanced Psychology, saat sedang mengabaikan anak yang tantrum, Moms cukup berada di dekat Si Kecil sambil memperhatikan agar ia tidak melakukan tindakan yang berbahaya.

Dr. Shenfield memahami cara ini tidak mudah, terutama bila baru diterapkan oleh orang tua. Sering kali orang tua memilih untuk menuruti kemauan anak agar ia segera berhenti “mengamuk”.

Namun, Dr. Shenfield mengingatkan orang tua agar memikirkan dampak jangka panjang dari cara yang dipilih untuk menenangkan anak autisme yang tantrum. Memberikan kepuasan yang cepat kepada anak berisiko mendorong anak untuk terus berperilaku buruk di masa depan. Bagi anak dengan autisme, perilaku yang sudah tertanam akan lebih sulit untuk diubah.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait