23 Oktober 2019

7 Jenis Olahraga yang Pas untuk Penderita Epilepsi

Jangan salah, penderita epilepsi juga bisa berolahraga lho

Penyakit epilepsi bisa terjadi pada siapa saja. Penyakit satu ini dapat menyebabkan penderita epilepsi mengalami kejang-kejang.

Seringnya, kejang terjadi secara mendadak dan berupa serangan. Dengan kondisi tersebut, apakah penderita epilepsi masih bisa melakukan olahraga?

Jawabannya ternyata bisa Moms. Olahraga mampu meningkatkan kebugaran, energi dan suasana hati dan mengurangi stres.

Olahraga ternyata dapat membantu mengurangi kejang dan dampak epilepsi bagi sebagian orang. Selain itu, ini juga dapat membuat penderita epilepsi merasa lebih bisa mengendalikan kesehatan mereka.

Olahraga membantu orang untuk tetap bugar dan sehat. Jika kita menderita epilepsi, ini dapat membantu mengurangi jumlah kejang yang kita miliki.

Olahraga juga dapat meningkatkan mood dan menghilangkan stres. Karena stres adalah pemicu umum kejang, olahraga dapat membantu mencegah kejang bagi sebagian orang.

Sebuah penelitian di Norwegia terhadap perempuan dengan epilepsi yang tidak terkontrol, menunjukkan bahwa sesi latihan aerobik yang teratur misalnya berlari, berjalan, berenang, bersepeda selama 60 menit, dua kali seminggu, selama 15 minggu, menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam jumlah kejang yang terjadi pada mereka.

Baca Juga: Seorang Perempuan di Probolinggo Tewas karena Epilepsi, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Epilepsi

Mereka juga mengalami lebih sedikit nyeri otot, masalah tidur dan kelelahan, dan memiliki kolesterol yang lebih rendah dan aliran oksigen yang lebih baik ke seluruh tubuh.

Memiliki epilepsi meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan pradiabetes. Tetapi dengan olahraga teratur, dapat membantu mengelola masalah-masalah kesehatan tersebut. Tetap aktif juga memudahkan kita mengelola depresi, yang biasanya kerap terjadi pada individu dengan epilepsi.

"Ini memerangi keropos tulang, efek samping dari obat anti kejang tertentu. Dan itu bahkan dapat mengurangi frekuensi kejang, berdasarkan penelitian pendahuluan," jelas Dr. William C. Lloyd III, MD, FACS dari University of Texas, San Antonio, Texas, seperti dikutip dari healthgrades.com.

Nah berikut beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita epilepsi ya Moms.

1. Berjalan

Jalan kaki.jpg
Foto: Jalan kaki.jpg (Orami Photo Stock)

Berjalan itu mudah dan tidak memerlukan peralatan khusus selain sepasang sepatu olahraga yang kokoh. Namun olahraga sederhana ini bisa menjadi langkah besar menuju kesehatan yang lebih baik.

Berjalan secara teratur, termasuk jalan cepat membantu melindungi jantung dan paru-paru serta mengontrol berat badan.

Itu penting, karena penderita epilepsi memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, emfisema, dan obesitas. Pilih lokasi yang menyenangkan dan aman, seperti taman atau pusat perbelanjaan ya.

2. Bersepeda

Bersepeda.jpg
Foto: Bersepeda.jpg

Naik sepeda adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran sambil mencapai tempat yang kita tuju. Tapi jangan lupa untuk tetap melindungi kepala dengan helm.

Jika kejang tiba-tiba terjadi dan tidak sepenuhnya terkendali, segera jauhi lalu lintas yang padat. Tetaplah di jalanan yang sepi dan jalur sepeda, dan bersepedalah dengan seorang teman.

Baca Juga: Penanganan Pertama Epilepsi Anak, Wajib Moms Ketahui!

3. Berenang

Renang.jpg
Foto: Renang.jpg

Berenang beberapa putaran adalah cara yang bagus untuk menjadi bugar. Namun, tetap penderita epilepsi harus berhati-hati karena kejang di dalam air bisa berbahaya.

Untuk itu, sebaiknya pilih kolam renang dengan penjaga yang selalu standby, dan pastikan penjaga kolam tersebut mengetahui bahwa kita menderita. Selain itu, selalu berenang bersama teman.

4. Sepak bola, Basket atau Ice Hockey

Basket.jpg
Foto: Basket.jpg

Olahraga dengan kontak aktif seperti bola basket, sepak bola, dan ice hockey, bisa menjadi latihan yang baik untuk jantung dan paru-paru. Banyak orang dengan epilepsi yang terkontrol dapat memainkan olahraga ini.

Meski begitu, tetap diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Selalu pakai tutup kepala pelindung, karena cedera kepala bisa membuat kejang menjadi lebih buruk.

5. Voli dan Tenis

Tenis.jpg
Foto: Tenis.jpg

Bola voli dan tenis bagus untuk kesehatan tulang dan kebugaran kita secara keseluruhan. Ditambah lagi, risiko menderita gegar otak lebih rendah daripada olahraga kontak aktif.

Itu sangat penting jika kita memiliki riwayat cedera kepala yang disebabkan oleh kejang. Karena gegar otak berulang, lebih cenderung menyebabkan masalah parah atau jangka panjang.

6. Yoga

Yoga.jpg
Foto: Yoga.jpg

Kelas yoga biasanya menggabungkan pose fisik dengan meditasi atau relaksasi. Sehingga, yoga tidak hanya meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, tapi juga mampu mengurangi stres yang merupakan pemicu kejang yang sering dilaporkan.

Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa yoga dapat meningkatkan kontrol kejang pada orang dengan epilepsi, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan itu.

Baca Juga: Epilepsi pada Masa Kehamilan: Penyebab, Gejala, Risiko, dan Pengobatannya

7. Latihan Penguatan Otot

Penguatan otot.jpg
Foto: Penguatan otot.jpg

Latihan penguatan otot harus menjadi bagian rutin dari rutinitas kebugaran setiap orang. Latihan-latihan ini meningkatkan massa otot, yang tidak hanya membuat kita menjadi lebih kuat, tetapi juga membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Moms juga dapat menggunakan alat angkat beban, band resistensi, atau alat berat. Atau bisa juga melakukan gerakan penguatan seperti push up dan pull up. Tapi jangan lupa, saat mengangkat beban berat, mintalah seseorang di sekitar yang dapat membantu jika terjadi kejang.

Itu tadi beberapa jenis olahraga yang bisa membantu para penderita epilepsi untuk tetap bugar dan sehat. Meski begitu, sebelum melakukan olahraga-olahraga di atas, tetap konsultasikan dahulu dengan dokter. Karena dokter yang lebih mengetahui apa yang aman bagi kita.

Banyak penderita epilepsi dapat menikmati sebagian besar olahraga. Tetapi beberapa dari penderita mungkin perlu menghindari atau memodifikasi beberapa kegiatan berisiko tinggi.

"Misalnya, Anda mungkin perlu menghindari scuba diving, tetapi Anda mungkin baik-baik saja untuk snorkeling di air yang tenang dengan teman yang memiliki pelatihan penjaga pantai," imbuh Dr. LLoyd.

Selamat mencoba ya Moms!

(SERA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.