05 Agustus 2019

4 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak

Moms, perluas wawasan dengan pengetahuan kesuburan yang benar.
4 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak

Foto: Orami Photo Stocks

Sejauh mana Moms memahami kondisi kesuburan diri sendiri? Apakah Moms mendapatkan informasi tentang kesuburan dari sumber yang terpercaya?

Pastikan Moms cermat dan teliti dalam mencari informasi tentang kesuburan. Faktanya, tidak semua informasi yang beredar benar-benar akurat. Sebagian hanyalah mitos belaka.

Berikut contoh mitos seputar kesuburan perempuan yang sering kali membuat banyak calon bumil salah paham.

#1 Penyebab utama pasangan susah hamil karena masalah kesuburan pada perempuan

3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 01.jpg
Foto: 3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 01.jpg (blog.doctoroz.com)

Foto: blog.doctoroz.com

Memang yang akan mengandung dan melahirkan bayi adalah perempuan. Tetapi, bukan berarti keberhasilan kehamilan ditentukan semata-mata oleh kesuburan perempuan.

Banyak pasangan yang susah hamil terjebak pada mitos seputar kesuburan perempuan yang satu ini.

“Sekitar 30 hingga 40 persen infertilitas disebabkan oleh masalah kesuburan pada pria. Oleh karena itu, pastikan Moms dan Dads sama-sama menjalani tes kesuburan saat upaya hamil tak kunjung berhasil,” terang David Ryley, M.D., ahli endokrinologi dari klinik kesuburan IVF di Boston.

Ia menambahkan, sumber infertilitas pada pria yang paling banyak ditemukan adalah masalah pada kualitas atau jumlah sperma, serta varikokel (pembengkakan pembuluh darah di kantong zakar).

Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Perlu Dihentikan Supaya Program Hamil Berhasil

#2 Perempuan yang sedang menstruasi tidak dapat hamil

3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 02.jpg
Foto: 3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 02.jpg (self.com)

Foto: self.com

Dikutip dari situs web American Pregnancy Association, kehamilan dapat terwujud bila hubungan seks dilakukan di hari-hari terakhir menstruasi.

Ini karena sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh Moms selama maksimal lima hari. Jika Moms langsung berovulasi setelah hari terakhir menstruasi, maka terdapat peluang terjadi pembuahan.

Baca Juga: Persiapan Program Hamil, Ini 5 Cara Menjaga Kesuburan di Usia Subur

#3 Ovulasi bisa terjadi lebih dari sekali dalam satu siklus menstruasi

3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 03.jpg
Foto: 3 Mitos Seputar Kesuburan Perempuan, Yuk Disimak 03.jpg (vitamedmdrx.com)

Foto: vitamedmdrx.com

Ini juga termasuk mitos seputar kesuburan perempuan. Faktanya, perempuan hanya dapat berovulasi sekali dalam satu siklus menstruasi.

Dalam situs web American Pregnancy Association dijelaskan bahwa hormon-hormon reproduksi bekerja mengikuti sistem tertentu agar keseimbangannya terjaga dengan baik. Sistem tersebut juga telah mengatur agar ovulasi terjadi hanya sekali dalam satu siklus menstruasi.

Baca Juga: Apakah Diet Saat Program Hamil Tengah Berjalan Baik untuk Dilakukan?

#4 Pemakaian pil KB dalam jangka waktu lama bisa bikin susah hamil

Menurut Dr. Angela Le, pendiri Fifth Avenue Fertility Wellness, ada faktor-faktor yang sifatnya individual yang menentukan keberhasilan seorang perempuan untuk hamil. Jadi, Moms jangan terjebak pada mitos seputar kesuburan perempuan yang bilang pemakaian pil KB nantinya bikin susah hamil.

Rendah atau tingginya peluang hamil tergantung pada siklus menstruasi seorang perempuan sejak sebelum ia menggunakan pil KB.

“Bila siklus menstruasi Moms sudah tidak teratur sejak sebelum menggunakan pil KB, kemungkinan Moms memang harus menunggu agak lama untuk dapat hamil,” terang Le. Sebaliknya, perempuan yang siklus menstruasinya teratur biasanya dapat langsung hamil meskipun telah menggunakan pil KB.

Dr. Mary Jane Minkin, dosen bidang obstetri, ginekologi, dan ilmu reproduksi dari Yale University menyarankan perempuan yang berencana untuk hamil agar menghentikan penggunaan pil KB beberapa bulan sebelumnya. Tujuannya agar siklus menstruasi dan ovulasi kembali normal.

(AN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.