09 September 2019

6 Jenis Beras yang Umum Dijual, Mana yang Sering Moms Konsumsi?

Beras pandan wangi memiliki tekstur yang pulen dan harum seperti pandan

Beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia, tidak heran jika ada banyak jenis beras yang dijual. Jenis beras paling umum yaitu beras putih dan beras merah.

Namun, sebenarnya jenis beras pun lebih bervariasi lho, Moms. Beberapa beras memiliki keunggulannya sendiri. Baik itu punya aroma yang harum, pulen, atau punya harga yang murah.

Berikut ini jenis beras yang biasanya dijual di pasaran. Jenis beras mana yang menjadi favorit Moms?

Baca Juga: Wajib Dicoba, 5 Olahan Beras Merah Ini Bisa Bikin Ketagihan

1. Beras Pandan Wangi

beras pandan wangi.jpg
Foto: beras pandan wangi.jpg (Wordpress)

Seperti namanya, beras pandan wangi memiliki aroma yang wangi layaknya pandan ketika dimasak, dan juga teksturnya yang pulen.

Selain itu, beras pandan wangi punya bentuk yang cenderung bulat, dengan warna putih sedikit kekuningan.

2. Beras Rojolele

beras rojolele.jpg
Foto: beras rojolele.jpg (blibli.com)

Beras rojolele memiliki bentuk yang bulat tetapi sedikit memanjang bila dibandingkan dengan beras pandan wangi.

Meskipun aromanya tidak lebih wangi dari beras pandan wangi, tetapi beras rojolele juga memiliki tekstur yang pulen ketika sudah matang.

Baca Juga: 5 Produk Kecantikan yang Berasal dari Bali

3. Beras Setra Ramos

beras setra ramos.jpg
Foto: beras setra ramos.jpg (shopify.com)

Beras setra ramos juga memiliki nama lain yaitu beras IR64. Beras setra ramos paling diminati masyarakat karena harganya cukup terjangkau dan banyak disukai masyarakat perkotaan.

Namun, jika beras tidak dimasak dalam waktu lama, atau lebih dari 3 bulan, beras ini jadi mudah basi ketika dimasak menjadi nasi.

Beras setra ramos memiliki bentuk agak panjang/lonjong, serta tidak mengeluarkan aroma wangi.

Sayangnya, beberapa pabrik atau pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Sehingga, disarankan hati-hati saat membeli beras jenis ini ya, Moms.

4. Beras IR42

beras pera.jpg
Foto: beras pera.jpg (Wordpress)

Beras IR64 atau beras pera tidak memiliki bentuk yang bulat, dan ukurannya lebih kecil.

Ketika dimasak menjadi nasi, maka memiliki tekstur yang sedikit keras dan kering. Moms bisa menemukan jenis beras ini pada olahan nasi goreng, nasi uduk, lontong, dan ketupat.

Namun, harganya relatif lebih mahal dari beras setra ramos karena jarang ditanam oleh petani.

Baca Juga: Kriteria Beras Sehat Layak Konsumsi untuk Si Kecil

5. Beras Jepang

beras jepang.jpg
Foto: beras jepang.jpg (blogspot)

Jenis beras menthik susu merupakan beras Jepang yang dibudidayakan di Magelang, Jawa Tengah.

Seperti namanya, beras menthik susu berwarna putih seperti susu, dengan bentuk gemuk dan lonjong.

Kandungan glukosa, karbohidrat, serta protein dalam beras ini mudah terurai. Sehingga aman dikonsumsi bagi orang dengan diabetes, kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo.

6. Beras Merah

beras merah.jpg
Foto: beras merah.jpg (klikdokter.com)

Warna merah pada beras ini disebabkan oleh aleuron (lapis terluar yang ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit) yang mengandung gen untuk memproduksi antosianin. Antosianin merupakan sumber warna merah atau ungu.

Bedanya dari beras lain, warna merah pada beras ini tidak terlepas, sehingga masih banyak vitamin yang terkandung dalam setiap butiran beras merahnya.

Beras merah dikenal kaya akan serat, tetapi butuh trik khusus untuk menghindari nasi merah menjadi keras, yaitu dengan direndam terlebih dahulu kira-kira 15-30 menit sebelum dimasak.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.