04 Oktober 2022

Mengenal Kelenjar Tiroid dan Ciri-Ciri yang Terjadi ketika Bermasalah

Kelenjar tiroid bengkak bukanlah istilah yang tepat

Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang ada di leher.

Kelenjar ini membuat 2 hormon yang kemudian dialirkan ke darah, yaitu tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3).

Hormon tersebut diperlukan untuk proses semua sel dalam tubuh agar dapat bekerja dengan normal.

Di dalam sel dan jaringan tubuh, T4 diubah menjadi T3. Maka, bisa dikatakan bahwa T3 terbentuk karena adanya T4.

Nah, fungsi dari hormon ini adalah mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi atau tenaga.

Tidak hanya sebatas itu, secara biologis, hormon tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas semua sel dan jaringan di dalam tubuh.

Meski fungsinya penting, kelenjar ini sering mengalami gangguan, terutama pada perempuan.

Melansir British Thyroid Foundation, gangguan tiroid memengaruhi 1 dari 20 orang, baik secara permanen maupun sementara.

Yuk, Moms simak selengkapnya mengenai kelenjar tiroid!

Baca Juga: Kanker Tiroid, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Ciri-Ciri Kelenjar Tiroid

Kelenjar Tiroid
Foto: Kelenjar Tiroid (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah disinggung di atas, kelenjar tiroid memproduksi 2 hormon, yaitu tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3).

T3 diturunkan dari T4, dan T3 disekresikan langsung oleh kelenjar tiroid yang memengaruhi metabolisme sel-sel di tubuh.

Artinya, hormon ini mengatur kecepatan sel di tubuh.

Jika hormon ini terlalu banyak, sel tubuh akan bekerja lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini menimbulkan masalah yang disebut hipertiroidisme.

Kondisi hipertiroidisme menyebabkan detak jantung berdetak cepat, kinerja usus meningkat, hingga gangguan pencernaan seperti diare.

Sebaliknya, jika terlalu sedikit hormon tiroid, maka sel dan organ tubuh akan melambat. Keadaan ini dikenal sebagai hipotiroidisme.

Kondisi hipotiroidisme membuat detak jantung melambat. Organ-organ di tubuh pun akan bekerja lebih lambat dari normalnya.

"Ada beragam penyakit pada kelenjar tiroid," kata dr. M. Ikhsan Mokoagow, MMedSci, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RS Pondok Indah – Puri Indah.

"Secara umum, gangguannya terkait dengan masalah utama, yaitu adanya gangguan fungsi, gangguan bentuk atau struktur, atau gabungan dari keduanya," sambungnya.

Lebih lanjut, dr. M. Ikhsan mengatakan bahwa gangguan fungsi bisa terjadi akibat adanya kelebihan (hipertiroid) atau kekurangan (hipotiroid) hormon tiroid, baik sementara maupun menetap.

Baca Juga: Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Penyebab Gangguan Kelenjar Tiroid

Ilustrasi Pemeriksaan Tiroid
Foto: Ilustrasi Pemeriksaan Tiroid (Orami Photo Stock)

Gangguan kelenjar tiroid terbagi menjadi 2 jenis, yaitu hipertiroidisme dan hipotiroidisme.

Melansir Cleveland Clinic, gangguan tiroid bisa menyerang siapa saja, mulai dari pria, wanita, bayi, remaja, hingga lansia.

Namun, di antara semua orang tersebut, wanita menjadi yang paling berisiko.

Risiko tersebut bisa meningkat berlipat ganda apabila disertai dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti anemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufisiensi adrenal primer, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, dan sindrom Turner
  • Mengonsumsi obat tinggi yodium
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Pernah menjalani pengobatan untuk masalah tiroid atau penyakit kanker sebelumnya.

Berdasarkan dr. M. Ikhsan, selain faktor risiko di atas, penyebab gangguan fungsi tiroid secara umum adalah karena autoimun.

Selain itu, gangguan tiroid juga bisa terjadi akibat infeksi virus, konsumsi obat-obatan tertentu, atau peradangan.

