Kesehatan

KESEHATAN
9 Maret 2020

Ketahui 5 Cara Mengatasi Tantrum Orang Dewasa

Tantrum tidak hanya dilakukan oleh anak kecil saja, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Ketika mendengar kata "tantrum", Moms membayangkan seorang anak berusia 2 tahun yang berbaring di lantai sambil menendang dan berteriak. Namun, ternyata seseorang bisa mengalami tantrum pada orang dewasa lho, Moms.

Tantrum pada orang dewasa biasanya merupakan istilah untuk menggambarkan orang dewasa yang mengalami amarah, dan hal ini bisa terjadi kapan saja.

Namun, perlu diingat bahwa amarah biasa berbeda dengan tantrum yang bergejolak dan perlu ditangani. Seperti yang dijelaskan oleh Anjail Ameen-Rice, LCSW, pekerja sosial klinis berlisensi di Staten Island, New York.

"Ketika perilaku mereka berulang, prediktif, atau bermasalah, dampak dari perilaku mereka harus dinilai dan ditangani," jelasnya mengutip Psych Central.

Lalu, bagaimana cara mengatasi tantrum pada orang dewasa? Berikut caranya dikutip dari Power of Positivity.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Depan Umum

Mengatasi Tantrum Orang Dewasa

Dalam jurnal Health Psychology Open, disebutkan bahwa orang yang memiliki rasa amarah tidak selalu mengungkapkan kemarahan mereka. Ada berbagai cara seseorang mengekspresikan kemarahan.

Ketahui lebih lanjut tentang cara mengatasi tantrum pada orang dewasa berikut ini, Moms.

1. Tarik Napas Dalam-dalam

asma meditasi

Jika Moms tiba-tiba berkonfrontasi dengan seseorang yang mengamuk, otak akan secara otomatis menuju ke mode "lawan atau lari".

Inilah yang dilakukan tubuh ketika dihadapkan pada ancaman nyata atau yang dirasakan, dan orang dewasa yang sedang tantrum juga termasuk sebagai ancaman ini.

Menghirup dan menghembuskan napas dalam-dalam, juga dikenal sebagai pernapasan diafragma, membantu meredakan ketegangan tiba-tiba di tubuh. Sehingga membantu seseorang tetap rasional.

"Aturan pertama dalam menanggapi tantrum orang dewasa adalah bahwa Anda harus tetap tenang dan tidak terlibat di dalamnya. Anda tidak dapat beralasan atau berdebat dengan seseorang saat mereka sedang marah," kata Roberta Satow, Ph.D., psikoterapis di Manhattan, mengutip Psychology Today.

Baca Juga: Cara Mempelajari dan Melatih Emosi Batita Agar Tidak Jadi Pemarah

2. Mengetahui Emosi Sendiri

Cara Mengelola Emosi agar Hubungan dengan Suami Tetap Harmonis-1.jpg

Orang dewasa yang marah-marah seringkali tidak mengetahui cara berkomunikasi dengan baik dan efektif. Tanyakan apa yang membuat mereka kesal. Kuncinya tetap sabar, gigih, dan sopan.

Namun, jika mereka menolak untuk berkomunikasi, cukup katakan bahwa Moms merasa siap untuk membicarakannya terkait emosi yang dirasakannya tersebut.

3. Berbicara dengan Nada Positif

3 Cara Anticanggung Berbicara Seks dengan Pasangan 3.jpg

Nada suara dalam berbicara penting dalam berkomunikasi. Layaknya pepatah, "Ini bukan apa yang dikatakan, tetapi tentang bagaimana cara mengatakannya," berlaku ketika berhadapan dengan seseorang yang sedang tantrum.

Respons merendahkan atau frustrasi tidak akan melakukan apa pun selain meningkatkan emosi orang tersebut. Sementara, nada netral saat berbicara akan membantu menurunkan pengamanan emosi orang tersebut.

"Dengan tenang katakan bahwa Anda mengerti mengapa dia kesal," ungkap Roberta.

Baca Juga: Yuk Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya!

4. Tetapkan Batasan

bertengkar dengan suami 01.jpg

Dengan menggunakan nada dan intonasi yang tenang, tetapkan batasan ketika Moms sudah menunjukkan pengertian mengapa terjadi tantrum pada orang dewasa.

"Setelah Anda menunjukkan bahwa Anda mengerti mengapa orang lain begitu frustrasi, kecewa dan marah, perlu menetapkan batasan tentang perilaku apa yang tidak dapat diterima," jelas Roberta.

Misalnya, "Saya mengerti bahwa Anda ingin membantu membersihkan rumah dan tidak adil jika Anda melakukannya sendiri, tetapi Anda tidak bisa melemparkan barang atau berkata kasar kepada saya."

5. Beri Ruang Sejenak

2 - 4 Manfaat Marah Marah untuk Kesehatan.jpg

"Amukan adalah fenomena interaktif. Beritahu bahwa Anda akan pergi dan Anda akan senang berbicara ketika lawan bicara sudah tenang dan merasa mampu untuk berbicara," jelas Roberta.

Dalam American Psychological Association, disebutkan bila menghadapi semua masalah secara langsung mungkin bukan solusi terbaik. Terkadang, menghindari interaksi yang cenderung memicu kemarahan adalah yang terbaik.

Kesimpulannya, tantrum orang dewasa sulit untuk diatasi. Baik itu terjadi pada pasangan, saudara kandung atau anak dewasa, Moms perlu mengembangkan strategi untuk tetap aman.

Itu dia Moms, tips menghadapi tantrum pada orang dewasa.

(AP/DIN)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait