03 Januari 2020

3 Cara Menjelaskan Kematian kepada Balita

Dalam menjelaskan kematian pada balita ternyata orang tua perlu jujur dan konkret.

Ketika ada kerabat atau kenalan yang meninggal, Moms dan Dads bisa jadi perlu menjelaskan kematian pada balita.

Tetapi, banyak orang tua yang bingung bagaimana cara menjelaskan kematian pada balita. Apakah sebaiknya disampaikan secara jujur apa adanya, diperhalus, atau pembicaraan tentang topik ini sebaiknya dihindari saja agar si Kecil tidak menjadi sedih dan takut?

Dikutip dari situs web Baby Center, meski Moms dan Dads belum pernah membicarakan atau menjelaskan kematian pada balita, bukan berarti ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Bisa saja ia pernah mendengar tentang kematian dari teman, tayangan, bacaan, atau memahaminya ketika melihat hewan kecil mati.

Namun, kematian adalah hal yang kompleks dan sebagian bersifat abstrak.

Menurut Michael Towne, pakar kehidupan anak dari University of California-San Francisco Medical Center yang banyak membantu keluarga menghadapi kedukaan, anak balita belum mampu mengerti bahwa kematian itu bersifat permanen, tidak dapat dihindari, dan terjadi pada setiap orang.

Untuk membantu si Kecil memiliki pemahaman yang cukup akan hal itu, Moms dan Dads dapat mencoba beberapa tips berikut dalam menjelaskan kematian pada balita.

Menjelaskan Kematian pada Balita

1. Beri Penjelasan yang Konkret

Menjelaskan Asal Bayi kepada Balita, Ini Pilihan Jawabannya 01.jpg
Foto: Menjelaskan Asal Bayi kepada Balita, Ini Pilihan Jawabannya 01.jpg

Sebagian orang tua memilih untuk memperhalus dalam menjelaskan kematian pada balita, misalnya dengan bilang “Nenek sekarang berada di surga” atau “Paman sudah pergi ke tempat yang lebih baik”.

Menurut Ashleigh Schopen, spesialis kehidupan anak yang memberikan pendampingan kepada saudara pasien sakit berat di Children’s Hospital of Philadelphia, penjelasan seperti itu justru bisa membuat anak makin bingung karena tidak konkret.

Ia menyarankan orang tua untuk memberikan penjelasan tentang kematian yang jelas dan konkret kepada anak, seperti “Kakek sudah meninggal, artinya kakek tidak bisa bicara, makan, jalan atau melakukan apa pun seperti biasanya” atau “Paman sudah meninggal, artinya tubuh Paman dimasukkan ke dalam makam dan kita tidak bisa bertemu lagi dengannya”.

2. Bacakan Cerita

Membacakan Dongeng pada Balita Berulang-ulang, Wajarkah 01.jpg
Foto: Membacakan Dongeng pada Balita Berulang-ulang, Wajarkah 01.jpg

Moms bisa membacakan anak buku yang di dalamnya terdapat cerita tentang kematian salah satu karakternya.

Di tengah kegiatan membaca, Moms dapat bertanya kepada anak apakah dia mengerti apa yang dimaksud dengan meninggalnya si karakter.

Dari situ Moms dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan si Kecil tentang kematian. S

etelah itu Moms dapat menjelaskan kematian pada balita sesuai dengan tingkat pemahaman yang ia miliki.

3. Tunjukkan Kedukaan

4 hal yang bisa moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang sedih 4
Foto: 4 hal yang bisa moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang sedih 4

Dalam menjelaskan kematian pada balita, orang tua juga perlu memberikan penjelasan bahwa kejadian itu akan menyebabkan perasaan sedih atau berduka.

Katakan bahwa bila ada orang terdekat yang meninggal, kita akan merasa sedih dan bahkan sampai menangis. Katakan juga bahwa menangis karena sedih adalah tindakan yang wajar dan tidak perlu disembunyikan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb