22 Februari 2019

4 Mitos Seputar Seks yang Dapat Mengganggu Keharmonisan

Jangan lagi percaya soal mitos ini!

Seks menjadi salah satu cara untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Maka, Moms dan pasangan sebaiknya tak mempercayai deretan mitos seks berikut ini.
Jika percaya, Moms dan pasangan akan sering merasa tidak puas dan berujung dapat mengganggu keharmonisan. Jadi, apa saja mitos seks yang sebaiknya tidak dipercaya?


1. Orgasme bukan satu-satu tujuan saat melakukan seks

5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 01
Foto: 5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 01

Foto: www.self.com

Banyak orang menganggap bahwa seks bisa disebut gagal jika tidak tejadi orgasme. Padahal, berhubungan intim harus dinikmati secara perjalanan. 

Jika ingin dianalogikan, tentu saat bepergian kita tidak hanya fokus sampai ke tujuan saja. Sepanjang perjalanan juga kita perlu menikmati pemandangan yang ada.
Banyak orang yang cenderung tidak puas dengan kehidupan seks karena sering tidak mengalami orgasme.
Moms dan pasangan justru harus lebih terbuka dan coba menikmati waktu melakukan hubungan intim.
Jika terus memikirkan orgasme, rasa tidak puas yang berujung menganggu keharmonisan akan mungkin terjadi.

Baca Juga: Coba Cek! Ini 5 Tanda Suami Bahagia dengan Kehidupan Seks


2. Bantuan pelumas hanya untuk orang yang sudah berumur

5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 02
Foto: 5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 02


Foto: freepik.com

Mitos ini sebenarnya tak tepat sebab ada sebagian pasangan muda yang mungkin mengalami masalah dan ingin mengurangi gesekan yang bisa berisiko membuat alat kelamin cedera. 

Perempuan di segala usia ingin melakukan seks dengan halus dan menyenangkan.
Maka, bantuan pelumas sangat dibutuhkan dan bukan berarti Moms tidak bisa melakukan seks dengan sempurna.


3. Melakukan hubungan intim harus lama

5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 03
Foto: 5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 03

foto: freepik.com

Jangan berpikir bahwa melakukan seks harus dilakukan sepanjang malam atau dengan durasi panjang. 

Tak heran jika banyak Moms dan pasangan yang berusaha mencari waktu yang tepat untuk berhubungan intim.
Sebuah studi yang dilakukan pada 2008 menunjukkan bahwa banyak pasangan yang menikmati hubungan seksual memuaskan pada durasi 3 sampai 13 menit.
Jadi jangan ada alasan tak punya waktu sama sekali melakukan hubungan intim. Sebab, kenikmatan seksual bisa didapatkan dengan durasi singkat.
Tapi tentu saja hal ini harus disepakati dengan pasangan. Moms juga tetap bisa meluangkan waktu berduaan dengan pasangan untuk menikmati seks yang lambat dan sensual.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Seks Antiklimaks


4. Orgasme pada laki-laki adalah yang utama

5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 04
Foto: 5 mitos seputar seks yang dapat rusak keromantisan 04

Foto: freepik.com

Samantha Evans, pakar seks dari Jo Divine, mengatakan bahwa keberhasilan seks tidak hanya ditentukan dari orgasme baik pada laki-laki maupun perempuan. 

Moms sebaiknya jangan berpikir bahwa hubungan seks hanya ditujukan untuk memuaskan hasrat suami.
Namun, ada beberapa manfaat yang didapatkan salah satunya menjaga keharmonisan rumah tangga.
Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan suami seputar kehidupan seks yang diinginkan.
Wah ternyata ada banyak mitos seks yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga. Salah satu hal terpenting dalam berhubungan intim adalah komunikasi yang baik dengan pasangan.
Moms tak perlu ragu untuk mengungkapkan berbagai hal seputar seks. Kalau Moms punya cara apa agar hubungan tetap romantis dengan berhubungan intim?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.