Newborn

30 November 2021

4 Mitos Ari-ari Bayi yang Menjadi Tradisi Usai Melahirkan di Indonesia

Masyarakat Indonesia percaya plasenta sebenarnya dianggap sebagai kakak kandung bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Mitos ari-ari bayi yang harus dikubur sudah menjadi sebuah tradisi yang melekat turun temurun pada masyarakat Indonesia.

Hal ini tentunya tidak mengagetkan, karena Nusantara memiliki sejarah nenek moyang yang berperadaban tinggi.

Setiap proses kehidupan yang dilewati penuh dengan ritual dan filosofi yang kental.

Mulai dari lamaran, pernikahan, hamil 7 bulanan hingga penanaman ari-ari dilakukan dengan penuh khidmat.

Lantas, bagaimana mitos ari-ari bayi yang harus dikubur dipercayai dan dilakukan di masyarakat? Berikut ini informasi lengkapnya, Moms.

Baca Juga: 7+ Tradisi Islam di Nusantara, Beda Daerah Beda juga Tradisinya, Unik!

Fungsi Ari-ari Bayi

mitos ari ari

Foto: Orami Photo Stock

Ketika bayi dalam kandungan, plasenta atau ari-ari bertanggung jawab untuk memelihara dan melindunginya.

1. Penghubung Janin dan Ibu

Melansir Mayo Clinic, plasenta juga menghubungkan ibu ke bayi dan membentuk hubungan antara keduanya dengan memasok darah melalui tali pusat ke janin yang sedang berkembang.

Tidak hanya itu, ari-ari juga memainkan peran penting dalam sekresi hormon yang diperlukan untuk kehamilan yang lancar dan untuk mempersiapkan tubuh Moms menyusui.

2. Antibodi bagi Janin

Kemudian bagi janin, plasenta juga memberikan semua antibodi yang dibutuhkan untuk berkembang cukup dalam beberapa bulan pertama kehidupan.

Tidak hanya itu, plasenta juga berfungsi untuk membuang sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan oleh janin.

Zat sisa tersebut akan dialirkan kembali ke aliran darah ibu dan kemudian dikeluarkan bersama sisa metabolisme yang dihasilkan oleh sang ibu.

3. Hormon Kehamilan

Dikutip dari Philosophical Transactions of the Royal Society B Journal, fungsi plasenta yang tidak kalah penting lainnya adalah memproduksi hormon kehamilan, yaitu:

Hormon-hormon tersebut sangat penting dalam mendukung perkembangan janin dan menjaga kehamilan.

Daripada membuang organ tubuh yang luar biasa ini dan menandainya sebagai 'limbah klinis', orang-orang di Indonesia memilih untuk memberikan penguburan yang layak.

Baca Juga: Mengenal Retensio Plasenta, Kondisi Plasenta Tertinggal setelah Proses Persalinan

Mitos Ari-ari Bayi di Indonesia

mitos ari ari.jpeg

Foto: kumparan.com

Di Indonesia, mitos ari-ari bayi yang harus dikubur oleh seorang ayah memang sudah lama menjadi tradisi turun-temurun setiap kelahiran.

Masyarkat Indonesia percaya, plasenta atau ari-ari sebenarnya dianggap sebagai kakak kandung atau kembaran bayi yang dilahirkan.

Selain itu, mereka percaya plasenta berfungsi sebagai pelindung bayi sepanjang hidupnya. Itulah sebabnya plasenta perlu dikubur dan bukan dibuang.

Bahkan, ada ritual dalam mitos ari-ari bayi tertentu yang harus dilakukan sebelum penguburan seperti membersihkannya dengan benar.

Dalam mitos ari-ari bayi, pemakaman harus dilakukan oleh ayah kandung.

Namun, sebelum penguburan, perlu agar ari-ari yang dianggap kembaran ditempatkan dalam mangkuk atau wadah bersih dan dicuci dengan benar.

Jika tidak diperlakukan dengan benar, mitos ari-ari bayi Indonesia mengatakan bahwa ibu atau bayinya akan jatuh sakit.

