14 November 2019

4 Alasan Balita Senang Begadang, Segera Ubah Polanya!

Cari tahu alasan si Kecil senang begadang dan kenapa orang tua perlu mengubah kebiasaan itu.

Balita senang begadang memang bikin pusing. Padahal, kebutuhan tidur anak balita berbeda dengan orang dewasa. Dikutip dari Cleveland Clinic, anak usia 1-3 tahun umumnya perlu tidur selama 12–14 jam per hari, sedangkan kebutuhan tidur anak balita usia 3–5 tahun adalah antara 11–13 jam per hari.

Menurut Judith Owens, M.D., direktur Pediatric Sleep Disorders Clinic di Hasbro Children's Hospital, Providence, dalam mengatur waktu tidur anak, orang tua perlu memperhatikan durasi dan keteraturan siklus tidur-bangun, guna memastikan si Kecil dapat tidur nyenyak dan berkualitas.

Namun, banyak orang tua mengeluhkan masalah balita senang begadang dan baru mau tidur pada pukul 11 atau 12 malam.

Peneliti Gwen Dewar, Ph.D. menerangkan ada dua masalah tidur paling umum yang membuat balita senang begadang:

  • Butuh waktu lama untuk bisa terlelap (lebih dari 60 menit)
  • Tidak mau langsung tidur walaupun sudah waktunya tidur

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Agar Balita Mau Tidur Siang

Berdasarkan sebuah survei terhadap orang tua di Amerika Serikat, sekitar 30% anak mengalami masalah susah tidur dan/ terbangun di tengah malam.

Sebenarnya, faktor apa yang membuat si Kecil tidak mau langsung tidur? Kenapa balita senang begadang? Ini 4 alasannya:

1. Kelelahan

Balita senang begadang bisa jadi akibat ia terlalu lelah. Moms perlu mengecek lagi apakah kegiatannya pada pagi hingga siang hari terlalu padat? Dan, apakah kebutuhan tidur balita selama 11-14 jam sehari sudah terpenuhi?

2. Waktu Tidur yang Tidak Teratur

Pola tidur yang baik berarti anak tidur pada jam yang sama setiap hari, dengan durasi yang cukup, sesuai dengan kebutuhannya. Anak yang waktu tidurnya tidak teratur cenderung susah tidur dan senang begadang, serta berisiko mengalami masalah perilaku.

Baca Juga: Ingin Balita Tidur Berkualitas? Begini Cara Meningkatkan Produksi Hormon Tidurnya

3. Jam Tidur Terlalu Berdekatan

Ini salah satu alasan pentingnya Moms menetapkan waktu tidur yang teratur bagi si Kecil. Waktu tidur siang anak yang terlalu sore sehingga berdekatan dengan waktu tidur malam akan membuat si Kecil baru bisa terlelap saat sudah larut.

4. Televisi dan Gawai

Kegiatan menonton televisi atau bermain gawai dapat membuat balita senang begadang. Banyak riset membuktikan bahwa kebiasaan main gawai sebelum tidur memicu masalah anak susah tidur, anak tidur terlalu larut, dan anak kurang tidur.

Menurut dokter Owens, secara umum, balita senang begadang tidak berdampak buruk pada kesehatan mereka, asalkan tiap hari mereka tidur pada waktu yang sama dengan durasi yang cukup.

Tetapi, kebiasaan itu bisa merepotkan saat anak harus mulai sekolah dan bangun pagi. “Kurang tidur bisa berdampak negatif terhadap mood dan performa anak di sekolah,” kata dokter Owens.

Baca Juga: 4 Strategi Mengakhiri Kebiasaan Balita Suka Merengek

(AN/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.