Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Jan 31, 2018

4 Alasan Anak Suka Main Game

Bagikan


Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pada umumnya suka bermain game. Entah itu game online maupun offline. Alasan yang biasanya diutarakan ketika seseorang bertanya mengapa suka bermain game, adalah untuk mengusir rasa bosan karena pikiran yang lelah akibat pekerjaan.

Lantas, bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka juga mengalami kelelahan yang sama? Bermain game sebenarnya tidak berdampak negatif, melalui game ternyata kita juga banyak mendapatkan pelajaran yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Berikut ini adalah alasan mengapa anak suka bermain game:

Game is fun!

Semua orang pasti setuju dengan hal ini. Terlebih anak-anak. Siapa bilang mereka tidak mengalami rasa lelah yang sama dengan Anda yang bekerja? Apakah Anda sudah melihat tugas sekolahnya sekarang?

Bahkan banyak juga orangtua yang mengeluhkan tentang sulitnya materi anak sekolah saat ini ketika melihat PRnya (Pekerjaan Rumah). Tak jarang mereka juga mendaftarkan anaknya dalam lembaga les guna memberikan pelajaran tambahan agar anak dapat memahami materi di sekolahnya dengan baik.

Bayangkan, betapa melelahkannya otak anak? Tidak salah jika anak menganggap dunia game lebih menarik dan menyenangkan daripada dunia nyata dengan rutinitas seperti itu.

Dinamis dan menantang

Anak-anak yang suka bermain game biasanya suka dengan tantangan-tantangan. Tanpa disadari hal ini juga melatih kreativitasnya dalam memecahkan masalah. Semakin tinggi level permainan, maka dia akan semakin tertantang untuk dapat meyelesaikannya.

Kita tidak akan menemukan anak yang merasa sedih ketika dia gagal menyelesaikan misi dalam permainannya. Sebaliknya, mereka akan mencoba kembali untuk menyelesaikan tantangannya.

Belajar akan sesuatu

Bukan hanya sekedar hiburan, bermain game ternyata juga dapat dijadikan metode belajar akan sesuatu.

Misalnya, pada permainan lawas seperti Tamago-chi, anak akan belajar mengembangkan rasa afeksinya dan tanggung jawabnya, kemudian permainan puzzle yang dapat membantu daya pikirnya dalam memecahkan masalah dan juga dapat digunakan sebagai sarana anak belajar membaca.

Menemukan bakat dan cita-cita

Tak jarang ketika anak-anak beranjak dewasa mulai kesulitan menetapkan masa depannya. Apakah dia ingin menjadi dokter? pilot? desainer? Atau pebalap? Melalui game, biasanya sejak kecil mereka sudah bermain peran sesuai keinginannya.

Mereka akan merasa berkuasa dalam melakukan tantangannya. Entah itu mendesain rumah, menerbangkan pesawat, atau menyetir mobil balap. Misalnya permainan simulator balap, permainan ini dapat membantu anak untuk berkendara dengan baik dan perhitungan yang matang.

Bahkan, saat ini kandidat pebalap internasional pun banyak dicari melalui ajang kompetisi racing simulator games. Dengan begitu, game juga dapat membantu anak untuk menemukan bakat dan cita-citanya.

Namun begitu, perlu diingat bahwa bermain game juga ada batasanya. Jangan sampai anak kecanduan game dan melupakan perannya di dunia nyata. Perhatikan usia anak jika ingin mengizinkannya bermain game, pilih game yang sesuai dengan usianya.

Bermain game tidak melulu dilihat dari sisi negatif. Secara positif, game juga membantu anak melatih daya motorik halusnya, mengembangkan imajinasinya, melatih penggunaan logika dalam pemecahan masalahnya, serta mampu meningkatkan kemampuan bahasa asingnya dengan cara yang menyenangkan.

(DA)

Foto: Berbagai Sumber

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.