10 Desember 2017

5 Trik Membaca Pikiran Bayi

Moms bisa memahami apa yang disampaikan Si Kecil

Sebagai seorang ibu, rasanya ingin sekali bisa langsung mengerti apa yang dirasakan atau ingin disampaikan si kecil ya, Moms. Namun tentunya tidak semudah itu. Apalagi jika buah hati hanya baru bisa menangis, atau okelah, mungkin tertawa menggemaskan.

Bayi sebenarnya selalu mengirimkan pesan tentang apa yang dirasakan olehnya. Apalagi, menurut Tanya Remer Altmann, MD, juru bicara American Academy of Pediatrics dan penulis Mommy Calls, sejak lahir bayi sudah berkomunikasi.

Selain menggunakan insting sebagai ibu, ada teknik yang bisa Moms gunakan untuk ’membaca pikiran’ bayi. Penasaran? Beberapa di bawah ini bisa mulai Moms praktikkan, Moms.

SENANG

Dia akan: Tersenyum lebar dengan pipi terangkat, sudut matanya mengerut, bertepuk tangan atau mengangkat tangan sambil mengoceh dengan nada suara tinggi.

Tanggapi dengan: Biarkan dia tahu bahwa Moms sangat menyukai saat dia tertawa lebar atau terkekeh-kekeh. Moms juga bisa mengajaknya bermain cilukba atau malah petak umpet jika usianya sudah mencapai 9 bulan. Di usia tersebut, si kecil sudah bisa mengerti bahwa sesuatu itu tetap ada walaupun dia tidak melihatnya.

SEDIH

Dia akan: Sudut bibirnya menurun; mengerutkan bagian tengah alis, dagu bergetar, dan menangis.

Tanggapi dengan: Menurut Dr. Harvey Karp, penulis buku The Happiest Baby on the Block, bayi yang sedih sebenarnya membutuhkan stimulasi yang tepat agar bisa tenang. Misalnya, berikan bayi ruang jika dia seharian sudah dikelilingi para ’penggemarnya’ saat acara arisan keluarga. Selain itu Moms juga membuatnya tertawa dengan melakukan hal-hal konyol seperti gerakan berulang atau tiba-tiba dengan bunyi suara lucu.

Baca Juga : Bayi Sering Menangis? Redakan dengan 5S

BOSAN

Dia akan: Menangis, berteriak, melempar mainan, tapi dia akan tertawa saat Moms bereaksi.

Tanggapi dengan: Jika si kecil sudah bisa menunjukkan tanda menginginkan perhatian, Moms boleh berbangga hati karena ini berarti bonding di antara Moms dan si kecil sudah terjalin. Ajak dia bermain! Ubah nada suara Moms saat bernyanyi, percepat ritme, buatlah kata-kata baru. Dari usia 4 bulan, bayi tertarik pada hal-hal di sekelilingnya. Boneka, balok berbagai ukuran, bahkan ember warna cerah bisa membuatnya tertarik.

MARAH

Dia akan: Menangis keras, wajahnya merona merah, matanya menyipit atau tertutup, dan dia akan menepis tangan Moms saat akan digendong.

Tanggapi dengan: Si kecil mungkin merasa lapar atau lelah. Tenangkan dengan nada suara lembut dan ekspresi menenangkan. Lalu coba berikan yang mungkin dibutuhkannya sekarang, mungkin ASI, tidur siang atau sekadar menggendong dalam pelukan.

TAKUT

Dia akan: Mata kaku terbuka, tangan dan wajah gemetar, tegang atau menangis

Tanggapi dengan: Bayi yang ketakutan tidak bisa menenangkan dirinya sendiri karena mereka tidak tahu apa yang membuatnya takut. Jadi peluk si kecil sambil mengajaknya berbicara dengan lembut tentang apa yang sedang terjadi. Walaupun mungkin dia mungkin tidak memahami apa yang Moms katakan, tetapi mendengar nada suara Moms, dia akan memahami bahwa semua baik-baik saja.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.