17 Juni 2020

4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita

Sebagian besar kasus BAB berdarah terjadi akibat sembelit

Pada sebagian besar kasus, penyebab BAB berdarah balita sebenarnya termasuk ringan dan tidak serius.

Namun, terkadang hematochezia atau BAB berdarah bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan lebih serius.

Penyebab Buang Air Besar Berdarah pada Balita

Menurut Dr. Manisha Dave, M.D., dokter spesialis gastroenterologis anak, warna darah pada feses juga bisa memberikan tanda tentang letak penyebabnya.

Darah berwarna merah terang atau feses berwarna marun bisa menandakan masalah ada pada usus besar atau rektum, sedangkan darah berwarna hitam atau feses berwarna sangat gelap bisa jadi disebabkan oleh masalah pada tenggorokan, perut, atau usus kecil.

Jangan langsing panik kalau BAB Si Kecil berdarah ya, Moms. Mari simak dulu beberapa kemungkinan penyebabnya berikut ini:

1. Fisura Ani

4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 1.jpg
Foto: 4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 1.jpg

Foto: bamakuten.nu

Menurut Seattle Children’s Hospital, fisura ani adalah 90% penyebab BAB berdarah balita yang tidak disertai dengan diare.

Fisura ani adalah robekan kecil pada jaringan lendir tipis yang melapisi bagian dalam anus, dan biasanya terjadi akibat mengeluarkan feses padat dan besar saat sedang sembelit.

Fisura ani biasanya terasa gatal atau sakit saat Si Kecil sedang buang air dan sesudahnya, tapi umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu.

Cara terbaik untuk menghindari BAB berdarah akibat fisura ani adalah mencegah terjadinya sembelit dengan menambahkan serat ke dalam pola makan balita.

Baca Juga: Cara Mengatasi Buang Air Besar Keras Pada Anak

2. Abses Anal dan Rektal

4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 2.jpg
Foto: 4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 2.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: mama-pla.jp

BAB berdarah pada balita juga bisa disebabkan oleh adanya abses anal dan rektal, yaitu kantung berisi nanah pada area anus ataupun rektum.

Abses jenis ini biasanya dialami oleh anak dan balita yang sudah penah mengalami fisura ani atau sering sembelit atau diare.

Menurut panduan dari Oxford University Hospital, abses anal dan rektal umumnya bisa sembuh dan mengering dengan bantuan antibiotik dari dokter.

3. Infeksi

4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 3.jpg
Foto: 4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 3.jpg

Foto: kidspot.com.au

Kemungkinan penyebab BAB berdarah balita selanjutnya adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit di saluran pencernaan.

Biasanya disertai juga dengan gejala lain seperti sakit perut, demam tinggi, dan badan lemas.

Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan balita diantaanya adalah Salmonella, E. coli, dan shigella.

Kemudian ada rotavirus dan parasit giardia lamblia yang sering menyebabkan infeksi virus dan parasit pada balita maupun anak dari berbagai rentang usia.

Baca Juga: Cegah Infeksi Penyakit dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir

4. Radang Usus

4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 4.jpg
Foto: 4 Penyebab Buang Air Besar Berdarah Pada Balita 4.jpg

Foto: playgroupnsw.org.au

Menurut sebuah studi yang dilansir oleh National Institutes of Health, BAB berdarah adalah salah satu gejala khas dari kondisi radang usus atau irritable bowel disease (ISD) pada anak.

Selain itu, balita yang menderita IBD juga biasanya akan menunjukkan gejala lain seperti diare, demam, lemas, dan berat badan turun.

Segera bawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih dalam jika melihat gejala seperti tadi ya, Moms.

Jangan lupa, jaga pola makan sehat yang kaya serat dari buah dan sayuran, rutin berolahraga dan melakukan aktivitas fisik untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah berbagai penyebab BAB berdarah balita di atas.

Bagaimana dengan Moms, pernahkah menghadapi situasi saat BAB balita berdarah?

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Peradangan Usus Besar, dari Diare Sampai Kelelahan

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.