"Selain itu, hipotiroid juga bisa terjadi pada individu yang kekurangan yodium atau pernah menjalani tindakan tertentu pada kelenjar tiroid, seperti pembedahan dan terapi yodium nuklir," ungkapnya.

Pada kondisi yang lebih jarang, gangguan tiroid dapat terjadi akibat masalah produksi thyroid stimulating hormone atau hormon perangsang tiroid yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis.

Kelenjar tersebut terletak di bagian bawah otak dan berfungsi mengatur jumlah kelenjar hormon lain di dalam tubuh.

Baca Juga: Serba-serbi Hormon Tiroid Serta Fungsinya Bagi Tubuh

Kelenjar Tiroid Bengkak dan Cara Mengobatinya

Tiroid
Foto: Tiroid (Orami Photo Stock)

Tidak sedikit orang yang mengalami kelenjar tiroid bengkak. Apakah Moms salah satunya?

Terlepas dari itu, perlu Moms ketahui bahwa pembengkakan kelenjar tiroid bukanlah istilah yang tepat.

"Pembengkakan kelenjar tiroid sebenarnya bukan merupakan istilah yang selalu tepat untuk menggambarkan kelainan tiroid," kata dr. M. Ikhsan

Secara bentuk, kelenjar tiroid mungkin teraba atau terlihat membesar.

Akan tetapi, belum tentu ada nyeri saat diraba, tampak kemerahan, atau disertai dengan gangguan pada fungsinya.

"Aktivitas hormon yang meningkat akibat proses peradangan di kelenjar tiroid juga tidak selalu menyebabkan pembesaran struktur yang dapat diraba atau terlihat secara kasat mata," tutur dr. M. Ikhsan.

Jadi, kelenjar tiroid bengkak bukanlah penyebutan yang tepat, ya, Moms.

Sementara itu, untuk mengobati gangguan tiroid, perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu dengan pemeriksaan ke dokter.

Jika penyebabnya karena penyakit tertentu, maka pengobatannya adalah dengan mengatasi penyakit yang mendasari gangguan tiroid tersebut.

"Proses peradangan yang terjadi pada kelenjar tiroid bisa diakibatkan oleh banyak hal, seperti infeksi, autoimun, atau kerusakan langsung pada sel-sel kelenjar tiroid," jelas dr. M. Ikhsan.

"Tentunya, pengobatannya akan sangat bergantung pada penyebab yang mendasari kondisi tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Tiroksin, Hormon yang Dikeluarkan Kelenjar Tiroid ke Aliran Darah

Ciri-Ciri Adanya Masalah pada Kelenjar Tiroid

Ilustrasi Pemeriksaan Tiroid
Foto: Ilustrasi Pemeriksaan Tiroid (Orami Photo Stock)

Guna mengetahui ada/tidaknya masalah pada kelenjar tiroid, Moms bisa mencoba meraba leher bagian depan.

Moms boleh curiga mengalami gangguan tiroid apabila mengalami benjolan yang tidak biasa di bagian leher.

Faktanya, perubahan bentuk leher yang berbeda pada penderita gangguan tiroid juga dapat dilihat oleh orang lain.

"Pada penderita yang mengalami kelebihan produksi hormon tiroid atau hipertiroid, gejala yang dirasakan adalah denyut nadi selalu cepat, dan tangan gemetar," ungkap dr. M. Ikhsan.

Selain itu, penderita juga mudah kepanasan, mudah berkeringat, penurunan berat badan, mata tampak lebih menonjol, sulit tidur, hingga lebih mudah cemas.

Berbeda dengan itu, pada kasus kekurangan hormon tiroid atau hipotiroid, gejalanya adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Cara Mengecilkan Kelenjar Tiroid Secara Alami

Nah, itu dia hal-hal yang perlu Moms ketahui seputar kelenjar tiroid.

Apabila Moms curiga mengalami gangguan pada kelenjar tiroid, jangan sungkan untuk berobat ke dokter guna memastikan diagnosis, ya!

  • https://www.nhs.uk/conditions/goitre/#:~:text=A%20goitre%20is%20a%20lump,be%20checked%20by%20a%20GP.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/goiter/symptoms-causes/syc-20351829
  • https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.