02 November 2019

4 Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil, Bisa Keguguran!

Pastikan makanan dan air bersih dari kuman agar tidak terinfeksi

Ketika sedang hamil, tubuh akan lebih rentan terhadap bakteri. Salah satunya bakteri Escherichia coli (E.coli) yang biasanya hidup dalam usus manusia maupun hewan.

Tahukah Moms, sebagian besar jenis bakteri ini tidak berbahaya, dan merupakan bagian penting dari saluran pencernaan manusia yang sehat.

Fungsi bakteri E. coli yaitu menghasilkan vitamin K dan menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus. Namun, beberapa jenis bakteri E. coli juga dapat menyebabkan infeksi akibat dari air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran dan daging yang dimasak tidak matang.

Bila seseorang terinfeksi E. coli, biasanya gejala muncul 3-4 hari. Gejala yang terjadi meliputi diare (dari yang ringan sampai mengeluarkan darah), mengalami kram perut yang menyakitkan, merasa mual, atau muntah.

Gejala itu biasanya berlangsung selama satu minggu bila tidak terjadi komplikasi.

Nah, orang yang terkontaminasi bakteri ini biasanya akan pulih dalam waktu seminggu. Namun, pada ibu hamil, risikonya lebih tinggi.

Berikut adalah bahaya jika ibu hamil terinfeksi bakteri E. coli.

Baca Juga: 5 Jenis Infeksi Kulit Akibat Bakteri yang Harus Moms Tahu

1. Infeksi Saluran Kemih

Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 1 - ISK.jpg
Foto: Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 1 - ISK.jpg

Foto: firstcry.parenting.com

Donna Murray, RN, BSN, seorang perawat teregistrasi dari Amerika Serikat, berkata bahwa bakteri E. coli bisa menyebabkan Moms terkena infeksi saluran kemih. Apalagi infeksi ini memang lebih sering diderita oleh perempuan dibanding laki-laki.

Sebab, secara anatomis saluran kemih perempuan lebih terbuka dan letaknya berdekatan dengan anus dan vagina. Sehingga, lebih besar kemungkinan kuman dari kedua organ tersebut masuk ke saluran kemih.

Pada ibu hamil, risiko terkena ISK akan meningkat mulai minggu ke-6 hingga minggu ke-24. Penyebabnya karena rahim mulai membesar dan menekan kantung kemih.

Namun, jika ISK disebabkan oleh bakteri E. coli, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu hamil. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter ya, Moms.

Karena jika ISK sudah menjalar ke ginjal, dapat menyebabkan kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Baca Juga: Setiap Buang Air Kecil Terasa Sakit, Hati-Hati Terkena Infeksi Saluran Kemih!

2. Infeksi Selaput Otak

Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 2 - Infeksi Selaput Otak.jpg
Foto: Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 2 - Infeksi Selaput Otak.jpg

Foto: theconversation.uk

Jika saat hamil Moms terpapar bakteri E. coli, ada kemungkinan bayi mengalami radang selaput otak.

Sebagian besar radang pada bayi yang baru lahir, sekitar 28,5 persen disebabkan oleh bakteri E. coli dan 34 persen oleh bakteri Streptococcus B. E.

Adanya kumpulan bakteri E. coli pada usus bayi didapat dari vagina sang ibu, kemudian menyebar melalui darah dan menyebabkan infeksi yang luas.

3. Infeksi Saluran Pencernaan

Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 3 - Infeksi Saluran Pencernaan.jpg
Foto: Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 3 - Infeksi Saluran Pencernaan.jpg

Foto: americanpregnancy.org

Bakteri E. coli dapat menyebabkan diare. Bahkan disertai mual dan muntah.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, beberapa jenis makanan yang sering tercemar bakteri E. coli antara lain, daging sapi, produk susu, tauge, bayam, mentimun, jus, dan keju.

Supaya Moms terhindar dari infeksi ini, pastikan semua makanan dan minuman yang Moms konsumsi, sudah diolah secara higienis, ya!

Baca Juga: Tidak Selalu karena Infeksi, Ternyata Ini Penyebab Diare pada Balita

4. Bisa Menyebabkan Keguguran

Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 4 - Menyebabkan Keguguran.jpg
Foto: Bahaya Bakteri E. Coli pada Ibu Hamil 4 - Menyebabkan Keguguran.jpg

Foto: flo.health

Meskipun E. coli hidup di saluran usus semua orang, beberapa bentuknya dikaitkan dengan risiko keguguran. Tidak ada sumber makanan khusus yang terkait dengan E. coli.

Ini dapat ditemukan di makanan yang tidak sehat atau kurang matang, air yang terkontaminasi, atau tangan yang tidak dicuci.

Namun, tidak setiap wanita yang terkena infeksi ini akan mengalami keguguran. Perlu juga dicatat bahwa infeksi ini bukan penyebab paling umum dari keguguran. Kelainan kromosom adalah penyebab nomor satu keguguran.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) lagi, sekitar 5-10% penderita infeksi bakteri E.coli mengalami sindrom hemolitik uremik.

Sindrom ini merupakan kondisi ketika sel darah merah mengalami kerusakan. Ujung-ujungnya bisa menyebabkan gagal ginjal lho!

Cara terbaik untuk menghindari E. coli adalah sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau menyentuh mulut.

Minumlah banyak air untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Air mencairkan urin dan membuatnya kurang asam dan warnanya lebih ringan.

Dengan cara ini, Moms tidak akan mengalami sakit perut atau iritasi saat buang air kecil.

Nah, itulah bahaya paparan bakteri E.coli pada ibu hamil. Oleh karena itu, jagalah kesehatan dan higienitas selama kehamilan, ya, Moms.

(CIL/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.