18 Desember 2017

Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

Warna dan tekstur kotoran bayi bisa menjadi petunjuk kondisi kesehatan bayi, lho
Pantau Kesehatan Bayi dengan Mengenali Warna Kotorannya

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai orang tua baru, Moms mungkin akan merasa sangat bingung dan penasaran saat melihat tekstur dan warna kotoran bayi. Warna, tekstur, dan baunya memang akan berubah hampir setiap hari, sehingga sulit mengetahui bagaimana ciri-ciri kotoran bayi yang bisa disebut normal.

Khawatir mengenai kondisi kesehatan si kecil? Merasa ragu kapan tepatnya si kecil membutuhkan penanganan medis karena keluhan sakit? Berikut ini merupakan cara mengetahui kondisi kesehatan si kecil dilihat dari warna kotorannya setiap hari:

1. Hitam Kehijauan

Mekonium – kotoran hitam dan lengket. Umumnya kotoran semacam ini normal ditemukan pada bayi baru lahir.

2. Green Army (Hijau seperti Pakaian Tentara)

Bayi baru lahir yang menunjukkan kotoran berwarna green army (hijau seperti pakaian tentara) biasanya mencerna susu/formula.

3. Kuning atau Hijau

Warna kotoran bayi yang cenderung kuning atau hijau merupakan warna kotoran normal dan sehat untuk bayi yang masih dalam masa menyusu eksklusif. Selain itu, tekstur kotorannya akan cenderung lembut atau lembek.

4. Hijau Terang

Jika Moms menemukan si kecil BAB dengan warna kotoran hijau terang, Moms mungkin perlu sedikit cemas. Pasalnya, warna kotoran ini menandakan bahwa si kecil tidak menyusu dengan baik. Warna kotoran ini menandakan bahwa bayi sensitif terhadap apa yang Moms konsumsi, seperti misalnya antibiotik.

5. Selai Kacang

Pernah merasa khawatir si kecil BAB dengan warna kotoran seperti selai kacang, lembut dan coklat? Mama tidak perlu khawatir jika memang si kecil selama ini minum susu formula. Sebab, warna kotoran cokelat seperti selai kacang merupakan warna yang normal bagi bayi yang a href="https://www.orami.co.id/magazine/4-fakta-tentang-susu-formula-bayi/">menyusu susu formula.

6. Cokelat Gelap

Memasuki usia 6 bulan, Moms akan mulai sering melihat si kecil BAB dengan warna kotoran cokelat gelap. Ini merupakan warna kotoran yang normal bagi bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat atau MPASI. Bukan hanya warnanya yang mengalami perubahan, tekstur kotoran bayi juga terlihat tidak begitu lembek dan baunya lebih menyengat.

7. Merah

Warna kotoran bayi yang cenderung merah artinya kotoran tersebut sudah terkontaminasi dengan darah. Jika Moms menemukan kotoran si kecil berwarna merah karena disertai atau bercampur dengan darah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

8. Pucat atau Abu-abu

Saat menemukan bahwa si kecil BAB dan warna kotorannya cenderung pucat atau berwarna abu-abu, segera hubungi pihak medis. Hal tersebut merupakan tanda bahwa si kecil sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja.

9. Hijau dengan Garis Berlendir dan Berkilau

Ini merupakan kondisi normal, karena di dalam kotoran bayi terdapat lendir atau dahak. Namun, jika si kecil terlalu sering BAB dengan warna dan tekstur kotoran yang sama, bisa jadi ini merupakan pertanda bahwa si kecil mengalami infeksi. Segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Faktanya, warna kotoran bayi, konsistensi, dan baunya semua bisa berubah. Perubahan tersebut sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi bayi.

Meskipun ada beberapa jenis kotoran bayi yang dikatakan normal (kotoran yang merupakan variasi kuning, cokelat, dan hijau, dengan konsistensi lembek), ada beberapa faktor yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan pada bayi, seperti kotoran berdarah dan kotoran berwarna hitam atau putih. Karena itu, jangan jijik memperhatikan warna kotoran bayi, ya, Moms.

Baca juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.