29 Maret 2018

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

Inilah perawatan ekstra yang perlu dicermati oleh calon ibu dan ayah anak kembar

Perubahan kondisi tubuh saat hamil biasanya membuat Moms lebih memerhatikan asupan nutrisi, perubahan tubuh hingga perawatan tubuh yang aman untuk mendapatkan kehamilan sehat.

Jika Moms mengalami kehamilan kembar, inilah perawatan ekstra yang perlu dicermati dan menjadi “PR” yang perlu dikonsultasikan tiap berkunjung ke dokter kandungan:

1. Perhatikan nutrisi

Saat Moms mengandung dua janin kembar, Moms perlu asupan makanan sekitar 2.700-3.000 kalori per hari. Selain itu, perhatikan juga kecukupan vitamin, terutama zat besi dan asam folat untuk mendukung pertumbuhan lebih dari satu janin di dalam rahim.

Konsumsi harian asam folat untuk kehamilan kembar adalah 1 mg, sedangkan untuk kehamilan biasa cukup 0,6 mg. Ibu hamil kembar juga perlu mengasup 100-175gr protein per hari. Bisa didapat dari susu, keju, daging atau ikan.

Untuk membangun tulang dan gigi bayi, para ahli merekomendasikan Moms dengan kehamilan kembar untuk mengonsumsi 2500mg kalsium per hari, yang bisa didapat dari susu dan sayuran hijau.

Zat besi jangan ketinggalan. Karena volume darah meningkat hingga dua kali lipat saat hamil, Moms perlu mengasup 60-100mg zat besi per hari, agar terhindar dari anemia.

Sumbernya antara lain daging, ikan, dan kacang-kacangan. Konsumsi juga jeruk yang mengandung vitamin C tinggi untuk membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Perhatikan berat badan

Ibu yang mengandung janin kembar, idealnya mengalami kenaikan berat badan sekitar 15-20 kg hingga akhir masa kehamilan. Kenaikan berat badan menunjukkan kecukupan gizi.

Pada awal trimester, berat badan Moms diharapkan naik setengah kilogram per minggu. Pada 3 bulan selanjutnya, berat badan bisa naik lebih dari setengah kilogram per minggu.

3. Istirahat yang cukup

shutterstock 567408826
Foto: shutterstock 567408826

Wajar bila saat hamil Moms hamil merasa mudah lelah. Ini terjadi akibat peningkatan volume darah untuk mendukung tumbuh kembang janin.

Jika lelah, berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi untuk mengurangi pembengkakan di kaki, banyak minum air putih untuk melancarkan sirkulasi darah, sekaligus mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Bila perut mulai membesar, tidurlah menghadap kiri agar sirkulasi darah untuk janin lebih lancar.

Baca Juga : 14 Gejala Hamil Anak Kembar

4. Intensif ke dokter kandungan

Kehamilan kembar meningkatkan risiko janin lahir prematur, ketuban pecah dini, pertumbuhan tidak merata, tekanan darah tinggi, preeklampsia, dan diabetes gestasional.

Untuk menghindari komplikasi dalam kehamilan, biarkan dokter terus memantau detak jantung janin, kadar cairan ketuban, dan memantau gerak janin untuk memastikan janin Anda sehat.

5. Metode melahirkan

Pada kehamilan kembar, kemungkinan janin lahir melalui operasi caesar lebih tinggi dibanding persalinan normal. Tapi ini juga bergantung pada berbagai faktor, seperti posisi dan berat janin, kesehatan Moms, juga kesehatan janin.

Fase melahirkan bayi kembar juga lebih lama dari bayi tunggal. Bayi Moms dapat lahir dengan jarak beberapa menit atau lebih.

6. Beri peran pada calon ayah

shutterstock 789767602
Foto: shutterstock 789767602

Ayah juga perlu ambil peran untuk menjaga kesehatan Moms hamil dan janin. Diantaranya dengan memberi dukungan psikologis, terutama bila terjadi komplikasi dalam kehamilan.

Lalu membantu pemenuhan makanan bergizi selama kehamilan dan menyusui, dan memperhatikan keadaan Moms hamil jika ia butuh konsultasi lebih lanjut pada dokter.

7. Siap menyusui tandem

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi kembar, setidaknya Moms perlu mengasup 500 kalori tambahan setiap harinya utnuk memproduksi ASI. Pelajari teknik menyusui bayi kembar atau berkonsultasi pada konselor laktasi untuk mengatasi masalah menyusui.

Memiliki bayi kembar adalah anugerah istimewa yang tak dapat dialami setiap Moms. Karena itu, ayo siapkan kesehatan fisik dan mental, agar kehamilan kembar berlangsung aman dan nyaman.

(BILNA)

Foto : Shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.