21 Maret 2020

Pahami 6 Cara Menghadapi Anak yang Agresif

Apakah Si Kecil memiliki masalah dalam menguasai emosinya?

Sebagai orang tua, kita mungkin akan banyak berurusan dengan anak yang marah, merusak barang, juga anak yang ketakutan.

Pengendalian emosi anak adalah keahlian yang harus dipelajari oleh orang tua.

Beberapa anak mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguasai diri dibandingkan dengan yang lain. Sedangkan, beberapa anak lainnya lebih mudah untuk diajari untuk mengendalikan emosi.

Namun, bagaimana kita tahu jika sikap agresif atau bersikap kasar bukan lagi menjadi bagian dari pembelajaran melainkan sesuatu yang tidak terkendali? Kemudian, apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua?

Baca Juga: Anak Nakal Ternyata Punya 7 Kelebihan Ini Lho

Memahami Anak Agresif

Pahami 6 Cara Menghadapi Anak yang Agresif 1.jpeg
Foto: Pahami 6 Cara Menghadapi Anak yang Agresif 1.jpeg (https://img.huffingtonpost.com/asset/5a9ff8882000007d06eb0f2c.jpeg?ops=1778_1000)

Foto: huffingtonpost.com

Anak cenderung memakai ekspresi fisik untuk menunjukkan kekesalannya karena mereka belum memiliki kemampuan berbicara yang cukup untuk mengekspresikan dirinya.

"Sebagai contoh, mendorong teman saat berada di tempat bermain adalah sesuatu yang dianggap biasa. Kita tidak akan menyebutnya sebagai agresif kecuali sikap itu terjadi sebagai bagian dari rangkaian sikap lainnya," jelas Emily Mudd, PhD, psikolog anak di Cleveland Clinic Main Campus, Ohio.

Dikutip dari Cleveland Clinic, ketika anak sudah mencapai usia kira-kira tujuh tahun, seharusnya ia cukup memiliki kemampuan verbal yang baik untuk mengomunikasikan perasaannya. Hal ini seharusnya akan membuat keagresifannya berkurang.

Akan tetapi, jika itu tidak terjadi Moms perlu menaruh perhatian khusus pada Si Kecil. Terutama jika mereka sering membuat dirinya atau orang lain dalam bahaya, dan sering merusak barang-barang.

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Anak Terlalu Dimanja, Salah Satunya Mudah Tantrum

Biasanya anak agresif memiliki tiga ciri seperti:

  • Kesulitan belajar
  • Sulit menjalin relasi dengan temannya
  • Menyebabkan kekacauan di rumah

Ketiga hal ini adalah peringatan agar kita lebih waspada dan tidak mengabaikannya. Apapun penyebabnya, sifat agresif anak memengaruhi kesehariannya, sudah waktunya kita berkonsultasi dengan ahlinya.

Menghadapi Anak Agresif

Pahami 6 Cara Menghadapi Anak yang Agresif 3.jpg
Foto: Pahami 6 Cara Menghadapi Anak yang Agresif 3.jpg (https://nouvelles.umontreal.ca/fileadmin/_processed_/csm_20180108_commotions-comportements_c446340a64.jpg)

Foto: nouvelles.umontreal.ca

Berikut ini adalah beberapa strategi yang direkomendasikan Dr. Mudd untuk menghadapi anak agresif.

1. Tetap tenang

Ketika anak mengekspresikan emosinya dan orang tua menghadapinya dengan emosi juga, anak akan menjadi semakin agresif.

Maka dari itu, orang tua harus memberikan contoh pengendalian emosi terhadap anak.

2. Jangan Mengalah terhadap amukan atau sikap agresif

Sebagai contoh, jika anak sedang mengamuk (tantrum) di supermarket karena ia menginginkan barang tertentu, jangan mengalah dan membelikannya.

Ini menunjukkan bahwa Moms memberikan penghargaan akan apa yang dilakukannya dan membenarkan sikap yang tidak tepat.

3. Pahami jika Si Kecil berperilaku baik

Hargai sikap baiknya, meskipun ketika Si Kecil melakukan sesuatu hal yang biasa.

Contohnya ketika di sekolah tidak terjadi masalah, katakanlah hargai sikapnya dalam bentuk pujian dan pengakuan terhadap apa yang dilakukannya.

Baca Juga: 3 Cara Menenangkan Anak dengan Autisme Saat Sedang Tantrum

4. Bantu Si Kecil untuk mengekspresikan dirinya dengan kata-kata.

Contohnya Moms bisa mengatakan “Mama mengerti kalau kamu sedang marah.” Ini akan memvalidasi apa yang Si Kecil rasakan dan mendorong ekspresi verbal.

5. Ketahui pola Si Kecil dan indentifikasi penyebabnya

Contohnya jika amukan terjadi setiap pagi sebelum berangkat sekolah, mulai dengan mengatur rutinitas pagi.

Buat jadi lebih sederhana dan berikan peringatan waktu seperti, “Kita akan berangkat 10 menit lagi.”

Rancang target misalnya sekolah tepat waktu lebih dari empat kali seminggu dan berikan penghargaan jika tercapai.

6. Berikan penghargaan

Penghargaan untuk Si Kecil tidak harus selalu berorientasi pada hal yang bersifat material.

Penghargaan bisa dilakukan dengan misalnya memberikan kesempatan pada Si Kecil untuk menentukan menu makan malam atau memiliki film yang akan ditonton bersama keluarga.

Ketika kondisi anak agresif sulit dikendalikan, ingatlah kalau Moms bukan satu-satunya yang sedang berjuang dengan tingkah laku Si Kecil.

Baca Juga: Mengenal Play Therapy, Terapi Bermain untuk Mengatasi Masalah Psikologis Anak

Psikolog anak memiliki kemampuan untuk membantu anak agresif dan keluarganya menyelesaikan masalah emosional tersebut. Maka, bawalah Si Kecil ke psikolog anak untuk mendapat perawatan profesional.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.