08 Oktober 2018

6 Cara Menjelaskan Disabilitas Pada Anak

Jangan menghindari pertanyaan dari Si Kecil

“Mama, mengapa atletnya seperti itu? Apa mereka sakit?” kata Si Kecil saat menonton sebuah pertandingan pada Asian Para Games 2018.

Moms atau Dads yang menyaksikan pertandingan Asian Para Games bersama Si Kecil kemungkinan akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. Lantas, bagaimana cara bijak menjawab pertanyaan tersebut?

Dikutip dari Scarymommy.com, cepat atau lambat, anak-anak akan mulai menyadari adanya perbedaan antara para penyandang disabilitas dengan dirinya. Hal itu akan membuatnya bertanya-tanya.

Jawaban orang tua akan sangat menentukan pandangan mereka terhadap para penyandang disabilitas ke depannya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat bijak.

Berikut ini ada enam cara yang bisa Moms lakukan untuk menjelaskan disabilitas kepada anak!

1. Orang berkebutuhan khusus memang berbeda, tapi itu bukan hal yang buruk

shutterstock 441381358
Foto: shutterstock 441381358

Kebanyakan orang tua menghindari pertanyaan anaknya dan berpura-pura bahwa penyandang disabilitas itu tidak ada untuk mengindari pertanyaan anaknya.

Namun, hal ini tidak baik untuk anak, karena ia perlu tahu bahwa tidak semua orang punya keadaan yang sempurna.

Jelaskan kepada anak bahwa orang berkebutuhan khusus memang berbeda dengan kebanyakan orang. Tapi jelaskan juga kepada Si Kecil bahwa hal itu bukan merupakan hal yang buruk.

Moms dan Dads harus menjelaskan padanya kalau semua orang di dunia ini tidak ada yang sama, sehingga penyandang disabilitas bukanlah sosok yang aneh.

2. Orang disabilitas juga sama seperti orang lainnya

shutterstock 256044949
Foto: shutterstock 256044949

Jelaskan kepada mereka persamaan antara penyandang disabilitas dengan diri mereka. Seperti mereka sama-sama punya mata, rambut, telinga, hidung, dan yang lainnya.

Bahkan jika penyandang disabilitas punya keunggulan lebih, seperti menjadi atlet, itu akan sangat baik. Dengan penjelasan tersebut, mereka tidak akan memandang sebelah mata.

Baca Juga: 7 Tips Mengasuh Anak dengan Autisme

3. Penyandang disabilitas tidak selalu sakit

shutterstock 668622193
Foto: shutterstock 668622193

Selama ini, disabilitas selalu diasosiasikan dengan orang sakit, padahal tidak selalu seperti itu. Perlu Moms pahami bahwa jangan gunakan kata “sakit” atau “salah” saat menjelaskan disabilitas kepada anak.

Orang disabilitas bisa saja terlahir disabilitas atau memang sakit/kecelakaan yang membuat mereka jadi disabilitas. Tapi, disabilitas sendiri bukanlah sebuah penyakit, apalagi penyakit menular.

4. Selalu gunakan pilihan kata yang netral

shutterstock 119084974
Foto: shutterstock 119084974

Selain penggunaan kata “sakit” dan “salah”, Moms juga harus menghindari penggunaan kata “normal”, “aneh”, “idiot”, dan sebagainya. Jangan menjelaskan seolah kita normal dan orang disabilitas tidak normal.

Mereka bukan tidak normal, melainkan spesial. Moms bisa juga menggunakan nama spesifik untuk disabilitasnya, seperti autisme, tunanetra, tunarungu, dan yang lainnya.

Pengetahuan ini lebih baik jika diberikan sedini mungkin agar ia tidak kaget ketika melihat orang yang berbeda darinya.

5. Beri anak kesempatan untuk bertanya

shutterstock 195551273s
Foto: shutterstock 195551273s

Ketika melihat orang dengan disabilitas, benak Si Kecil mungkin penuh dengan pertanyaan. Moms harus memberinya kesempatan untuk bertanya.
Jawab dengan bijak. Namun, jika Moms tidak mengetahui jawabannya, Moms tidak perlu malu untuk mencari tahu dulu jawabannya.

Baca Juga: 6 Sosok Hebat Anak Penyandang Autisme di Indonesia

6. Cari sumber kredibel untuk menjawab pertanyaan anak

shutterstock 564076015
Foto: shutterstock 564076015

Jangan sampai asal menjawab pertanyaan dari Si Kecil ya Moms. Ia mungkin akan selalu mengingat jawaban tersebut.

Ini yang akan menjadi dasarnya untuk memandang orang dengan disabilitas. Jadi, carilah sumber terpercaya untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan Moms untuk menjelaskan disabilitas kepada anak. Selamat mencoba!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.