Newborn

4 April 2019

5 Tradisi Menyusui dari Berbagai Negara di Dunia

Ada yang menganggap kolostrum adalah ASI yang kotor
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Dari segi biologis, menyusui memang dilakukan dengan cara yang sama di seluruh dunia.

Namun, kondisi pendidikan, sumber daya ataupun dukungan untuk ibu menyusui yang berbeda di berbagai negara di dunia ternyata menyebabkan praktik dan tradisi menyusui yang berbeda pula.

Beberapa tradisi menyusui di berbagai negara dapat Moms simak di bawah ini.

Baca Juga : Yuk, Ikuti 5 Tips Menyusui di Pesawat dengan Nyaman

1. Kanada

foto: ctvnews.ca

Dilansir dari Medelabreastfeedingtips.com, Statistic Canada menunjukkan bahwa 87,5% ibu menyusui di Kanada menyusui bayinya setelah lahir.

Di mana 21,4% diantaranya berhenti menyusui di bulan pertama, 53,9% menyusui selama enam bulan atau lebih, dan 15,9% menyusui lebih dari satu tahun.

Kanada memiliki hukum yang kuat untuk mendukung perempuan menyusui di bawah naungan Canadian Charter of Rights and Freedooms.

Hukum tersebut mengatur bahwa perempuan di semua provinsi di Kanada memiliki hak untuk menyusui di mana saja dan kapan saja tanpa pelecehan.

Selain itu, tradisi menyusui di Kanada juga berhubungan dengan pendidikan; perempuan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih mungkin untuk menyusui lebih lama.

2. Inggris Raya

foto: unicef.org.uk

Meskipun perempuan di Inggris Raya cenderung kaya dan berpendidikan, ternyata negara ini memegang rekor sebagai yang terburuk dalam hal menyusui.

Pada tahun 2016, hasil penelitian Lancet mengungkapkan bahwa hanya 0,5% perempuan Inggris yang menyusui bayinya pada usia satu tahun.

Sebagai perbandingan, sekitar 30% perempuan Amerika terus menyusui sampai sang anak mencapai ulang tahun pertama mereka.

Salah satu penulis utama dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada kesalahpahaman di antara para perempuan di Inggris yang percaya bahwa menyusui lebih bermanfaat bagi mereka yang tinggal di negara-negara miskin.

Sementara menurut para peneliti di University Cardiff di Inggris sebagaimana dikutip dari mothering.com, tingkat menyusui yang rendah di Inggris dapat dikaitkan dengan kurangnya dukungan lingkungan.

Studi ini mengungkapkan bahwa hanya setengah dari ibu baru yang memiliki akses ke dukungan menyusui. Selain itu, ditemukan pula adanya pesan yang saling bertentangan seputar menyusui di seluruh Inggris.

Secara umum, perempuan Inggris didorong untuk melahirkan dan kembali bekerja, dengan tujuan untuk kembali ke kehidupan mereka sebelumnya segera setelah melahirkan.

3. India

foto: kidskunst.info

Menurut La Leche League International (LLLI) sebagaimana dikutip dari medelabreastfeedingtips.ca, 95% ibu di India mulai menyusui setelah melahirkan, di mana 43% diantaranya terus menyusui selama empat hingga enam bulan pertama.

Namun, UNICEF memperkirakan bahwa hanya 46% dari bayi di India yang mendapatkan ASI eksklusif.

Ada persepsi tradisi menyusui di India bahwa kolostrum ibu (susu pertama yang kaya nutrisi) adalah susu yang kotor atau susu tua.

Bahkan di masa lalu kolostrum dibuang dan sebagai gantinya bayi diberi air madu.

Meskipun demikian, saat ini para profesional medis telah mendidik para ibu di India tentang pentingnya kolostrum.

Baca Juga : Berapa Lama Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan Tanpa ASI?

4. Peru

foto: huffpost.com

Berdasarkan data LLLI, 97% bayi baru lahir di Peru disusui. Sementara, dalam Culture Parent dilaporkan bahwa 69% bayi di Peru disusui secara eksklusif sejak lahir hingga berusia lima bulan dan dari bayi-bayi tersebut 95% diantaranya menyusu selama rata-rata 20 bulan.

Di Peru, tradisi menyusui adalah hal yang biasa. Bahkan banyak ibu menyusui yang dengan nyaman menyusui buah hatinya di tempat-tempat umum tanpa merasa malu ataupun takut.

5. Amerika Serikat

foto: babycarejournals.com

AS mendukung pemberian ASI dan ada banyak UU yang mengizinkan perempuan menyusui di tempat umum. Selain itu, 25 negara bagian AS juga memiliki UU untuk melindungi hak ibu menyusui di tempat kerja.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 74% bayi di AS disusui sejak lahir, tetapi hanya 13,6% yang menyusu secara eksklusif hingga usia enam bulan.

Hal ini diduga terjadi karena banyaknya ibu bekerja di AS yang kembali bekerja setelah cuti hamil singkat selama 12 minggu.

Nah, itu dia Moms beberapa tradisi menyusui di berbagai negara di dunia. Tradisi seperti apa yang Moms terapkan dalam menyusui Si Kecil?

(RGW/CAR)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait