Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Apr 9, 2018

3 Cara Mengatasi Sibling Rivalry Menurut Psikolog Anak

Bagikan


Tanya:

Saya seorang ibu dari 2 anak lelaki, usia 5 tahun dan 2 tahun. Kedua anak saya adalah anak yang aktif, dengan tipe karakter yang tentu berbeda.

Anak sulung saya kuat di verbal dan logika, lebih menyukai kegiatan individu, serta ekspresif dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Sedangkan anak bungsu saya termasuk tipe kinestetik dan lebih sociable, ia masih belajar mengungkapkan keinginan dan emosinya dengan baik sehingga ada masanya ia mengalami tantrum.

Kedua anak saya kini mulai menunjukkkan sibling rivalry, terutama dalam urusan menarik perhatian saya. Satu sisi, saya ingin berlaku adil. Namun, apa daya energi dan fokus saya bertambah.

Banyak hal kecil yang membuat mereka sering berebut saya, mulai dari menemani main, membaca buku, sampai tidur pun saya ditarik kanan kiri minta dipeluk padahal saya sudah berada di posisi tengah. Soal kepemilikan barang pun, mereka sering berselisih, padahal ternyata barang yang direbutkan ternyata cuma sebentar saja dimainkan.

Pertanyaan saya:

1. Bagaimana cara saya menyikapi sibling rivalry ini karena di satu sisi saya ingin mereka belajar mengatasi konflik tanpa saya terlalu banyak ikut campur?

2. Apa yang perlu saya garis bawahi kepada anggota keluarga lain mengenai sibling rivalry ini? Karena saya tinggal serumah dengan Ibunda dan keluarga lain yang bertetangga atau sering berinteraksi dengan anak-anak saya. (Winda Reds, Bandung)

Baca juga: 4 Cara Mempererat Hubungan Kakak dan Adik

Jawab:

Jarak usianya keduanya berarti 3 tahunan ya Moms. 3 tahun sebenarnya jarak yang cukup untuk sang kakak memiliki adik lagi. Tapi tidak selalu jarak yang cukup menyebabkan tidak terjadinya sibling rivalry.

Sibling rivalry terjadi karena adanya kecemburuan akan hadirnya anggota baru di dalam keluarga. Si kakak yang terbiasa menjadi pusat perhatian bagi orangtuanya sekarang harus rela berbagi perhatian kepada sang adik. Moms bisa melakukan beberapa tips berikut:

1. Pahami bahwa tiap anak itu berbeda

Moms harus sadar dan paham bahwa tiap anak tumbuh dan berkembang dengan keunikannya masing-masing. Walaupun anak lahir dari rahim yang sama namun anak memiliki karakter yang berbeda, dan tentunya cara mom memperlakukan masing-masing anak juga berbeda.

Perlakukan masing-masing anak sesuai dengan karakternya masing-masing. Jangan pernah membandingkan anak, apalagi perbandingan itu dilakukan dengan memuji kelebihan sang adik terhadap sang kakak. Karena hal ini dapat membuat masing-masing anak merasa tidak nyaman.

2. Jangan selalu meminta sang kakak untuk mengalah

Hal yang paling sering terjadi dalam pengasuhan adalah orangtua selalu meminta sang kakak atau anak yang lebih tua untuk mengalah kepada adiknya dalam hal apapun. Padahal hal ini jelas tidak selalu tepat.

Justru jika orangtua selalu meminta kakak untuk mengalah maka akan membuat sang adik menjadi besar kepala, dan semakin menimbulkan kecemburuan antara kakak dan adik.

Misalnya jika anak-anak bertengkar karena rebutan mainan, sebaiknya hal yang harus Moms lakukan adalah tanyakan dulu duduk permasalahannya, siapa yang lebih dahulu memainkan mainan tersebut.

Jika sang kakak yang lebih dulu memainkannya, maka berikan pengertian kepada sang adik untuk menunggu hingga kakak selesai memainkannya. Katakan juga kepada kakak untuk main secara bergantian. Hal ini menunjukkan kepada anak bahwa Moms dapat berlaku adil kepada setiap anaknya.

Baca juga: 4 Keuntungan Kakak Adik Tidur Sekamar

3. Berikan perhatian dan waktu yang berkualitas pada masing-masing anak

Moms harus bisa membagi waktu antara kakak dan adik. Walaupun sang kakak lebih tua namun dukungan dan perhatian yang ia butuhkan dari kedua orangtuanya sama seperti adiknya. Sebisa mungkin ciptakan waktu yang berkualitas dengan masing-masing anak.

Misalnya ketika sang kakak sedang sekolah, Moms bisa menemani sang adik bermain. Atau ketika sang adik sedang tidur, Moms bisa menemani kakak belajar dan mengerjakan PR. Perhatian yang kurang dari orangtua kerap kali memunculkan rasa kesal dan marah bagi sang anak, sehingga untuk melampiaskannya tak jarang anak menjadi sering bertengkar.

Mengenai anggota keluarga lain seperti ibundanya Moms dan keluarga lain, Moms bisa memberikan penjelasan dan pengertian kepada mereka mengenai pola pengasuhan yang Moms terapkan kepada anak untuk menghindari terjadinya sibling rivalry.

Minta dukungan dari keluarga atau orang yang terkait dengan pengasuhan anak agar cara pengasuhan yang dijalankan sama dan konsisten.

Dijawab oleh Nidya Dwika Puteri, M. Psi

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.