Berikut ini adalah daftar mitos ari-ari bayi yang dipercaya masyarakat Indonesia lainnya:

1. Ari-ari Dikubur di Sekitar Rumah

Tentunya mitos ari-ari bayi yang harus dikubur di dalam tanah merupakan cara yang paling tepat untuk membuang benda ini.

Ya, tentu Moms berpikir mustahil jika ari-ari dibuang di tempat sampah, ataupun malah dibuang begitu saja di sungai.

Jadi, tanpa ada maksud gaib atau sebagainya, menanam ari-ari merupakan hal yang paling tepat dilakukan untuk membuang benda ini.

2. Memberi Lampu

Bagi sebagian orang, mitos ari-ari bayi ini dianggap memiliki makna gaib tersendiri seperti adanya peri yang menjaga bayi dan sebagainya.

Selain itu, makna menerangi ari-ari dengan lampu antara lain:

  • Untuk menandai tempat dikuburnya ari-ari
  • Menandakan agar orang-orang yang lewat di depan rumah tidak membuat kegaduhan

Umumnya, suara gaduh dan bising dapat mengganggu Si Kecil dan membuatnya rewel.

Baca Juga: Mengenal Plasenta Bayi dan Manfaatnya Bagi Janin Dalam Rahim

3. Menguburnya dengan Barang-Barang Tertentu

Mitos ari-ari bayi yang berikutnya adalah plasenta ini dikubur dengan benda-benda tertentu sebagai wujud harapan dari orang tua kepada si bayi.

Misalnya, jika orang tua menginginkan buah hatinya menjadi anak yang pintar di kemudian hari, maka ari-ari akan dikubur bersama pensil atau buku.

Ada juga orang yang mengubur ari-ari dengan beras merah sebagai harapan agar anaknya kelak menjadi pribadi yang makmur.

Bahkan, ada yang mengubur tulisan arab berisi doa atau ayat Al-Quran dengan harapan anaknya akan tumbuh menjadi anak yang saleh.

4. Memberi Rempah dan Daun di Makam Ari-ari

Sejatinya mitos ari-ari bayi ini tidak ada hubungan langsung dengan Si Kecil.

Namun, berbagai filosofi yang terkandung di dalamnya dapat memberikan aura positif bagi keluarga, seperti:

  • Beras merah berarti kemakmuran
  • Tulisan arab berarti kesalihan

Baca Juga: Serba-serbi Tentang Ari-ari Bayi yang Mungkin Belum Moms Ketahui

Mitos Ari-ari Bayi di Negara Lain

mitos ari ari

Foto: Orami Photo Stock

Mitos ari-ari bayi dan tradisi mengubur plasenta tidak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara lain seperti Malaysia dan Turki juga memiliki tradisi yang sama.

Namun, apakah hal tersebut benar-benar bermanfaat ataukah hanya mitos?

Mengubur plasenta di halaman tentu saja merupakan cara yang paling tepat untuk membuang organ ini.

Karena memang tidak mungkin untuk membuangnya di tempat sampah apalagi sungai. Tempat pemakaman plasenta diberikan cahaya selama beberapa bulan.

Bagi sebagian orang, itu dianggap memiliki makna okultisme sendiri karena seolah akan ada yang menjaga bayi.

Baca Juga: Makin Lengkap, Ini 6 Potret Kebahagiaan Keluarga Kecil Raisa dan Hamish

Itu dia Moms serba-serbi seputar mitos ari-ari bayi.

Bicara soal tradisi dan kepercayaan memang tidak ada habisnya, tapi memang sebaiknya Moms tidak sembarangan dalam menyingkirkan plasenta.

Apakah Moms melakukan tradisi ini juga?  

  • https://correcto.id/beranda/read/36985/mengubur-ari-ari-sering-dikaitkan-dengan-unsur-gaib-mitos-atau-fakta
  • https://motherandbeyond.id/read/17771/tradisi-mengubur-ari-ari-bayi-dan-makna-simbolisnya
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/placenta/art-20044425
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/journals/136/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait